Cerita dan Pesan Pdt. Dr. dr. Dwijo Saputro Usai Divaksin Covid-19

0
Pdt. Dwijo Saputro
Pdt. Dwijo Saputro. (Foto-foto: DOK Istimewa)

Jakarta – Masyarkat lanjut usia (lansia) akhirnya secara resmi diizinkan menerima vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Keputusan ini diambil setelah terbitnya izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap vaksin Sinovac untuk masyarakat usia di atas 60 tahun.

“Uji klinik fase 1 dan 2 di Cina yang melibatkan subjek lansia sebanyak 400 orang, menunjukkan bahwa vaksin Coronavac yang diberikan dengan 2 dosis vaksin dengan jarak 28 hari menunjukkan hasil imunogenisitas yang baik yaitu dengan sereconversion rate setelah 28 hari pemberian dosis kedua adalah 97,96%,” kata Juru Bicara BPOM, Dr. L . Rizka Andalusia dalam konferensi pers virtual di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/2/2021).

Pada kesempatan perdana, yang menerima vaksin untuk lansia adalah para tenaga kesehatan (nakes). Selanjutnya pemerintah akan mendata masyarakat yang berusia di atas 60 tahun agar bisa mendapatkan vaksin.

Salah seorang yang ikut dalam vaksin perdana untuk para nakes lansia pada, Senin (8/2/2021) adalah dokter spesialis psikiatri Pdt. Dr. dr. Dwijo Saputro, S.PKJ yang juga gembala di bawah naungan Sinode GBI.

BACA JUGA  Dengerin Lagu Sidney Mohede “Only You”, Para Pasutri Dijamin Baper

Menurutnya, usai menerima vaksin dirinya tidak mengalami gejala yang membahayakan dan tetap memiliki kondisi tubuh yang prima. “Sampai pagi ini kondisi saya baik, tidak merasakan gejala apapun setelah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19,” ungkap Pdt. Dwijo kepada Vifamedia melalui WhatsApp, Rabu (10/2/2021).

Pdt. Dwijo mengapresiasi langkah yang diambil oleh pemerintah. Sebab nakes lansia saat ini masih banyak yang aktif melayani pasien. “Kami (nakes lansia) jadi mendapatkan perlindungan yang lebih memadai disamping tetap menerapkan protokol kesehatan 5M,” ungkapnya.

Pdt. Dwijo mengungkapkan vaksin sangat penting bagi semua orang. Sebab vaksin dapat mencegah komplikasi dari virus Covid-19.

“Tidak semua orang paham akan kerentanan di dalam tubuhnya, meskipun seringkali diberitakan ada komorbid yang menyertai seseorang dan waktu menderita covid kondisinya akan semakin parah. Tapi yang perlu diperhatikan dengan memperoleh vaksinasi maka segala komplikasi yang bisa saja terjadi dapat dicegah atau dengan kata lain akan diperingan penyakitnya,” kata Pdt. Dwijo dalam video yang ditayangkan di akun laman Facebook Badan Pekerja Harian GBI.

BACA JUGA  Willem Frans Ansanay : “Jokowi Tidak Ada Beban Politik Bila Melakukan Reshuffle Kabinet”

Lebih jauh, vaksin akan menciptakan antibodi dalam tubuh untuk melawan Covid-19. Untuk itu ketika divaksin maka seseorang akan melindungi dirinya juga orang di sekitarnya.

“Tidak perlu takut menerima vaksin karena keamanan sudah terbukti. Apabila saudara mendapatkan vaksinasi, jelas sekali rasa sakit yang ditimbulkan minim, rasa tidak nyaman juga minim. Pastikan kita semua menerima vaksinasi covid-19 supaya Indonesia sehat,” pesan pendeta yang saat ini sudah berusia 71 tahun.

Di sisi lain, pendiri Smart Kid Clinic ini mengingatkan supaya semua orang tetap menjaga diri dan terus menerapkan protokol kesehatan. Sebab tingginya kasus Covid-19 di Indonesia disebabkan oleh banyak hal mulai dari sifat virus corona, faktor sarana prasana, hingga faktor prilaku manusia dan lain-lain.

“Ini realitas masyarakat kita. Jangan melihat permasalahan ini hanya secara superficial dan cenderung menyalahkan kebijakan yang sudah dibuat pemerintah,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here