Bishop TD Jakes : Gunakan Gereja dan Kelompok Keagamaan untuk Mendorong Orang Afrika-Amerika Menggunakan Vaksin COVID

0
Foto : comversation with america. Sumber Foto : YouTube.

Amerika Serikat -Pro kontra terjadi di kalangan masyarakat Amerika Serikat mengenai vaksinasi covid 19. Dari beberapa komunitas masyarakat, salah satunya komunitas afrika-amerika ada yang menerima dan menolak akan vaksin corona tersebut. Untuk memberikan informasi yang lebih baik kepada komunitas Afrika Amerika tentang vaksin virus corona, Uskup T.D. Jakes dari Dallas ‘Potters House, membawa para ahli terkenal untuk acara online hari Selasa (26/01/2021) waktu setempat yang disebut dalam acara “ Conversation With Amerika” dengan tema “Amerika : Memahami Vaksin COVID-19,” melalui siaran online melalui chanel youtube T.D Jakes, Selasa (26/01/2021) waktu setempat. Acara diskusi selama hampir satu jam ini bishop T. D Jakes bertanya kepada para ahli kesehatan apakah bisa menjawab kecemasan tentang vaksin untuk waktu jangka panjang kedepan.

Bishop T. D Jakes. Sumber : Youtube.

Dr. Kizzmekia Corbett, seorang ahli imunologi virus dan ilmuwan utama di tim peneliti virus corona di Pusat Penelitian Vaksin Penyakit Alergi dan Institut Nasional, menjelaskan mengenai Vaksinasi tersebut dalam acara talk show tersebut. “Sama sekali tidak ada kecemasan. Salah satu hal yang sebagian besar dilupakan adalah bahwa uji klinis fase pertama sebenarnya dimulai pada tanggal 16 Maret yang hampir sepuluh bulan yang lalu. Jadi, dari orang-orang itu, mereka telah diikuti sejak saat itu. Dan ada tidak ada hasil untuk hasil yang merugikan jangka panjang. Efek samping jangka panjang bukan menjadi kekhawatiran,” ujar Dr. Corbett.

Baca juga:  Diego Maradona, Tutup Usia, Messi Sedih dan Ronaldo kehilangan Pesulap yang Tak Tertandingi

Anthony Fauci, pemerhati dan ahli medis terkemuka negara Amerika Serikat, mengakui bahwa skeptisisme dalam komunitas kulit hitam dapat dipahami. “Hal ini adalah sejarah yang memalukan yang harus kita tangani,” kata Fauci. Menurut Fauci, setiap kali membicarakan mengenai vaksinasi kepada teman-temannya dari golongan Afrika-Amerika, ia harus mengerti dan memahami terhadap pandangan skeptisisme mereka dan bagaiman kemudian menumbuhkan kepercayaan bahwa vaksinasi aman.
Amerika Serikat hingga kini telah melaporkan hampir 200 kasus varian COVID-19 yang lebih menular. Ditambah lagi adanya jenis varian baru dari virus covid 19 yang terdeteksi di Inggris ini telah menyebar di 23 negara bagian termasuk Maryland dan Virginia.

Dr. Anthony Fauci. Sumber : YouTube.

“Saat ini data tidak menunjukkan bahwa mutasi virus yang sedang terjadi di Inggris yang telah menyebar ke negara lain dan Afrika Selatan mengganggu antibodi yang diinduksi oleh vaksin yang digunakan saat ini,” kata Fauci. Namun, Fauci mengatakan bahwa hal ini adalah sesuatu yang perlu kami perhatikan dan itulah alasan mengapa untuk menangani mutase virus ini diperlukan keseriusan agar dapat diteliti dan ditemukan pencegahannya.

Baca juga:  Catat! Berikut Ini Beberapa Hal yang Bisa Diaplikasikan agar Gereja Ramah Anak

T.D Jakes juga menjelaskan bahwa meskipun di komunitas kulit berwarna sangat membutuhkan vaksin, untuk mendapat akses dan distribusi dari vaksin tersebut bisa menjadi masalah tersendiri. Jakes menyarankan untuk menggunakan gereja dan kelompok keagamaan sebagai solusi pemberi pesan baik dan benar mengenai vaksinasi kepada komunitas masyarakat Afrika-Amerika.

“Anda dapat melakukannya di pusat komunitas, gereja yang Anda, organisasi berbasis agama ikut terlibat,” jawab Fauci mendukung T. D Jakes.
Diakhir acara, Jakes mengatakan selain acara percakapan online tersebut, dirinya juga memberikan pendidikan dan pengetahuan kepada orang-orang tentang vaksinasi, dan juga ingin menawarkan harapan kepada masyarakat komunitas Afrika-Amerika tetap berdoa dan yakin kepada Tuhan ditengah pandemic yang sedang dialami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here