Doa untuk Bangsa, Seruan PGI dalam Menghayati Masa Paskah

0
PGI
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI)

Jakarta – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengajak gereja khususnya umat Kristiani di manapun untuk berdoa bagi bangsa dalam menghayati serta menyambut masa Paskah. Hal tersebut tertuang dalam surat dengan judul “Doa untuk Bangsa Menyambut Paskah” yang ditandatangani Ketum PGI Pdt Gomar Gultom dan Sekretaris Umum PGI Pdt Jacklevyn F Manuputty.

“Dalam tangisan dan kepedihan karena pendemi yang belum juga berakhir, kini kita menangisi aksi brutal bom bunuh diri yang melukai kurang lebih 14 orang di Gereja Katedral Makassar,” pembuka surat dengan No: 075/PGI-XVII/2021.

Seperti tema paskah 2021 dari Yohanes 20:14-16, gereja terpanggil untuk berpaling pada “Sang Hidup.” Masih dalam surat tersebut, PGI menjelaskan bahwa peristiwa bom bunuh diri di Makassar menambah daftar panjang aksi kekerasan dan teror yang terjadi di nusantara.

Baca juga:  Ketua PGI Buka SMSI ke-80 GMIM

Ada 5 poin yang himbauan PGI kepada semua warga bangsa dan umat Kristiani. Pertama, PGI mengecam keras segala aksi kekerasan dan terorisme karena kekerasan tidak pernah mampu menyelesaikan masalah. Namun, meskipun gereja sering dijadikan sasaran PGI meminta umat tidak usah menyikapi dengan reaksi yang berlebihan.

“Paskah mengajarkan pengampunan, dan melalui spirit pengampunan itu, kita terus mendoakan pelaku dan orang-orang di sekitarnya agar tersentuh oleh kasih-Nya dan dapat berbalik kepada Sang Hidup.”

Kedua, dalam memasuki rangkaian Minggu Paskah (Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Sunyi, dan Minggu Kebangkitan) PGI meminta umat Kristiani waspada dalam doa. Selain itu, bila dalam rangkaian Minggu Paskah dirayakan dalam bentuk persekutuan ragawi, tetap waspada dengan ancaman kekerasan baru sambil tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga:  PGI Dukung SKB 3 Menteri

Ketiga, PGI mengajak umat Kristiani berdoa bagi para korban agar diberikan pemulihan secara fisik maupun batin.

Keempat, PGI mengajak umat Kristiani mendoakan pemerintah dan elemen bangsa untuk terus mengedepankan semangat kebangsaan ketimbang kepentingan-kepentingan politik dan politisasi agama menghadapi berbagai upaya kelompok teror di kawasan Asia maupun Internasional.

“Kita berdoa agar pemerintah dan aparat dapat melaksanakan tugas dengan baik. Pencegahan mesti mendapat prioritas bersama semua elemen bangsa termasuk gereja.”

Kelima, terus bangun solidaritas sesama anak bangsa untuk bersama-sama menyalakan lilin pengharapan di tengah ancaman perpecahan yang terus terjadi akibat aksi terorisme seperti bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here