5 Tahun Vox Point Indonesia, Ini Harapan Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo

0
Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo
Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo. (Foto: Tangkapan layar di kanal Youtube Hidup TV)

Jakarta – Vox Populi Indonesia atau lebih dikenal Vox Point Indonesia tahun ini sudah memasuki usia yang ke-5. Pertambahan usia ini pun disyukuri lewat misa yang digelar secara onsite di Katedral Jakarta yang dipimpin Uskup Keuskupan Agung Jakarta Mgr. Igantius Kardinal Suharyo, Sabtu (13/3/2021).

Dalam khotbahnya, Uskup Suharyo mengatakan Vox Point Indonesia adalah bagian dari karya Agung Allah. Ia berharap kehadiran Vox Point Indonesia bisa terus menjalankan peran kenabian gereja di tengah berbagai macam arus zaman yang hiruk pikuk dan begitu kompleks.

“Nabi muncul pada zaman kerajaan di Perjanjian Lama ketika umat perjanjian Allah lupa akan panggilan mereka. Itulah fungsi kenabian di dalam perjanjian lama,” kata Uskup Suharyo yang dikutip dari kanal Youtube Hidup TV, Senin (15/3/2021).

Uskup Suharyo menjelaskan ada 2 syarat menjalankan fungsi kenabian. Pertama, seorang nabi harus selalu dekat dengan Allah. Kedua, seorang nabi tidak pernah ketinggalan zaman karena selalu terlibat dalam sejarah bangsanya.

Baca juga:  Pdt. DR. Mulyadi Sulaeman: Antara Pandemi dan Gereja, Bersyukur di Tengah Tantangan

“Maka kalau seorang nabi menulis dia akan mencari kehendak Allah di dalam doa, di dalam kontemplasi. Dan kemudian memakai istilah kita sekarang, membuat analisa mengenai keadaan sosial, politik, budaya bangsanya. Pengalaman akan Allah dipakai untuk memahami situasi itu,” paparnya.

“Semoga usia 5 tahun dan selanjutnya, Vox Point Indonesia semakin setia kepada Allah, semakin terlibat dalam kehidupan bangsa dan dengan kacamata iman menyuarakan nilai kebenaran, keadilan dan perdamaian,” tambah Uskup Suharyo.

Ketua Umum Vox Point Indonesia, Yohanes Handojo Budhisedjati bersyukur di usia yang ke-5 ini organisasi yang dipimpinnya telah dari di 20 provinsi, 76 Kabupaten Kota dan ada di 9 negara.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras tanpa lelah dari para pengurus, juga support dari hirarki untuk perkembangan dan pengembangan Vox Point Indonesia,” kata Handojo dalam sambutan.

Handojo juga berterima kasih kepada keuskupan di manapun berada yang selalu membuka pintu untuk Vox Point Indonesia. Menurutnya, dukungan tersebut membuatnya semakin bersemangat mengembangkan Vox Point Indonesia.

Baca juga:  Wahid Institute : SKB 3 Menteri Adalah Penegasan dari UU HAM, UU Sisdiknas dan UU Pemerintahan Daerah

Sementara itu Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Katolik, Yohanes Bayu Samodro berharap Vox Point terus menciptakan ruang dialog antar agama untuk mewujudkan hidup yang penuh dengan kedamaian. “Vox Point Indonesia diharapkan bisa menjadi promotor kebudayaan yang dapat memajukan peradaban Indonesia lebih berkualitas,” kata Bayu dalam sambutan.

Lebih jauh, kader Vox Point Indonesia juga harus mampu merepresentasikan nilai-nilai yang baik dan mencerahkan bagi masyarakat yang beragam. Sebab saat ini isu keberagaman masih menjadi tantangan di Indonesia.

“Pemerintah sungguh menyadari hal ini dan karenanya Kementerian Agama sudah menawarkan konsep moderasi beragama,” jelasnya.

Moderasi, kata Bayu penting diterapkan di Indonesia karena masyarakatnya begitu majemuk. “Moderasi beragama penting untuk Indonesia karena masyarakatnya sangat religius dan sekaligus majemuk. Meskipun bukan negara berdasar agama tertentu, masyarakat Indonesia sangat lekat dengan kehidupan beragama,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here