BUKU RENUNGAN ANTAR INDONESIA RAIH EMAS OLIMPIADE

0
Ilustrasi : Prestasi Richard Mainaky karena campur tangan Tuhan.

Siapa yang tidak kenal dengan dua jawara bulutangkis Indonesia Liliana natsir dan Tantowi Ahmad, prestasinya diakui oleh dunia yang puncaknya pada saat berhasil menyabet medali emas olimpiade di Brazil pada tahun 2016 silam. Keberhasilan pasangan ganda campuran ini tidak terlepas dari peran tangan dingin sang pelatih, Richard Mainaky. Pelatih yang diberi julukan “Si tangan besi” ini berhasil mengantarkan Indonesia berhasil meraih medali emas olimpiade cabang olahraga bulu tangkis sektor ganda campuran.

Meraih Penghargaan Pelatih Terbaik Bulutangkis Indonesia.

Berbicara mengenai Richard Mainaky, tak terlepas juga dari Mainaky brothers. Sebuah keluarga yang sangat erat hubungangannya dengan dunia bulutangkis. Richard sendiri merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara. Uniknya hampir semua saudara dari Richard ini merupakan atlet bulutangkis dan berlanjut sebagai pelatih bulu tangkis. Kegemaran akan bulu tangkis merupakan warisan dari sang ayah yang juga merupakan pemain bulutangkis saat masih di Ternate, Maluku Utara. Richard menekuni bulutangkis sejak kecil, dan untuk meningkatkan kemampuan skillnya, Richard hijrah ke Jakarta. Merantau ke Jakarta bukan hal yang mudah bagi Richard, banyak proses yang harus dilalui untuk menjadi atlet mulai dari mengikuti seleksi di klub dan hingga akhirnya dapat menjadi altet professional dan juga menjadi bagian dalam Tim Nasional bulu tangkis Indonesia.

Tak hanya warisan skill yang diberikan oleh orang tua khususnya sang ayah, tetapi warisan iman Kristen juga diberikan oleh kedua orang tua kepada Richard sebagai bekal dalam mnegarungi setiap proses kehidupan. Dimana orang tua dari Richard Mainaky juga mengajarkan untuk terus berjuang dalam hidup dan juga jangan melupan doa dan beribadah ke gereja. “Karena doa itu dasyat, jadi itu yang diutamakan orang tua jadi sebelum kita pergi merantau, sambil kita berjuang mencapai cita-cita jangan lupa untuk berdoa selalu, nama Tuhan selalu dibawa, dan jangan lupa harus selalu sering ke gereja” ujar Richard saat menceritakan pengalamannya.

Pada saat aktif sebagai atlet nasional bulutangkis, karier Richard Mainaiky tidak secemerlang saudaranya Rexi Mainaky ataupun Marleve yang berhasil menjadi juara dunia. “Cita-cita pasti  jadi juara dunia ya” kata pria kelahiran ternate ini. ”Selama saya jadi pemain, saya selalu berdoa bahwa saya ingin menjadi juara duni tetapi sampai saya pensiun saya belum pernah menjadi juara dunia, …rencana Tuhan itu kita tidak tahu, indah pada waktunya.” Kata Richard yang dahulu pernah menjadi seorang debt collector ini.

BACA JUGA  Ini Kata Hamba Tuhan Soal Digitalisasi Pelayanan

Berawal dari cita-cita ingin menjadi juara dunia, meskipun seolah-olah itu tidak terwujud, tetapi Tuhan mempunyai maksud lain, atas kemurahan Tuhan, Richard Mainaky dapat mencetak JUARA DUNIA melalui karier kepelatihannya di Tim nasional Indonesia. “Saya masuk ke kepelatihan itu tahun 95, dari 95 sampa 2005 atlet saya juara dunia baru dari situ terjawab doa saya bahwa bukan saya juara dunia tapi saya mencetak juara dunia.” 

Pelatih yang banyak menciptakan pemain-pemain bulutangkis Indonesia berprestasi di kancah internasional.

