5 Teladan Yesus dalam Menghayati Pekan Suci

0
GKJW
Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW)

Jawa Timur – Minggu ini umat Kristiani telah memasuki pekan suci yang dimulai dari Minggu Palmarum, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Sunyi dan paskah. Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) mengajak umat Kristiani khususnya para jemaat GKJW untuk merefleksikan dan melihat kembali kehidupan Yesus dalam keataan-Nya menjalani tugas serta panggilan sebagai Juruselamat.

“Melalui pekan suci kita bersama meneladani peristiwa atau kejadian yang dialami Tuhan dalam melaksanakan tugas panggilan-Nya,” kata Pelayan Harian Majelis Agung Greja Kristen Jawi Wetan (PHMA GKJW), Pdt. Ardi Rahardiyanto yang dikutip dari kanal Youtube resmi GKJW, Selasa (30/3/2021).

GKJW memandang ada 5 teladan yang bisa dipelajari dari Tuhan Yesus dalam menghayati Pekan Suci ini.

Pertama, teladan ketaatan. Ketaatan Yesus, kata Pdt. Ardi dilihat dari kesediaan Yesus ketika memasuki Kota Yerusalem di Minggu Palma. Sikap Yesus yang pasrah dan taat kepada kehendak Allah sekalipun menderita sengsara, dihukum bahkan dihukum mati merupakan konsekwensi logis sebagai utusan Allah.

“Kalau Tuhan mau taat, setia, maka tugas tanggung jawab kita sebagai umat juga taat dan setia. Teladan ketaatan Yesus memampukan kita menjalani hidup dalam ketaatan,” katanya.

Baca juga:  Banyak Gereja Maupun Jemaat Terdampak Bencana NTT, GMIT Membutuhkan Banyak Bantuan

Kedua, teladan persekutuan. Persektuan yang Yesus ajarkan terlihat ketika Kamis malam Dia dan murid-murid-Nya mengadakan perjamuan malam, di mana saat itu Yesus mengambil roti dan memecah-mecahkan serta memberikan anggur kepada para murid.

“Simboil roti dan anggur sebagai wujud persekutuan dalam Kristus, itu menjadi gambaran dalam kehidupan kita. Jikalau Tuhan mau bersekutu dengan kita, apakah kita juga sudah mau dan rela untuk bersekutu, membangun komunikasi, membangun persekutuan yang hidup, ramah, di tengah jemaat dan keluarga? Saat ini kita dipanggil menjadi pribadi yang mau hidup dalam persekutuan yang memberikan kedamaian, berkat, dan senantiasa mendatangkan sukacita di manapun kita berada,” paparnya.

Ketiga, teladan pelayanan. Pdt. Ardi mengatakan usai makan bersama para murid, Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus rendah hati yang diwujudkan dalam perbuatan.

“Teladan Yesus yang merendahkan dan mau melayani, seharusnya jadi refleksi bagi kita. Sudahkah kita mau melayani dan mengasihi bagi sesama kita? Mari kita meneladani pelayanan Tuhan seperti Tuhan mau melayani kita,” pintanya.

Baca juga:  Melanie Ricardo “Libatkan” Pendeta untuk Memutuskan Masalah Rumah Tangga

Keempat, teladan penyerahan diri kepada Allah. Penyerahan diri Yesus, lanjut Pdt. Ardi terlihat ketika Dia berdoa di taman Getsemani. Meskipun secara manusia Yesus terlihat takut, tapi Dia memilih untuk menyerahkan segalanya kepada Bapa.

“’Ya Tuhan kiranya cawan ini lalu daripadaKu’ itu mengartikan bahwa Tuhan takut dan berharap Bapa bisa melepaskan Dirinya dari penderitaan. Tapi selanjutnya dalam doa Ia berkata ‘Bukan kehendakKu yang terjadi tapi kehendakMu yang terjadi’. Itu artinya Yesus mampu dan berani menghadapi segala sesuatu yang ada di depan yaitu penderitaan dan kematian dengan menyerahkan diri kepada Allah,” terangnya.

Kelima, teladan pengorbanan. Dalam peristiwa Jumat Agung Yesus rela diadili, dihukum, dicambuk, disiksa, disalibkan hingga kematian menjemput-Nya. Menurut Pdt. Ardi hal tersebut merupakan pengorbanan yang tulus karena Yesus mau berkorban meskipun Dia tidak bersalah.

“Pertanyaan bagi kita, apakah kita juga mau mengorbankan diri bagi sesama? Apakah kita juga mau mengorbankan pikiran, waktu, tenaga, materi bagi sesama? Marilah saat ini ketika menghayati pekan suci, kita sungguh-sungguh memantapkan diri dan menyiapkan hati,” pesannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here