Berbagai Pihak Bahu Membahu Bantu Sinode GMIT

0
Trauma Healing
Anak-anak mengikuti trauma healing yang dipimpin tim dari Universitas Kristen Maranatha Bandung. (Foto-foto: Sinode GMIT)

NTT – Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) terus berupaya membantu dan melayani para jemaat yang terdampak bencana Siklon Seroja pada 3-5 April 2021. Di tengah upaya tersebut, juga berbagai bantuan dari berbagai pihak datang.

Seperti pada Rabu (28/4/2021), tim trauma healing dari Universitas Kristen Maranatha (UKM) Bandung yang dipimpin Dekan Fakultas Psikologi Dr. Yuspendi tiba di Kupang. Tim terdiri dari para dokter, psikolog dan akan melayani di berbagai klasis GMIT.

Kedatangan tim saat itu diterima Ketua Majelis Sinode (MS) GMIT Pdt Mery Kolimon di Poslo Majelis Sinode GMIT Tanggap Bencana Siklon Seroja (Posko MS GMIT TBSS) yang berada di komplek Kantor Sinode GMIT.

Pelayanan dari tim taruma healing dari Universitas Kristen Maranatha ini meliputi trauma healing dengan support therapy, psikoedukasi kesehatan mental dan pelatihan relawan setempat untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Untuk diketahui. Trauma healing adalah sebuah proses penyembuhan rasa takut pada anak dan orang tua dari bayang-bayang kejadian yang sangat menguncang jiwa.

Baca juga:  Pentingnya Protokol SEMAI dari Wahid Institute untuk Cegah Intoleransi di Sekolah

Pdt. Mery mengucapkan terima kasih kepada tim trauma healing dari Universitas Kristen Maranatha. “Bantuan ini sangat berharga, karena kami sangat membutuhkan. Jemaat di banyak lokasi sangat terpukul oleh pengalaman bencana Siklon Seroja, sangat traumatik. Di banyak lokasi yang saya kunjungi ada yang hanya menangis dan kami berpelukan, ada yang mampu bercerita, tetapi ada juga yang diam saja,” kata Pdt Mery seperti dikutip dari laman Sinode GMIT.

Kemudian Jumat (30/4/2021), tim trauma healing mengajarkan anak-anak melakukan berbagai kegiatan kreatif lewat permainan, nyanyian mewarnai gambar di gedung ibadah Jemaat GMIT Maranatha.

Saat itu anak-anak yang berjumlah sekitar 150 orang terlihat malu pada awalnya, tapi setelah itu mereka mencair dan ikut bernyanyi sambil mengikuti gerakan yang diperagakan oleh tim trauma healing. Setelah puas bernyanyi, anak-anak baru diarahkan untuk mewarnai gambar.

Baca juga:  Ketua Sinode GMIT Bicara Soal Tugas Panggilan Gereja Dimasa Pandemi

Selain dari tim trauma healing Universitas Kristen Maranatha, GMIT juga pernah disupport pelayanan trauma healing dari Wahana Visi Indonesia (VVI) NTT dan Himpunan Psikolog Seluruh Indonesia (HIMPSI)-NTT yang melakukan pelayanan di Klasis Kupang Barat dan Kupang Timur.

Sementara itu, Senin, (3/5/2021), Posko MS GMIT TBSS menerima bantuan berupa 5 genset dengan masing-masing kapasitas 7.000 watt dari Komisi IV DPR-RI. Bantuan dikirim melalui Yohanis Fransiskus Lema dan Edward Tanur, anggota komisi IV DPR-RI Dapil NTT.

Majelis Sinode GMIT juga telah membagikan 1.164 pasang seragam sekolah. Namun bantuan ini diberikan khusus kepada anak jemaat GMIT yang terdampak banjir dan longsor. Ketua seksi distribusi barang, Pdt. Jahja Millu menejlaskan pendistribusian barang disalurkan pada Kamis (29/4/2021).

Berbagai bantuan juga datang dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan sinode gereja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here