Bagaimana Pandangan Pimpinan Umat Kristen Terhadap NU?

0
Hari ulang tahun NU
Ilustrasi : 95 tahun NU. Masih dan terus menjaga kemajemukan Bangsa Indonesia

Salah satu organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) yang berdiri pada 31 Januari 1926 kini genap berusia 65 tahun. 

Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya di perayaan Hari Ulang Tahun (Harla) NU mengatakan NU selalu konsisten dalam menjaga kemajemukan bangsa. 

“Kita semua bersyukur alhamdulillah dan berterima kasih kepada Nahdlatul Ulama yang senantiasa konsisten membela Pancasila, membela Bhinneka Tunggal Ika, membela Negara Kesatuan Republik dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945,” katanya seperti dikutip dari channel  YouTube NU. 

NU, lanjut Jokowi telah menjadi organisasi untuk melawan radikalisme dan terorisme. Sekaligus NU juga ikut mencerdaskan bangsa. 

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Gomar Gultom mengungkapkan NU selama ini telah memiliki sumbangaih yang besar dalam hal menjaga toleransi di bangsa Indonesia. NU senantiasa membendung praktik radikalisme dan ekstrimisme yang terus berusaha meminggirkan Pancasila dan menegasikan kemajemukan Indonesia.   

Baca juga:  Video Renungan Masih Menarik Untuk Ditonton?

“Bangsa kita berhutang besar kepada NU atas peran signifikan NU untuk menjaga Indonesia sebagai rumah bersama berdasarkan prinsip-prinsip toleransi (tasamuh) dan persaudaraan (ukhuwah). Prinsip-prinsip ini telah turut membentuk karakter ke-Indonesia-an yang guyub dan toleran, sejalan dengan nilai-nilai luhur Pancasila,” jelasnya. 

Pdt. Gomar berdoa agar NU selalu diberkati oleh Tuhan. “Kami doakan semoga Allah merahmati NU dan segala iktiharnya untuk menghadirkan Islam sebagai penyebar rahmat bagi semesta (Rahmatan Lil alamin),” katanya. 

Baca juga:  Ketua Umum PGIW DKI Jakarta “Pdt. Manuel Raintung” Gagal Divaksin Gelombang Pertama

Sementara Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili (PGLII) Pdt. Ronny Mandang bersyukur bangsa Indonesia memiliki NU. Pasalnya, NU selalu memiliki gagasan-gagasan yang terbuka untuk menjaga kemajemukan bangsa ini. 

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Pdt. Harsanto Adi memandang NU senantiasa konsisten terhadap nasionalisme. Menurutnya NU adalah tiang bangsa dari sisi nasional dan agama, ini harus selalu didukung dan oleh segenap elemen bangsa.

“Saat ini ada upaya menghancurkan (NU). NU harus tetap kokoh dan sama-sama kita jaga,” pintanya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here