Donald Trump dan Joe Biden Terjebak Dalam Politik Agama. Politik Agama Akankah Laku di Amerika?

0
ilustrasi : trump vs biden mengangkat isu politik agama, masih laku ? sumber foto : CNBC.

Mendekati bulan November 2020, politik di Amerika Serikat (AS) terus “memanas”. Dua kandidat presiden, baik petahana yang dari partai Republik Donald Trump dan “penantang” dari partai Demokrat, Joe Biden, “saling serang menyerang”.

Dikutip dari sindonews.com, petahana dari Partai Republik, Donald Trump mulai memainkan isu agama. Dia menyebut rivalnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, sosok yang melawan Tuhan dan anti-senjata.

Donald Trump mengggunakan isu agama untuk meraih dukungan pemilih di negara bagian Ohio yang dalam jajak pendapat kalah dari Biden.

“Dia mengikuti agenda kiri-radikal; singkirkan senjata Anda, hancurkan Amandemen Kedua Anda, tidak ada agama, tidak ada apa pun, menyakiti Alkitab, menyakiti Tuhan,” kata Trump tentang Biden dalam pidatonya di Cleveland. “Dia melawan Tuhan,” katanya dikutip dari sindonews, berita yang dimuat Reuters, Jumat (7/8/2020).

Apa yang dikatakannya itu dapat memperkuat dukungan dari blok Kristen konservatif partainya yang cukup besar dan juga merusak pandangan pemilih terhadap Biden, Wakil Presiden Katolik pertama dalam sejarah AS.

Baca juga:  Kepedulian GKJW Terhadap Pekerja Migran

Donald Trump bahkan, seperti yang ditulis antvklik.com yang dikutip dari Huffington Post, menyebut pandemi virus corona adalah cara Tuhan untuk menguji dirinya. Virus corona diketahui telah menewaskan lenih dari 170.000 orang di seluruh wilayah AS.

Hal itu disampaikan Donald Trump saat membanggakan “keajaiban ekonomi” AS yang diklaim telah dicapai sebelum pandemi corona merajalela.

Bahkan, Donald Trump mengungkapkan momen saat dirinya bicara dengan Tuhan soal rekam jejaknya sebagai presiden AS.

“Kita telah membangun perekonomian terhebat dalam sejarah dunia, dan sekarang saya harus melakukannya lagi,” ucap Trump saat berbicara dalam kampanye di Minnesota.

Ilustrasi Gambar Biden vs Trump (sumber : bbc.com).

“Kamu tahu apa itu?” Tanya Trump. “Itu Tuhan yang sedang menguji saya. Dia berkata, ‘Kamu tahu, kamu telah melakukannya sekali.’ Dan saya berkata, ‘Apakah saya melakukannya dengan baik, Tuhan? Sayalah satu-satunya yang bisa melakukannya’.” Imbuhnya.

Baca juga:  Kemenkes Terbitkan Surat Edaran, Masyarakat Bisa Vaksin di Mana Saja

Menurut Donald Trump, Tuhan tidak senang dengan kesombongannya. “(Tuhan) berkata,’ Itu tidak seharusnya kamu katakan. Sekarang kita akan membuatmu melakukannya lagi” katanya.

“Saya berkata, ‘Oke, saya setuju. Anda mendapatkan saya’.”katanya. “Tapi saya telah melakukannya sekali. Dan sekarang saya melakukannya lagi.”

Biden sendiri, seperti dikuti dari Sindonews, sering membahas bagaimana iman Katolik-nya telah memandu tindakannya sebagai pejabat public. Dalam sebuah pernyataan pada Kamis malam, Biden mengatakan serangan Trump “memalukan”. Dia menegaskan bahwa iman telah menjadi fondasi hidupnya.

“Komentar Presiden Trump mengungkapkan lebih banyak tentang dia daripada yang mereka lakukan tentang orang lain. Mereka menunjukkan kepada kita seorang pria yang bersedia merendahkan diri untuk keuntungan politik, dan seseorang yang tindakannya sangat bertentangan dengan nilai dan ajaran yang dianutnya,” kata Biden. (dbs/Vifa5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here