Begini Doa dan Puasa yang Benar dalam Ajaran Kristen

0
Doa dan puasa dalam ajaran Kristen
Ilustrasi: Doa dan puasa dalam ajaran Kristen

Jakarta – Dalam sebuah webinar, seorang aktivis rohani yang aktif dalam jaringan doa di wilayah Tangsel, Astrid Alie Clarke memaparkan tentang cara dan doa puasa yang benar dalam ajaran Kristen, Sabtu (17/4/2021).

“Kalau puasa hanya menahan lapas dan haus, itu namanya diet. Puasa yang benar bisa dicontoh dari Yesus berpuasa untuk melawan iblis yang coba menjatuhkan-Nya,” kata Astrid sembari mengutip ayat dari Yesaya 58:6.

Ada 3 poin yang bisa diteladani dari puasa yang dilakukan Yesus. Pertama, membuka belenggu kelaliman (Yeremia 5:21). Kedua, melepaskan tali-tali kuk (Ratapan 1:14 dan Galatia 5:1). Ketiga, memerdekakan orang yang teraniaya dan melepaskan tali-tali kuk.

Baca juga:  Inovasi Lembaga Alkitab Indonesia di Era Digital

“Artinya menginjili orang-orang yang masih diperbudak oleh dosa kemudian dibebaskan. Lalu menyelamatkan orang yang diperbudak dosa, karena orang yang ada di bawah dosa akan selalu merasa tertuduh, teraniaya. Sebab, itulah sifat iblis,” ungkapnya.

Astrid yang saat ini menetap di Tasmania, Australia menjelaskan ada banyak puasa yang bisa dilakukan umat Kristen, seperti puasa Daniel, Ester dan masih banyak lagi. Namun, bukan soal harus ikut gaya berpuasa siapa melainkan yang terpenting adalah kesiapan hati.

“Tanpa disertai hati yang dipenuhi Roh Kudus dan sungguh-sungguh berseru kepada Tuhan, mustahil (puasa) akan sukses dan berkenan dihati Tuhan,” jelasnya seraya menyitir Yesaya 58:4 tentang cara puasa yang tidak dikehendaki oleh Tuhan.

Baca juga:  Belajar dari Semangat Kaum Difabel

Astrid menuturkan ketika berpuasa bukan berarti hanya berdiam diri (hanya berpuasa saja), melainkan baiknya juga dirangkai dengan doa. Doa dan puasa bisa dilakukan ketika mengalami sebuah pergumulan yang dirasa begitu berat.

Tuhan, lanjut Astrid juga menginginkan supaya umat tidak perlu memperlihatkan kepada orang-orang jika sedang berpuasa karena Tuhan melihat hati.

“Puasa yang dikehendaki dan direspon oleh Tuhan ada di Matius 6:16-18. Artinya puasa bukan sekedar mengosongkan perut secara Jasmani saja, tapi disertai dengan doa dan hati yang tulus sungguh-sungguh berseru kepada Tuhan. Kunci sukses doa dan puasa adalah kesucian hati dan kekudusan,” pesannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here