67 Tahun Lembaga Alkitab Indonesia, Terus Berkaya Wartakan Tugas Mulia dari Tuhan

0
pengisi pujian dari Paduan Suara Sektor IV GPIB Bukit Zaitun Makassar
Salah satu pengisi pujian dari Paduan Suara Sektor IV GPIB Bukit Zaitun Makassar

JayapuraLembaga Alkitab Indonesia (LAI) saat ini usianya sudah mencapai 67 tahun sejak berdiri tanggal 9 Februari 1954. Meskipun secara umur sudah cukup tua, tapi LAI diminta untuk terus semangat mengabarkan Injil ke seluruh tempat karena apa yang dilakukan selama ini merupakan tugas mulia dari Tuhan.

“(Setiap orang yang terlibat dalam) LAI saat ini sedang mengambil bagian yang Yesus kerjakan. Untuk itu tugasmu terlalu mulia karena Yesus bilang ‘Pergilah jadikan semua bangsa murid.’ Tidak ada orang yang bisa menjadi pribadi berkualitas secara ilahi tanpa membaca kitab suci,” ungkap Pastor Alberto John K Bunay dalam ibadah syukur keluarga besar yayasan LAI, yang dilihat dari channel Youtube Multimedia GKI Diaspora Kotaraja, Selasa (9/2/2021).

LAI, lanjut Pastor Alberto ibarat sedang menyebarkan “buku petunjuk” kepada setiap orang agar lebih mengenal dan mengerti firman Tuhan. “Tugas LAI terlalu besar untuk menyebarkan petunjuk surga. Sebab dengan membaca dan merenungkan sabda Tuhan, kita mengetahui isi hati Tuhan,” katanya dan mengajak untuk terus mewartakan firman sampai akhir zaman.

Sementara itu, Ketua Umum LAI periode 2021-2023 Pdt. Dr. Henriette Tabita Lebang dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para pimpinan gereja, lembaga Kristen, mitra dan pihak yang telah mendukung LAI selama ini.

Baca juga:  Pentingnya Kolaborasi antar Pemuda

LAI, lanjut Pdt. Henriette akan terus giat dalam pekerjaan Tuhan yaitu menyebarkan injil ke seluruh pelosok negeri. “Walaupun kita berada dalam masa sulit karen ancaman pandemi, tekanan ekonomi yang semakin berat, kecenderungan frustasi karnea sudah hampir 1 tahun kita terkurung dari rumah. Namun kita dinasihatkan dalam Tuhan untuk giat selalu dalam pekerjaan Tuhan,” katanya dan mengutip ayat dari 1 Korintus 15:52.

Pdt. Henriette menjelaskan LAI terus berkomitmen untuk hadir dan memberikan kontribusi nyata pada masyarakat khususnya kepada umat Kristiani yaitu ikut mencerdaskan bangsa dan mengatasi buta aksara melalui bacaan Alkitab. “(LAI) juga ikut melestarikan bahasa daerah melalui penerjemahan Alkitab ke dalam berbagai bahasa agar firman Allah dapat dipahami dan diberlakukan dalam kehidupan umat,” terangnya.

Acara HUT ke-67 LAI dengan tema “Aku Menyertai Kamu Sampai Akhir Zaman” (Matius 28:20) diselenggarakan dengan dua cara. Pertama, secara onsite di Jemaat GKI Diaspora Kotaraja Jayapura dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kedua, secara online melalui zoom dan live streaming di Youtube.

LAI tetap lincah

Dalam kesempatan berbeda, Sekretaris Umum (Sekum) LAI Dr. Sigit Triyono menceritakan kesulitan yang dihadapi LAI di masa pandemi.

Baca juga:  Ciri Gangguan Mental yang Tidak Disadari Milenial

“Di masa pandemi ini ada banyak perubahan di luar kendali sehingga membuat kita harus lincah. Sepanjang pandemi dari Maret hingga saat ini kita sudah banyak melakukan banyak adaptasi,” ungkap Sigit seperti dalam acara Inspirasi Generasi New Life LAI di Channel Youtube Lembaga Alkitab Indonesia, Selasa (9/2/2021).

Sigit mengaku dirinya sempat merasa stres dan takut. Namun sebagai penggerak roda LAI ia tidak mau menyerah dengan tetap mengedepankan kesehatan dari para pegawai.

“Di awal pandemi ketika di tengah kecemasan yang saya prioritaskan terlebih dulu adalah kesehatan. Semua tim harus sehat. Makannya LAI sempat lockdown selama 3 hari di awal pandemi dan semprot seluruh ruangan dengan disinfektan,” katanya.

Sigit merasa bersyukur seluruh kegiatan LAI dapat terus berjalan di tengah-tengah masa sulit (pandemi) ini.

“Saya menyusun poin-poin yang harus dilaksanakan semua tim. Hingga akhirnya tersosialiasi sehingga semua bisa berjalan dengan baik. Kami pun selalu mengikuti perkembangan yang disampaikan pemerintah soal pembatasan-pembatasan dan sampai hari ini kami membagi 50% (bekerja) dari rumah, 50% (bekerja) di kantor,” kata Sigit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here