Banjiri Medsos dengan Konten Positif untuk Lawan Radikalisme

0
Media sosial
Foto: Unsplash

Jakarta – Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid mengungkapkan media sosial (medsos) bagai pisau bermata dua, satu sisi bermanfaat dan satu sisi jadi tidak bermanfaat bila dimainkan secara tidak bertanggung jawab. Hal tersebut ia ungkapkan ketika membuka Webinar yang digelar Wahid Foundation “Kompak menebar Rahmah di Media Sosial”, Sabtu (1/5/2021).

“Dampak negatif dari medsos bisa membentuk struktur otak seseorang menjadi berubah ketika terkekspos dengan satu hal terus menerus. Orang jadi kecanduan ‘likes’, orang jadi kecanduan menerima konten, kalau tidak hidupnya merasa hampa,” ungkapnya.

Yenny menjelaskan saat ini kaum radikal juga menggunakan medsos vuntuk menjaring anggota, terutama para anak muda (kaum milenial). Untuk itu ia mengajak para influencer maupun pemuka agama untuk membuat konten yang positif di media sosial sebagai bentuk edukasi kepada para kaum milenial.

“Memastikan konten yang mereka dapatkan bukan hanya sebelah pihak. Sebab algoritmanya saat ini, ketika kita suka dengan satu tema, maka kita akan diperlihatkan tema itu saja. Maka itu kita harus membuat konten-konten penyeimbang untuk mengcounter konten ekstrim,” ajaknya.

Baca juga:  Visi Victorious Family untuk Membawa Keluarga (Jemaat) Berkemenangan, Sudah Menjadi Kenyataan

“Membanjiri konten di medsos adalah perjuangan kita semua untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, baik dan kuat secara mental serta lebih seimbang dalam menata hidup, khususnya anak milenial,” tambah Yenny.

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan saat ini siapapun bisa menuliskan opini atau pandangannya di media digital/medsos. Termasuk para kelompok radikal yang juga menggunakan medsos untuk menebarkan pahamnya.

“Saya pernah membaca riset dari sebuah lembaga, bagaimana ekstrimisme di medsos mengandung pesan yang tidak diproduksi oleh orang yang memiliki pemahaman yang cukup. Dari riset juga, ada banyak situs Islam yang tidak ditulis oleh mereka yang memiliki kompetensi (yang baik soal agama),” katanya.

Baca juga:  Wahid Foundation Apresiasi Peluncuran Perpres RAN PE “Komitmen Negara Cegah Ekstremisme”

Ia mengajak para pemuda dan pemuka agama untuk mengisi medsos dengan pesan-pesan agama yang moderat, inklusif, toleran dan damai. Tujuannya untuk menutup ruang bagi konten yang berbau radikal.

Yaqut Cholil pun mengapresiasi upaya Wahid Foundatuon yang telah banyak membagikan visi kemanusiaan Gusdur dalam memajukan pengembangan gagasan toleransi, membangun demokrasi dan memperluas nilai-nilai perdamaian non kekerasan.

“Bukan kali ini saja Kemenag merasa ‘berhutang’ banyak kepada keluarga Gusdur. Perjuangan mba Yeni di Wahid Foundation sangat luar biasa. Hari-hari ini di Kemenag saya dibantu oleh Alisa Wahid dalam merumuskan banyak isu yang terkait moderasi beragama,” kata Yaqut Cholil.

Sebagai informasi, turut hadir sebagai pembicara Puthut EA (mojok.co), Prof Dr N Nadirsyah Hosen (intelektual Muslim), Sakdiyah Ma’aruf (Komika) dan Sarah Monica (redaktur beritabaru.co).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here