6M, Cara Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo Hadapi Covid-19

0
HMM Online
Para pemusik dan pemimpin pujian dalam HMM Online, Kamis (18/2/2021). (Foto-foto: screenshot HMM Online melalui Channel Youtube Healing Movement Ministry

Jakarta – Biasanya setiap bulan Healing Movement Ministry (HMM) selalu keliling Indonesia untuk menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani dan Kesembuhan Ilahi (KKR-KI). Namun karena pandemi dan untuk mendukung pemerintah, HMM menyetop kegiatannya kemudian mengalihkannya secara online.

HMM online ini disiarkan melalui berbagai platform seperti Youtube dan Facebook. Juga ada yang mengikuti melalui Zoom, tapi hal tersebut hanya dikhususnya bagi orang-orang yang membutuhkan doa kesembuhan.

Dilihat oleh Vifamedia melalui Chanel Youtube Healing Movement Ministry, Kamis (18/2/2021) meskipun online ibadah dibuat secara interaktif. Worship Leader (WL) tetap mengajak umat yang menonton untuk ikut memuji dan menyembah Tuhan bersama-sama.

Sementara itu dalam peberitaan firman Tuhan, Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo mengambil ayat dari Pengkhotbah 1:8. Ia mengingatkan bahwa ada waktu untuk mengalami hal-hal yang enak, tapi juga ada waktu untuk mengalami hal-hal yang tidak enak.

“Tuhan mengizinkan segala sesuatu yang enak dan tidak enak terjadi pada kehidupan manusia,. Sayangnya manusia seringkali tidak dapat menyelami maksud Tuhan tersebut. Tuhan menghendaki kita bisa menyelami apa yang Dia lakukan di kehidupan kita. Sehingga kita akan tahu seperti Allah bekerja (Roma 8:28),” katanya dan menambahkan segala sesuatu akan indah pada waktu-Nya (Pengkhotbah 3:11).

Baca juga:  Ini Kunci untuk Memperoleh Pemulihan

Di tengah pandemi ini, Pdt. Niko kembali mengutip ayat dari Amsal 24:10 yaitu supaya umat tidak tawar hati dalam menghadapi kesulitan. Sebab tawar hati berarti orang yang sudah tidak memiliki pengharapan lagi. Ia pun meminta umat untuk terus bertanya, mendengar suara Tuhan dan minta tuntunan Tuhan.

“Kalau melihat keadaan dunia di tengah pandemi lebih menakutkan, bahkan ada varian corona baru. Banyak orang meninggal, krisis ekonomi. Meskipun vaksinasi sudah dilakukan tetap orang mengalami ketakutan, bingung, bosan, stres, jenuh, depresi. Tapi perlu digaris bawahi bahwa semua yang kita alami saat ini adalah waktu yang Tuhan izinkan terjadi,” ungkapnya dan menyampaikan ayat dari Mazmur 32:8 serta Mazmur 33:18. “Ketika kita tertuju pada Tuhan, Dia yang akan mengajar, menasehati dan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh.”

Gembala senior GBI Jl. Gatot Subroto ini menjelaskan soal pesannya yang berpijak dari Yesaya 26:20-21 untuk meminta umat “bersembunyi.” Menurutnya itu merupakan sebuah makna umat agar berhati-hati (bijak) dalam melihat malapetaka.

Baca juga:  Pdt. Niko Njotorahardjo: Third Pentecost Azusa Street Prayer Tower, Tanda Dimulainya Penuaian Jiwa Besar-besaran Secara Global

“Ini bukan karena kita tidak beriman tapi karena Tuhan yang menyuruh kita. Hati-hati jangan mencampur antara iman dan kenekatan. Sebab iman itu timbul dari pendengaran dan pendengaran dalam firman Tuhan. Tapi kalau nekat itu timbul dari kata hatinya,” tegasnya dan mengingatkan umat ayat dari Amsal 22:3 dan 7.

Pdt. Niko juga mengajak umat untuk melakukan 3 hal rohani di masa pandemi ini. Pertama, perkatakan dengan iman untuk menghardik Covid-19 dan resesi ekonomi pergi dari Indonesia. Kedua, terus memperkatakan Mazmur 91 setiap hari. Ketiga, merendahkan diri, berdoa, mencari wajah Tuhan dan bertobat.

Di sisi lain, Pdt. Niko juga memberikan cara untuk membantu pemerintah memutus penyebaran rantai Covid-19 yaitu dengan menerapkan 6M. “(Saudara harus) melakukan 6M yaitu membatasi mobilitas, menjauhi kerumunan, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak dan mempersiapkan diri untuk divaksin,” pintanya.

Usai penyampaian Firman Tuhan, Pdt. Welyar Kauntu mendoakan para umat yang menonton, khususnya umat yang ikut melalui Zoom agar mengalami kesembuhan secara mukjizat. Kemudian ibadah ditutup dengan doa berkat yang dipimpin Pdt. Welyar Kauntu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here