Banyak Gereja Maupun Jemaat Terdampak Bencana NTT, GMIT Membutuhkan Banyak Bantuan

0
Bencana NTT
Atap gedung Gereja GMIT Kota Baru rusak. (Foto: Istimewa)

Kupang – Siklon Tropis Seroja yang melanda wilayah NTT selama 3 hari sejak Jumat-Minggu (2-4/4/2021) menyebabkan longsor serta banjir. Akibatnya banyak warga kehilangan harta benda banyak warga yang hilang maupun korban jiwa.

Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) yang berpusat di Kupang turut terdampak. Lantai 3 kantor sinode yang terletak Jl. Perintis Kemerdekaan, Kota Kupang, NTT, hampir tidak bisa dipakai.

“Listrik dan intermet sampai sekarang belum berfungsi. Majelis Sinode (MS) GMIT sudah membuat Posko. Sementara sekretariat Posko di Pastori MS GMIT, Jl Rantai Damai II,” ungkap Ketua MS GMIT Pdt. Mery Kolimon melalui pesan WhatsApp, Senin (12/4/2021).

Dari sisi gereja maupun jemaat, Pdt. Mery mengatakan ada begitu banyak yang terdampak. Tim tanggap bencana MS GMIT yang mulai bertugas sejak tanggal 7 April 2021 juga terus bekerja membantu serta menggalang dukungan dari berbagai pihak. “Jumlahnya sangat banyak, sedang dihitung. Sitrep (situation report) sedang kami kerjakan,” ungkapnya.

Baca juga:  Mengenal REGE, Pemuda Kristen di Banten

Saat ini GMIT sudah memiliki 40 posko bantuan untuk mengumpulkan serta mendistribusikan kebutuhan mendesak kepada yang terdampak. Sejumlah jemaat GMIT juga membuka gedung maupun fasilitas gereja untuk menerima ribuan pengungsi baik warga jemaat maupun warga lainnya.

“Hari ini saya dan sebagian tim mengunjungi jemaat-jemaat yang terdampak bencana di Alor,” jelasnya.

Sebelumnya pada Minggu (11/4/2021) MS GMIT telah menyalurkan bantuan tahap pertama kepada Klasis Sabu Barat- Raijua dan Klasis Sabu Timur. Bantuan tersebut berupa 2 ton beras (@klasis 1 ton), telur, terpal, kain panjang, makanan siap saji, kebutuhan untuk perempuan serta anak dan peralatan mandi.

Selain itu juga ada bantuan dari mitra GMIT yaitu dari GKI Jawa Timur berupa sembako sebanyak 3 pick up dan dari Gereja Kristus Yesus (GKY) berupa 1 unit genset.

Baca juga:  MUKI DPW DKI Jakarta Eduard Carles Sianturi: Mendukung Kebijakan PPKM

“Semua bantuan dibawa oleh tim relawan GMIT atas koordinasi dengan Pengurus Pemuda Sinode GMIT. Lebih dari empat orang Pemuda GMIT akan ikut dalam pelayaran KRI Ahmad Yani (menuju Sabu Raijua),” kata Pdt. Mery.

Pdt. Mery mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang sudah membantu. Sekaligus ia terus meminta dukungan doa maupun bantuan berupa sembako, material bangunan, genset, WC darurat, terpal, pelayanan medis, obat-obatan, kebutuhan perempuan serta anak-anak dan hygiene kit.

“Majelis Sinode GMIT mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan bantuan kepada korban bencana Seroja melalui MS GMIT,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here