Biografi DR. Morris Cerullo Sang Penginjil Dunia

0

DR. Morris Cerullo mungkin tidak akan menyangka jika Tuhan akan memakai hidupnya secara dahsyat lewat pemberitaan injil ke bangsa-bangsa. Sebab, sejak usia 2 tahun ia kehilangan kedua orang tua sehingga ia harus tinggal di panti asuhan Yahudi Ortodoks Daughters of Miriam.

Perkenalannya dengan Tuhan dimulai ketika ia berusia 14 tahun, ia menerima panggilan ilahi dan menerima Yesus sebagai Juruselamat.

Dalam pelayanan, DR. Morris Cerullo diberikan karunia nubuat dan kesembuhan oleh Tuhan. Sudah banyak nubuat yang terbukti dan orang yang sembuh dalam setiap pelayanannya.

DR. Moris Cerullo. (Foto DOK PRI).

Ia mendirikan Morris Cerullo World Evangelism (MCWE) dan berpusat di San Diego, Amerika Serikat tahun 1961. Pelayanan MCWE meliputi KKR massal disertai mukjizat dan kesembuhan ilahi, Sekolah-sekolah Pelayanan (School of Ministry/SOM), Penjangkauan Dunia Orang Yahudi (Worldwide Jewish Outreach), dan siaran radio dan televisi selama 24 jam setiap hari melalui Inspirational Satellite Christian TV Network.

Dari catatan yang disadur dari berbagai sumber, nubuat yang pernah dikatakan DR. Morris Cerullo ketika tahun 1970. Ketika itu ia bernubuat bahwa Tiari Besi akan runtuh. Belasan tahun setelah itu, 9 November 1989, Tembok Berlin runtuh.

Baca juga:  Waspada Nabi Palsu, Pesan Ephorus HKBP

Tahun 1990 ketika Rusia terbuka untuk injil, ia diutus Tuhan ke Moskow untuk mengadakan KKR dan kesembuhan ilahi. Setidaknya saat itu ada 10.000 orang yang hadir.

Tahun 1999, ia menginjil ke Timur Tengah. Kira-kira 22.000 orang dari 11 negara di Timur Tengah menerima terobosan spiritual. Setahun setelahnya, tepatnya tahun 2000 ia bertemu dengan Raja Abdullah dari Yordania. Dari pertemuan itu, Raja Abdullah memberikan dukungan bagi Konferensi Internasional Timur Tengah di Amman, Yordania yang diselenggarakan pada 19-22 September 2000. Acara ini dihadiri sekitar 2.200 utusan dari 17 negara di Timur Tengah.

Berbagai penghargaan pernah ia terima dari para pemimpin akademik maupun spiritual hingga presiden atas dedikasinya dalam penginjilan di seluruh dunia.

Saat ini kurang lebih ada 50 buku yang telah ia tulis diantaranya Two Men From Eden, Journey into the Promised Land: Daily Devotions for the New Millennium, Spiritual Warfare Financial Bible, You Can Know How To Defeat Satan dan masih banyak lagi.

Baca juga:  Hills Pets JGC, Hadir untuk Para Pecinta Hewan di Kawasan Jakarta Garden City

Dalam hidupnya, DR. Morris sering mendapatkan penghargaan dari para pemimpin akademik, spiritual dan presiden. Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya bagi penginjilan dunia.

Di Indonesia sendiri, DR. Morris datang pertama kali tahun 1972 dengan mengunjungi Manado. Di tahun 2017, ia kembali hadir dan mengadakan acara di 3 kota yaitu Makassar (22 September 2017), Semarang (25 September 2017) dan Tangerang (26-28 September 2017).

Tahun 2018, DR. Morris menggelar acara Passing The Mantle, Partner Meeting di Hotel Mulia, kemudian tanggal 26-27 September 2019 menggelar acara “Indonesia Conference of The Holy Spirit.”

Di sisi lain, DR. Morris memiliki seorang istri bernama Theresa dan dikaruniai 3 orang anak yaitu David, Mark dan Susan. (Kontributor: LN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here