Agama Minoritas menjadi Pemimpin Negara

0
Samia Suluhu Hassan. (Foto: istimewa)

Jakarta – Samia Suluhu Hassan, merupakan wanita yang berkrudung atau yang beragama Muslim, dilantik menjadi Kepala Negara di Tanzania, pada hari Jumat (19 Maret) sebagai presiden keenam, negara terbesar di Afrika Timur setelah kematian Presiden John Magufuli.

Samia Suluhu Hassan yang berusia 61 tahun itu, merupakan Muslim kedua yang memimpin di Tanzania negara di Afrika Timur, dan wanita Muslim kedua yang mengenakan jilbab menjadi presiden negara di mana Muslim adalah minoritas.

Sebagaimana yang dilihat dari laman resmi Religion News Service (RNS), Laporan Forum Pew 2010 mengatakan bahwa 61% Tanzania beragama Kristen, dengan 35% Muslim dan sisanya beragama lain, tetapi Muslim Tanzania mengklaim bahwa perubahan demografis dalam dekade terakhir telah membuat angka tersebut secara kasar sama.

Baca juga:  Johny Simanjutak,S.H : Pemprov DKI Jakarta harus akui meningginya kenaikan kasus Covid 19

Samia Suluhu Hassan, Politisi wanita telah memainkan peran penting di Tanzania, termasuk selama perjuangan kemerdekaannya setelah Perang Dunia II.

Sebelumnya, Samia Suluhu Hassan, memulai karir pemerintahannya pada tahun 2000, ketika dia menjadi menteri tenaga kerja, pengembangan gender dan anak-anak,

Yang kemudian Samia, diangkat sebagai sebagai menteri pariwisata, perdagangan dan investasi, dan, dari 2010 hingga 2015, dia adalah menteri negara untuk urusan serikat pekerja, peran di mana dia bekerja untuk mencegah gerakan kemerdekaan yang baru lahir di negara semi-otonom Zanzibar, tempat kelahirannya, mendukung persatuan berkelanjutan dengan Tanzania.

Baca juga:  10 Kota Paling Toleran Versi Setara Institute, Salah Satunya ada di Jawa Tengah

Pada tahun 2015, Samia Suluhu Hassan, terpilih sebagai wakil presiden ke-10 di Tanzania pada 2015.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here