Banyak Jemaat “Jajan” di Era Gereja Online

0
Gereja Online
Ilustrasi : Gereja (Ibadah) online mau tidak mau harus dilakukan gereja dimasa pandemi ini agar rohani jemaatnya tetap bertumbuh.

Jakarta – Pada masa pandemi ini gereja mau tidak mau harus mengalihkan ibadahnya secara online. Hasil penelitian UPPK STT INTI tentang “Kepuasan Jemaat Terhadap Ibadah Digital di Masa Pandemi Covid-19″ menunjukkan bahwa banyak jemaat yang “jajan” di ibadah online selain gereja tempatnya berjemaat.

“Sebanyak 51% responden mengaku mengunjungi 1-2 ibadah online lainnya. 33% tidak mengunjungi ibadah online gereja manapun, 13% mengunjungi 3-5 ibadah online gereja lainnya dan 3% mengunjungi lebih dari 5 ibadah online di gereja lainnya,” ungkap Ketua UPPK STT INTI Dr. Sukamto dalam Kuliah Umum Towards Phygital Chruch an Ecclesiological Perspective, Selasa (23/2/2021).

Menurutnya, dari hasil penelitian tersebut bisa disebut para anggota gereja dimasa pandemi sudah menjadi cair. Maka itu sampai muncul istilah liquid church member (anggota gereja yang cair). “Munculnya berbagai gereja online telah memberi ruang bebas bagi anggota gereja untuk ikut tanpa harus takut diketahui majelis atau pendeta di gerejanya,” katanya.

Namun, bila dilihat dari kesetiaan jemaat terhadap ibadah online di gerejanya, angka yang ditunjukkan masih cukup baik yaitu sebesar 80,05% mengaku masih setia ikut ibadah di gerejanya sendiri.

Baca juga:  Ketua Klasis Termuda di GPM Saat Ini, Kofit

Sukamto menjelaskan survei yang dilakukan UPPT STT INTI berlangsung sejak 13-27 Januari 2021 dengan total 418 responden di beberapa kota. Adapun responden terdiri dari 45% generasi X, 23% generasi millenial, 19% generasi Z dan 13% baby boomers.

“Bila dilihat dari kesiapan gereja, banyak gereja yang tidak siap menghadapi pandemi ini. Ini berdasarkan hasil penelitian, di mana hanya 36% gereja yang sudah memiliki ibadah live streaming sebelum pandemi, sedangkan 64% gereja belum,” jelasnya.

Lebih jauh, dilihat dari jumlah rata-rata beribadah, sebanyak 81,29% responden mengaku mengikuti ibadah rata-rata 4 kali dalam satu bulan. Sedangkan 7,67% hanya 3 kali, 5,04% 2 kali, 3,84% hanya 1 kali dan 2,16% tidak pernah beribadah.

“Bila disilangkan dengan usia, ada kencenderungan semakin usianya muda maka semakin jarang beribadah (4 kali dalam satu bulan). Hanya generasi X dan generasi baby bommers lebih rajin. Baby boomers 90,57%, generasi X 84,21%, millenial 80% dan generasi Z 69,62%,” paparnya.

Diliat dari fokus dalam beribadah online, Sukamto menjelaskan sebanyak 61% responden cukup fokus, sedangkan 18% sangat fokus dan 21% kurang fokus. “Bila dibandingkan dari kelompok generasi ada kecenderungan baby boomer lebih fokus (cukup fokus) mengikuti ibadah online yaitu sebanyak 60,38%, kemudian diikuti generasi X (60,32%), generasi Z (64,56%) dan millenial (57,29%),” ungkapnya.

Baca juga:  Pdt. DR. Mulyadi Sulaeman: Antara Pandemi dan Gereja, Bersyukur di Tengah Tantangan

Lanjutnya, dilihat dari keaktifan jemaat sebanyak 44,98% responden mengikuti alur liturgi, 37,53% responden ikut meresponi firman Tuhan (mengucapkan amin, yes, dll) dan 17,48% responden hanya menonton.

Sukamto mengatakan dari hasil survei juga menunjukkan sebanyak 48,92% responden mengaku imannya cukup bertumbuh. Sedangkan 31,57% merasa bertumbuh dan 19,52% merasa kurang bertumbuh. “Bila dihubungkan pada penelitian banyak gereja yang belum memiliki ibadah online (sebelum pandemi), maka bisa dikatakan selama hampir setahun ini gereja-gereja berusaha keras untuk menjalani (melayani) rohani responden,” tuturnya.

Diakhir, ketika ditanya mengenai apa keinginan responden kedepan apakah gereja online, onsite atau keduanya, sebanyak 49,05% setuju gereja online dan onsite. Sedangkan 43,27% responden hanya menginginkan gereja onsite dan 7,69% responden menginginkan hanya ada gereja online (digital).

Lanjutnya, bila dilihat dari generasi, yang memilih ibadah onsite usai pandemi paling banyak datang dari kalangan generasi Z sebanyak 62,82%. Kemudian disusul generasi milenial 47,92%, baby boomers 37,74% dan generasi X 34,39%.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here