Bukan di Stadion, HMM Digelar Secara Online

0

Jakarta – Healing Movement Ministry (HMM) kembali digelar pada Kamis (14/01/21), setelah kurang lebih 1 tahun vakum akibat adanya pandemic Covid-19 yang melanda Indonesia. Pelaksanaan HMM kali ini menggunakan system daring/online yang disiarkan melalui platform Youtube dan Facebook, tidak seperti acara HMM sebelumnya yang selalu dilakukan secara tatap muka dan menghadirkan ribuan jemaat.

Meski disajikan secara daring, tetapi tidak mengurangi hadirat Tuhan yang sungguh terasa mulai dari pujian penyembahan. Acara juga dibuat sangat interaktif, dimana Worship Leader mengajak penonton yang menyaksikan untuk memuji dan menyembah Tuhan bersama.

Sebelum pemberitaan Firman Tuhan, tampil Ps. Welyar Kauntu yang menyampaikan kata-kata profetik dan terus mengajak umat Tuhan untuk tidak sekedar menonton dan mengalami lawatan Tuhan.

“Ketika saudara menyembah Tuhan, hadirat Tuhan turun di tempat saudara berada, dan kalau ada hadirat Tuhan, di hadirat Tuhan ada kesembuhan, ada mujizat”, sampainya.

“Dan saat saudara menyembah kuasa Tuhan terjadi atas hidupmu, dengan iman percaya mujizat terjadi bagi saudara saat ini”, sambung Ps. Welyar yang langsung mengajak jemaat untuk bernyanyi lagu Mujizat Masih Ada”, serunya.

Sambil berbahasa roh Ps. Welyar terus mengajak yang menyaksikan acara HMM ini untuk terus menyembah Tuhan.

Pemberitaan Firman Tuhan, disampaikan Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo. Memulai dari ayat Firman Tuhan Ratapan 3: 22-23 yang menurut Pdt. Niko merupakan pesan Tuhan di tahun yang baru ini.

Lanjut Pdt Niko mengatakan mungkin hal-hal yang tidak enak atau menyakitkan terjadi di tahun 2020, tetapi kita harus tetap mengetahui bahwa Tuhan itu baik dan penuh kasih dan membawa kita untuk lebih kenal dengan Tuhan.

Baca juga:  Pendeta Gereja di Australia Dipecat Karena Pelanggaran Moral

“Tuhan Yesus saya percaya tahun 2021 akan lebih baik dari tahun 2020, karena kasih setia-Mu selalu baru setiap pagi, setiap minggu, setiap tahun”, katanya sambil mengajak seluruh penonton untuk memperkatakan dengan iman.

“Tetaplah percaya, semua yang terjadi dalam hidup kita, hal-hal yang kita alami, enak maupun tidak enak semua itu akan membawa kita lebih mengenal Tuhan, menjadi serupa dengan gambar-Nya, dan tetap di dalam keselamatan yang kekal”, serunya.

Pdt Niko mengingatkan akan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang rela mati dengan cara yang tidak manusiawi dan mengalami penderitaan yang luar biasa untuk menjadi menebus dosa umat manusia dan diselamatkan.

“Yang pertama, penyakit kitalah yang ditanggungnya, yang kedua penderitaan kita yang dipikul-Nya, dan yang ketiga oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan”, serunya.

Pdt. Niko berkhotbah dengan gaya khasnya sambil bernyanyi memuji nama Tuhan dan sesekali berdoa untuk seluruh penonton yang menyaksiakan acara HMM ini.

Senior Pastor GBI Jalan Gatot Subroto Jakarta ini mengingatkan untuk selalu ingat kasih setia Tuhan, tidak khawatir dan tidak putus asa dalam mengahadapi pandemic Covid-19

“Tuhan Yesus yang memegang hari esok saudara dan saya, Dia Hidup”, katanya dengan suara lantang.

Mengambil dari 1 Korintus 15:12-19, Pdt Niko menambahkan karena Tuhan Yesus hidup maka kepercayaan kita tidak sia-sia dan kita tidak hidup dalam dosa-dosa kita.

Baca juga:  DR. John Palinggi Berbagi Kasih di 25 Desember 2020 “NATAL”

Pdt Niko menambahkan manusia selalu mengidamkan kebahagiaan baik melalui harta, kedudukan, popularitas, dll. Ternyata semua itu tidak bisa memberikan hidup bahagia datau hidup damai. Dan ernyata kunci untuk hidup bahagia dan damai adalah hidup menurut Firman Tuhan

“Jadi, orang yang hidup menurut Taurat Tuhan menurut Firman Tuhan hidupnya akan berbahagia”

Terkadang Tuhan sengaja membiarkan untuk mengajar kita untuk percaya meskipun menghadapi hal-hal yang tidak masuk akal.

“Bagi Tuhan Yesus selalu ada pengharapan, bagi Tuhan Yesus menyelesaikan masalah apa saja”

Menutup pemberitaan Firman Tuhan, Pdt. Niko mengajak penonton yang menyaksikan untuk bernyanyi bersama sambil menggemakan kata-kata profetik.

Setelah penyampaian Firman Tuhan, Ps. Welyar Kauntu mendoakan para penonton yang menyaksikan via platform yang tersedia yang menderita sakit secara fisik dan finansial. Ps. Welyar mengajak untuk menaruh tangan di dada dan mengimani alami kesembuhan, dan sambil mengangkat tangan menyembah Tuhan.

“Dalam Nama Yesus terima kesembuhan, perkatakan aku sembuh”
“Bagi Allah tidak yang mustahil, bagi kami yang percaya tidak ada yang mustahil”, serunya sambil berbahasa roh.

Acara ditutup dengan lagu “Yesus Tuhanku Ajaib” yang dinaikkan tim pujian dan penyembahan HMM. “Saudara yang dikasihi Tuhan, sampai jumpa lagi di Healing Movement Ministry Online di bulan depan dan Tuhan Yesus memberkati berlimpah-limpah” tandasnya sambil menutup rangkaian acara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here