3 Pendeta GMIM Maju dalam Pilkada Sulut

0
Ilustrasi 3 pendeta GMIM maju dalam Pilkada.

Indonesia akan menggelar Pilkada serentak di akhir tahun 2020 yang diikuti 270 daerah. Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) salah satunya. Namun yang menarik perhatian adalah ada 4 orang pendeta yang ikut dalam pemilihan calon kepala daerah dan 3 diantaranya berasal dari Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).

Nama-nama yang dimaksud, seperti:

  1. Mantan Sekretaris Umum GMIM Pdt. Hendry Runtuwene. Dari data yang dihimpun, ia akan maju sebagai calon Wakil Gubernur berpasangan dengan Vony Anneke Panambunan.
  2. Pendeta jemaat GMIM Batusaiki, Manado sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulut Pdt. Lucky Rumopa. Ia disebut-sebut sebagai staf khusus Gubernur Sulut Olly Dondokambey. Dalam Pilkada serentak, ia akan maju sebagai calon wakil Wali Kota Manado. Pdt. Lucky Rumpoa dikenal aktif menjadi pembicara di gereja soal politik. Ia juga pernah menjadi Wakil Sekretaris DPD Golkar Sulut
  3. Wakil Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM Pdt. Petra Jani Rembang. Ia digadang akan menjadi pendamping petahana Frangku Donny Wongkar sebagai calon Wakil Bupati Minahasa Selatan.
  4. Gembala sekaligus mantan Ketua Majelis Gembala Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Pdt. Teddius Kuemba Batasina. Ia digadang menjadi calon wakil Kepala Daerah Kota Bitung mendampingi petahana Maximilian Jonas Lomban.
Baca juga:  STT REM Dapat Dijadikan Pilihan Bagi yang Ingin Belajar Teologia
Ilustrasi 3 pendeta GMIM maju dalam Pilkada.

Dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Ferry Liando menjelaskan keikutsertaan tokoh agama tidak melanggar aturan selama calon sesuai dengan syarat dalam UU No 10 tahun 2016 tentang Pilkada.

Hanya saja, lanjut Ferry yang perlu diwaspadi adalah jangan sampai para hamba Tuhan ini hanya dimanfaatkan sebagai vote getters. Sebab biasanya yang dijadikan vote getters merupakan orang terkenal agar mampu menarik simpati atau memikat hati calon pemilih.

Baca juga:  Masyarakat DKI Jakarta Mendapatkan Peringatan Dari 31 RW Rawan Zona Merah Covid-19

Sementara itu, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) melalui Ketua Umum Pdt. Gomar Gultom menilai, sah-sah saja seorang pendeta ikut dalam politik praktis. Hanya saja pendeta tersebut harus menanggalkan fungsi-fungsi kependetaannya terlebih dulu agar tidak menimbulkan kegaduhan apalagi sampai memecah umat. (Kontributor: LN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here