Dirjen Bimas Kristen RI: Tugas Gereja Bukan Hanya Meminta Umat Ikut Vaksin, Tapi Juga Mengedukasi

0
Thomas Pentury
Dirjen Bimas Kristen RI Prof Thomas Pentury. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Vaksinasi yang sedang digalakkan pemerintah saat ini harus didukung berbagai pihak, termasuk gereja. Namun, gereja jangan hanya meminta warganya untuk ikut vaksin melainkan juga harus memberikan edukasi soal vaksinasi.

“Saya kira pertanyaan mengapa gereja atau umat harus diedukasi itu menjadi penting karena, pandemi COVID-19 ini memberi dampak negatif bagi gereja, khususnya dalam pertumbuhan gereja,” kata Dirjen Bimas Kristen RI, Prof Thomas Pentury dalam webinar Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) “Vaksin Covid-19: Lindungan Diri, Keluarga, Bangsa dan Negeri”, Selasa (23/3/2021).

Edukasi, kata Thomas menjadi kunci supaya jemaat benar-benar tahu manfaat serta berita yang benar terkait vaksinasi. Sebab saat ini ada banyak berita bohong yang beredar terkait vaksinasi.

“Gereja dalam hal ini harus mengerti apa sebenarnya tujuan vaksinasi itu. Kalau tidak kita semua akan menjadi korban. Kalau tidak ada upaya apapun, maka bumi ini akan musnah hanya karena COVID-19 ini. Tapi Tuhan punya cara untuk melindungi bumi ini. Tujuan pertama adalah menurunkan angka kesakitan karena kesakitan itu dampaknya banyak,” jelasnya.

Baca juga:  Sinode GPIB Gelar Vaksinasi Covid-19

Thomas meminta seluruh warga gereja termasuk organisasi Kristen seperti GAMKI, GMKI terus mensosialisasikan program vaksinasi kepada masyarakat.

“Berharap kepada seluruh gereja-gereja, organisasi gereja termasuk di dalamnya GAMKI dan GMKI untuk turut serta dalam proses vaksinasi ini dan mensosialisasikan bahwa vaksinasi adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga bumi, manusianya, juga memberi ruang bagi manusia atau umat untuk tetap bisa melayani Tuhan,” kata Thomas.

Sementara itu penanggap dalam webinar, Bishop Gereja Methodist Indonesia Wilayah I Pdt. K.W Sinurat mengajak gereja tetap bijak menghadapi Covid-19. Ia juga meminta gereja terus mengedukasi jemaat terkait vaksinasi agar tidak mudah tertipu dengan kabar bohong yang berkembang.

“Gereja dalam menghadapi pandemi ini harus mendidik warga gerejanya untuk bisa bijak dalam menanggapi informasi yang beredar di media sosial. Karena ada upaya-upaya pihak tertentu untuk menyampaikan beberapa berita bohong tentang vaksin. Bahkan ada kelompok tertentu mencoba untuk menolak vaksin.”

Baca juga:  Begini Cara Mengajak Generasi Z Terlibat dalam Pekabaran Injil dan Pemuridan

Senada, Sekum GBI Pdt. Josafat Mesach meminta para pimpinan sinode maupun gereja terus mengedukasi jemaat terkait program vaksinasi. “Jadi, warga jemaat itu pasti lebih menurut kepada apa yang disampaikan oleh ketua sinodenya. Disinilah perlu kita mendorong agar semua sinode membuat edukasi yang baik dengan berbagai sarana,” pesannya.

Di sisi lain, GAMKI yang diwakili Sherly Wattimena menjelaskan GAMKI akan terus terlibat aktif dalam mensosialisasikan kepada gereja tentang pentingnya vaksin Covid-19. “GAMKI memposisikan diri sebagai mitra pemerintah baik membantu kementerian dan lembaga terkait edukasi dan sosialisasi, termasuk untuk pendataan penerima vaksin di daerah-daerah, terkhusus di lingkungan gereja-gereja,” katanya.

Untuk diketahui. Selain Thomas Pentury, keynote speaker lainnya dalam webinar ini seperti Ketua Bidang Pakar Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito dan Juru Bicara Vaksin Covid-19,PT. Bio Farma Bambang Heriyanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here