Dirjen Bimas Kristen: SDM Papua Harus Disiapkan dari Sisi Agama dan Ilmu

0
Dirjen Bimas Kristen RI Prof Thomas Pentury ketika memimpin rapat. (Foto: Dok Dirjen Bimas Kristen)

Jakarta – Dirjen Bimas Kristen RI Thomas Pentury menggelar rapat program “Kita Cinta Papua”. Papua Bangga tentang Afirmasi Pendidikan Orang Asli Papua (OAP), pada Satuan Pendidikan Tingkat Dasar, Tingkat Menengah, dan Pendidikan Tinggi, Kamis (25/3/2021).

Turut hadir, Sekretaris Ditjen Bimas Kristen, Direktur Pendidikan Agama Kristen, para pejabat Eselon III Ditjen Bimas Kristen, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Ukhuwah Islamiyah Penguatan Ormas dan Stakeholder Jaringan Keagamaan serta Moderasi Beragama.

Hadir sebagai tamu undangan Sekretaris Ditjen Bimas Katolik, Direktur Pendidikan Agama Buddha Ditjen Bimas Buddha, para pejabat dan ASN dari Biro Hukum dan Biro Perencanaan Kementerian Agama RI.

“Kita harus menyiapkan SDM Papua bukan hanya dari sisi keagamaan saja, tetapi juga SDM di bidang ilmu yang lain,” kata Thomas Pentury dalam sambutan yang dilansir dari laman Dirjen Bimas Kristen.

Baca juga:  Paskah Jalan Keluar di Masa-Masa Sulit

Menurutnya, pertemuan kali ini untuk membahas program apa saja yang akan diimplementasikan oleh Kemenag, dan merupakan tindak lanjut dari rapat tanggal 19 Maret 2021.

“Sebagai tindak lanjut pelaksanaan PP No. 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024, maka diperlukan langkah-langkah terobosan, terpadu, tepat, fokus, dan sinergi antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk mewujudkan masyarakat Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat yang maju, sejahtera, damai, dan bermartabat di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, oleh karena itu lahirlah Inpres No. 9 Tahun 2020,” ungkapnya.

“Oleh karena itu, banyak yang perlu kita kembangkan, salah satunya adalah mengembangkan pola afirmasi kepada mahasiswa Papua yang awalnya hanya untuk 7 Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKKN) di bawah naungan Kementerian Agama, bisa masuk juga ke universitas lain yang masih berbasis Kristen, sehingga kita bisa berkolaborasi dengan Kemendikbud untuk memajukan Papua,” tambah Pentury.

Baca juga:  PGI Mendukung Keberadaan Majelis Rakyat Papua yang Luput dari Perhatian

Sementara itu, staf khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz mengungkapkan tahun ini program prioritas yang akan dilakukan untuk Papua adalah membangun sekolah berpola asrama yang akan disinergikan dengan Kemendikbud.

“Kita harus menciptakan program yang bisa disasar oleh anak muda, misalnya dengan program anak muda lintas iman. Jadi anak-anak muda yang melek komunikasi dan teknologi bisa memviralkan program kita tanpa batasan, sehingga Moderasi Beragama juga terimplementasikan melalui program ini,” kata Aziz.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here