BNPB Gelar Dialog Dengan Pemimpin Gereja, Bicara Penanganan Covid-19

0

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menggelar dialog, Info Corona, dengan tema, “Kapan Kembali Beribadah di Gereja?”, Jumat (19/06/2020) di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, pada Jumat (19/6).

Dialog yang dipandu Tim Komunikasi Publik Gugasnas Percepatan Penanganan Covid-19 Kristomei Sianturi ini menghadirkan nara sumber Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury, Romo Agustinus Heri Wibowo (Ketua Komisi Hubungan Antar Keyakinan Konferensi Waligereja Indonesia), dan Pdt. Paulus Kariso Rumambi (Ketua Umum Majelis Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat).

Para pemimpin gereja telah berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam memutus mata rantai penularan Covid-19, dengan menyetujui penerapan protokol kesehatan di masa pandemi yang diberlakukan, termasuk di gereja sebagai tempat ibadat.

Konferensi Waligereja Indonesai (KWI) yang mewakili Gereja katolik sangat mendukung Kementerian Agama bahwa kegiatan keagamaan maupun tempat ibadat menjadi contoh dalam penerapan disiplin protokol kesehatan, seperti cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak.

Romo Agustinus Heri Wibowo, Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI menegaskan gereja katolik tidak hanya sebatas menyetujui dengan protokol kesehatan tetapi juga sangat serius menyikapi disiplin protokol kesehatan.

Untuk itu, kata Romo Agustinus Heri Wibowo, pihaknya sangat sungguh-sungguh dan berhati-hati dalam penyelenggaraan ibadat karena tidak ingin kegiatan keagamaan dan tempat ibadat menjadi kluster baru penyebaran COVID-19.

Baca juga:  Rahasia Mengetahui dan Mengembangkan Kecerdasan Anak Sejak Dini

“Maka, secara nasional, secara umum, itu 57% dari 37 keuskupan yang tersebar di 34 provinsi belum mengadakan ibadah fisik, dalam arti di gereja, tetapi masih live streaming, masih online. Sisanya telah melakukan ibadah,” ucap Romo Heri saat dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Jumat (19/6), seperti yang ditulis bnpb.go.id.

Romo Agustinus Heri Wibowo berkata dilingkungan gereja katolik kebijakan penyelenggaraan ibadat diserahkan pada masing-masing keuskupan. Hal tersebut disebabkan setiap keuskupan di wilayah administrasi dengan zona tingkat risiko penyebaran yang berbeda-beda.

“Tetapi, itu pun tidak langsung otomatis 100% paroki-paroki di keuskupan itu mengadakan ibadah,” tegasnya.

Dijelaskan Romo Agustinus Heri Wibowo, sebelum melakukan kegiatan ibadah, keuskupan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Dalam hal ini gereja katolik sangat berhati-hati.

Kalaupun harus menggelar ibadah, Romo Agustinus Heri Wibowo mengatakan syarat utamanya, gereja mengedepankan protokol kesehatan sehingga umat dapat beribadat di gereja dengan aman, sehat dan masyarakat produktif.

“Kursi-kursi dikasih silang, supaya terjadi physical distancing, jaga jarak. Lalu pakai masker, lalu hand sanitizer, lalu juga apabila diperlukan lebih lanjut memakai face shield, itu. Jadi, edukasi umat menyiapkan sarana-prasarana, lalu membangun pedoman liturgi yang sesuai dengan tatanan hidup baru di era COVID-19 ini,” ujarnya.

Baca juga:  Ketua PGI Buka SMSI ke-80 GMIM

Tidak berbeda dengan KWI, lewat Sekretaris Umum Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty, mengatakan PGI juga menyikapi pandemi ini dengan kritis dan serius. Bahkan, PGI mengimbau gereja-gereja untuk menahan diri dalam penyelenggaraan ibadat.

“Yang kedua, melakukan koordinasi yang terus menerus dengan gugus tugas lokal untuk mengetahui perkembangan kurva epidemiologi, perkembangan parameter-parameter, zonasi dan lain-lain,”katanya.

Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty berharap gereja bisa menjadi pusat edukasi dan literasi publik terkait Covid-19. “Paling utama, bagaimana menjadikan gereja sebagai pusat edukasi dan literasi publik terhadap Covid-19,” tandasnya.

Sementara itu, Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty, memaparkan dimana PGI bahkan telah membuat protokol kesehatan Covid-19 yang lebih detil, yang didalamnya ada himbauan buat anak-anak dan manusia lanjut usia (Manula) untuk tidak ikut ibadah pertemuan bersama di dalam gereja. Disarankan untuk kreatif agar tetap dapat beribadah di rumah masing-masing. (Vifa5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here