4 Cara Bebas Utang Ala Kristen

0
Vincent Widjaja
Vincent Widjaja. (Foto: Tangkapan layar akun Youtube CGNTV Indonesia)

Jakarta – Utang adalah masalah finansial yang cukup pelik. Jika tidak bisa melunasinya, maka harta atau aset bisa jadi taruhannya. National Vice President Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) Indonesia, Vincent Widjaja menjelaskan utang adalah sebuah perbudakan (Amsal 22:7).

“Saya enggak anti bank, tapi ada ukuran-ukuran tertentu Anda boleh berhutang. Maksimal beban utang yang ideal adalah 30% dari seluruh penghasilan. (Ingat) hutang tidak ingat hari libur karena argonya jalan terus,” ungkapnya dalam webinar Kingdom Family Business Bible Class “Debt Free”, Selasa (9/3/2021).

Dalam Alkitab, kata Vincent, utang memiliki konsekuensi yang besar. Bila suami tidak mampu melunasi maka istri bahkan anak-anaknya harus menjadi budak seumur hidup. “Sekarang (sebenarnya) sama, cuma tidak keliahatan secara fisik. Misalnya, suami punya utang dan tidak bisa melunasi, maka istri atau anak harus jungkir balik melunasi utang dan bunga di bank,” jelasnya.

BACA JUGA  Remaja & Pemuda GBI Victorious Family yang Tergabung dalam “Nextgen” Mulai Menggelar Ibadah Pertemuan

Vincent mengatakan sudah seharusnya orang Kristen memiliki paradigma bebas utang. Maka itu diperlukan sikap bijak dalam mengelola berkat (uang) yang Tuhan berikan. “Bijaksana dalam mengelola uang Tuhan karena itu berhubungan dengan masa depan dan masa depan tidak ada yang tahu. Utang bisa membuat pernikahan menjadi hancur, pelayanan terganggu/terhenti, dan rusaknya jutaan kehidupan (pribadi dan keluarga),” paparnya.

Menurutnya, ada 4 cara bebas utang. Pertama, minta pertolongan Tuhan. Ini penting dilakukan agar Tuhan benar-benar memberikan hikmat. “Kenapa kita harus bertemu Tuhan? Menurut Amsal 10:31, 14:33 dan Pengkhotbah 10:10 orang benar dari mulutnya akan keluar hikmat. Ini artinya ketika ada problem ya datang ke Tuhan,” tegasnya.

Kedua, berdayakan apa yang dimiliki (kepintaran, keahilan, jaringan). Seperti dalam kisah 2 Raja-raja 4:1-7 tentang kisah minyak seorang janda. Ketiga, bekerja keras dan tidak malas. “Dari kisah 2 Raja-raja 4:1-4 dijelaskan bahwa janda tersebut bekerja keras dengan meminta bejana kosong dari para tetangga. Mungkin dia malu, tapi itu bentuk kerja kerasnya dia,” katanya.

BACA JUGA  GBI Gilgal Gelar Seminar “5 Minutes After You Die”

Keempat, segera lunasi utang. “2 Raja-raja 4:5-7, setelah bejana itu penuh dengan minyak Nabi Elisa memintanya menjual minyak tersebut dan hidup dari kelebihannya. Tuhan menghendaki anak-anak-Nya bebas utang dan hidup dari rezeki yang Tuhan berikan sehari-hari,” tutunya.

Vincent berpesan supaya orang Kristen menghindari utang (Amsal 22:7), menghindari menandatangani jaminan sebuah pinjaman (Amsal 6:1-3, 11:15 dan 10:16, 27:13), dan menghindari utang jangka panjang (maksimal 7 tahun) (Ulangan 15:1).

Pada kesempatan itu Vincent juga bersaksi tentang pertolongan Tuhan sehingga ia bisa bangkit dari kebangkrutan pada tahun 1998. “Saya mendengar suara Tuhan, walaupun suara Tuhan itu bukan yang audible ya, tapi saya coba memahami hikmat Tuhan sehingga saya bisa tertolong,” kata Vincent.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here