Alwi Shihab: Bukan Agamanya, Tapi Orang Beragama yang Salah

0
Dr. Alwi Abdurrahman Shihab dan Pdt. Gilbert Lumoindong saat bincang - bincang ( Foto dok. Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta – Seorang politisi Indonesia, Dr. Alwi Abdurrahman Shihab dalam sebuah perbincangan, mengatakan komunitas agama tidak perlu bertikai, tidak perlu saling mencaci apalagi membunuh.

“Hal yang dibutuhkan yaitu, perdamaiaan, keadilan sosial mengusahakan supaya kemiskinan ini bisa kita tekan dan banyak lagi yang dikerjakan untuk kepentingan kemanusiaan,” katanya, Dr. Alwi Abdurrahman Shihab dalam perbincangan dengan Pdt. Gilbert Lumoindong di channel Youtube, Kamis (25/3/2021).

Menurut yang pernah menjabat Menko Kesra Kabinet Indonesia Bersatu ini, setiap umat yang beragama pada dasarnya harus menghindari ambisi kekuasaan sehingga mengakibatkan konflik.

Baca juga:  Dr. Thomas Schirrmacher Jabat Sekjen World Evangelical Alliance

“Bukan Agamanya tapi orang-orang yang beragama, disebabkan adanya ambisi kekuasaan disebabkan ambisi untuk mengusai daerah lain,” katanya.

Dr. Alwi Shihab memberikan contoh kelompok ISIS yang berjuang menggunakan simbol-simbol Islam tetapi tidak tidak menggambarkan atau melegitimasi bahwa itu adalah sebuah ajaran Islam.

“Sebenarnya agama Islam ini inklusif artinya mengajak siapa saja bekerja sama untuk kemanusiaan. Banyak ayat di Alquran yang mengajarkan untuk kita berlomba berbuat kebajikan,” jelasnya dan menegaskan tidak ada perintah untuk membunuh.

Baca juga:  Perjamuan Kudus Online di Masa Pandemi Covid-19, Boleh?

Politisi ramah di zaman Gusdur ini mengajak setiap pemuka agama baik Kristen, Islam dan agama-agama yang ada di Indonesia untuk dapat memberikan pencerahan kepada para pengikutnya. Ini perlu dilakukan agar tidak ada lagi konflik kepentingan berdasarkan agama. 

“Tidak ada satupun Agama yang lahir di bumi ini mengajarkan kita untuk membenci. Semua Agama mengajarkan kita untuk Rahmatan lil’alamin (Rahmat artinya kelembutan atau kasih sayang),” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here