Apakah Adrianus Meliala, Ph.D Akan Dipilih Presiden Menjadi Dirjen Bimas Katolik? Masyarakat Katolik Menunggu

0
Foto Ilustrasi : Istimewa

Melalui web kemenag.go.id, telah diberitakan, pengumuman nomor : 10-M / PANSEL / 07/2020 tentang Hasil Akhir Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Kementerian Agama Tahun 2020.

Pengumuman ini berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (PANRB) Nomor 15 Tahun 2019 tentang pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka dan kompetitif di lingkungan instansi pemerintah, Surat Edaran Menteri PARNB Nomor 52 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka dan kompetitif di lingkungan instansi pemerintah dalam kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat corona virus disease 2019 (Covid-19), dan Surat Rekomendasi Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Nomor 2054/KASN/07/2020 perihal rekomendasi hasil seleksi terbuka JPT Madya di lingkungan Kementerian Agama, yang diumumkan 28 Juli 2020, dan ditandatangani Plt. Sekretaris Jenderal selaku Ketua Panitia Seleksi, Nizar.

Daftar nama calon pejabat pimpinan tinggi Madya Kementerian Agama Tahun 2020, diantaranya ada nama-nama calon Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kementerian Agama RI, yang lolos seleksi, diantaranya, Adrianus Meliala, Ph.D (Kriminolog UI, Anggota Ombusman RI, Mantan Anggota Kompolnas), Suparman (Eselon II pada Kementerian Kemaritiman), dan Yohanes Bayu Samoedro, M.Pd. (dosen di sekolah tinggi),

Romo Siswantoko (Sekretaris Eksekutif Komisi Kerasulan Awam).
Foto : dokumen pribadi.

Tiga nama yang diumumkan di atas akan diajukan ke Presiden Jokowi (Jokowi). Tugas presiden memilih satu dari ketiganya untuk menjadi Dirjen Bimas Katolik RI. “Ketiga nama yang lolos itu adalah putra-putra terbaik Katolik yang telah berjuang dan berkompetisi selama 4 bulan ini. Berbagai proses telah mereka lalui, dengan segala kesulitannya, dengan segala perjuangannya, bahwa kemudian mereka saat ini masuk dalam tiga besar,”kata Romo Siswantoko Sekretaris Eksekutif Komisi Kerasulan Awam, lewat sambungan telepon kepada vifamedia.

Baca juga:  Belajar dari Peristiwa Bom Makassar, Menag Yaqud Cholil Tekankan Pentingnya Beragama Secara Moderat

Lolosnya ketiga putra terbaik Katolik ini, Romo Siswantoko mengungkapkan merupakan suatu kegembiraan bagi gereja. “Ternyata memang awam-awam kita, menurut panitia seleksi, menurut para penguji itu banyak yang punya kompetensi sehingga dari enam kemudian terpilih tiga ini,”ungkapnya.

Surat Pengumuman. (foto file dari web kementrian agama).

Hirarki Katolik dan masyarakat Katolik pada umumnya, kata Romo Siswanto, tinggal menunggu keputusan Jokowi. ” Sekarang kita tinggal menunggu tiga nama ini kan akan diserahkan kepada Presiden. Siapapun nanti yang dipilih oleh Presiden, satu dari antara tiga ini yaitu yang terbaik menurut Presiden dan juga yang terbaik untuk masyarakat Katolik di Indonesia,”katanya.

Baca juga:  Pentingnya Gereja Memahami Generasi Z

Lebih jauh, diharapkan, siapapun yang jadi tentu dapat berkomunikasi dengan hirarki, berkomunikasi dengan umat, berkomunikasi dengan pimpinan-pimpinan agama Katolik. “Dari sana Dirjen yang dipilih Presiden dapat menimba inspirasi, bisa mendapatkan informasi, kira-kira apa yang dibutuhkan oleh umat Katolik saat ini ketika yang terpilih menjadi seorang Dirjen,”harapnya.

Tiga nama Calon Dirjen Bimas Katolik. (foto file dari web kementrian agama).

Ditanya adakah dukungan darinya yang juga jadi suara KWI kepada salah satu nama yang lolos dan diserahkan kepada Presiden, Romo dengan tegas mengatakan tidak ada, karena ketiga yang lolos adalah putra-putra terbaik Katolik.”Saya hanya menunggu keputusan Jokowi, saya yakin Presiden Jokowi dengan segala kebijakannya, kecerdasannya dan pertimbangannya pasti akan memilih orang yang terbaik bagi bangsa dan negara serta bagi masyarakat Katolik,”dukungnya. (Vifa5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here