3 Rintangan dalam Berdoa Menurut Paus Fransiskus

0
Paus Fransiskus berbicara kepada umat di halaman Istana Apostolik San Damaso. (Foto: Vatican media)

Vatikan – Dalam audiensi umum di halaman Istana Apostolik San Damaso, Rabu (19/5/2021), Paus Fransiskus berbicara soal doa. Menurutnya, seringkali orang mengalami gangguan ketika sedang berdoa.

“Berdoa itu tidak mudah, banyak kesulitan muncul dalam doa. Mereka perlu mengenal, dan mengatasinya,” katanya di depan peserta yang berjumlah ratusan orang. Meskipun begitu, para peserta duduk secara berjarak untuk mencegah penularan Covid-19.

Paus mengungkapkan ada 3 rintangan dalam berdoa. Pertama, gangguan. Gangguan yang dimaksud Paus adalah soal konsentrasi (tidak fokus). Ia mengajak umat merenungkan Lukas 21:34-36 di mana Yesus mendesak para murid waspada setiap saat.

Baca juga:  Jadilah Gembala Berbau Domba, Pesan Paus Fransiskus kepada Para Imam Muda

Paus meminta umat Katolik untuk melawan gangguan tersebut dengan meningkatkan fokus kepada Tuhan. “Pada saat yang tidak kita ketahui, suara Tuhan kita akan bergema: pada hari itu, diberkatilah hamba-hamba yang Dia anggap rajin, masih fokus pada apa yang benar-benar penting,” katanya.

Kedua, kekeringan spiritual. Menurutnya, kekeringan spiritual muncul karena keinginan doa tidak muncul dari dalam diri sendiri. Bila hal itu terjadi, usai berdoa seseorang tidak akan merasakan penghiburan (kedamaian) di dalam hati.

Paus menjelaskan, untuk menghilangkan kekeringan spiritual dibutuhkan hati yang terbuka serta bercahaya setiap kali memanjatkan doa agar terang Tuhan bisa masuk. “Dan jika tidak masuk, tunggu saja, dengan harapan. Tapi jangan menutupnya dengan warna abu-abu,” jelasnya.

Baca juga:  Wilton Gregory, Menjadi Kardinal berkulit Hitam Pertama bagi Amerika Serikat.

Ketiga, acedia atau kemalasan. Mengutip katekismus, Paus menganalogikan kemalasan sebagai bentuk depresi karena laku asketis yang lemah, kewaspadaan yang menurun, dan kecerobohan hati.

Lebih jauh, Paus menuturkan untuk melawan ketiga rintangan tersebut dibutuhkan ketekunan dan kerendahan hati dalam berdoa. “Kita harus belajar untuk terus berdoa. Orang percaya tidak pernah berhenti berdoa,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here