Dalam karier kepelatihannya, oleh karena campur tangan Tuhan, setiap tantangan dan terget yang dihadapi mampu dilalui dengan mulus oleh Richard dan tidak dijadikannya sebagai beban. Richard menambahkan “Segala sesuatu harus kita lakukan harus dengan penuh tanggung jawab, sabar dan punya percaya diri yakin bahwa apa yang kita lakukan itu akan berhasil walaupun  dalam bentuk proses cepat atau lambat.” Kepawaiannya dalam mencetak juara dunia juga mendatangkan berkat tersendiri bagi Richard, sehingga juga mampu menyabet 5x pelatih terbaik, “Semua itu karena Tuhan’, ujar Richard dalam pembicaraannya dengan VifaMedia

Terkadang zona nyaman terkadang membuat Richard lupa diri, yakni adanya kesombongan dalam diri. Akibat dari kesombongannya, di tahun 2016 Richard pernah di skors oleh PBSI yang merupakan induk olahraga Bulutangkis Indonesia. “Saya sadar bahwa saya sudah salah, jadi saya berdoa sama Tuhan saya minta ampun dan saya bersyukur mungkin di dalam saya di siding di PBSI itu, saya yakin pada saat itu tidak ada kata-kata yang saya Tarik mundur, tetapi anehnya saya tidak sampai kata-kata bahwa saya mundur ternyata disitu saya yakin bahwa Tuhan menjaga saya. Padahal 6 bulan lagi olimpiade di brazil, dan di olimpiade itu saya diberikan suatu berkat luar biasa bahwa atlet saya bisa meraih medali emas.” 

BACA JUGA  Pengaruh Gadget Pada Anak dan Dewasa Sama-Sama Berbahaya
Mengantarkan Pasangan Ganda Campuran Indonesia Meraih Juara Dunia dan Olimpiade.

Richard juga menceritakan moment yang tak terlupakan saat final Olimpiade 2016 di Brazil, dimana moment tersebut menurut Richard di luar nalar manusia, berbekal buku renungan harian membuat keyakinan Richard untuk menyabet emas di turnamen tersebut. Dan bagi Richard itu merupakan moment sakral, karena murupakan gelar emas pertama yang dapat diraihnya setelah 16 tahun kepelatihannya. Dan juga pada saat ini itu menjadi kado ulang tahun bagi bangsa Indonesia, karena pada saat itu final dilaksanakan bertepatan dengan 17 Agustus 2016.

“Jadi babak pertama sampai final itu, setiap pagi saya selalu baca renungan pagi ya, atlet saya masuk final tepat pada tanggal 17 agustus. Saya biasa datang bawa buku santapan harian saya duduk saya berdoia saya sarapan, saya baca ada 1 ulasan yang dimana tertulis:

“Setiap menyaksikan pengalungan medali emas kepada atlet atau olahragawan dari Indonesia yang bertanding di luar negeri, tidak bisa dipungkiri ada rasa haru di dada. Lagu Indonesia Raya berkumandang di jagad internasional.”

“Saya langsung dari situ terdiam, tidak sadar saya menangis. Langsung saya bilang Tuhan atlet saya sebentar malam final. Saya minta Tuhan, bacaan pagi saya ini terbukti sebentar malam.” Ungkap Richard yang sangat antusias menceritakan moment itu.

“Setiap servis mereka saya bilang dalam nama Tuhan Yesus point, dan akihirnya menang dari point yang rame akhirnya dia bisa melejit sampe 21-12 yang anehnya orang semua wartawan semua selalu event seperti  begitu pelatih melompat ke lapangan saya tidak bisa saya duduk kaget, saya kaget karena kok benar?” Ungkap Richard yang saat itu langsung berlinang air mata.

Pada akhir pembicaraan, Richard memberikan pesan bagi semua orang, untuk mengutamakan doa, selain berdoa kita harus mengerjakan bagian kita yakni untuk sabar dalam proses, dan terus berjuang dalam menggapai cita-cita.(Vifa 9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here