DPP GAMKI dan PSW LPPM UKI Ajak Perempuan Jadi Tangguh di Tengah Pandemi

0
Webinar DPP GAMKI dan PSW LPPM UKI
Para peserta webinar kerjasama DPP GAMKI dan PSW LPPM UKI. (Foto: Tangkapan layar)

Jakarta – Perempuan memiliki peran vital baik dalam keluarga maupun masyarakat. Untuk itu seorang perempuan harus jadi tangguh agar mampu menjalankan perannya secara maksimal. Hal tersebut diungkap Ketua Pusat Studi Wanita Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PSW LPPM) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Artje Tehupeiory.

“Tak terkecuali saat pandemi Covid-19 melanda, kehadiran perempuan mampu memberi pengaruh positif. Oleh karenanya, LPPM UKI dan GAMKI bisa terus bersinergi demi meningkatkan kesadaran perempuan akan keberadaannya di tengah lingkungan,” katanya dalam webinar kerjasama DPP GAMKI dan PSW LPPM UKI “Menjadi Perempuan Tangguh di Tengah Pandemi Covid-19″ beberapa waktu lalu yang disiarkan melalui kanal Youtube LPPM UKI Jakarta.

Sekum DPP GAMKI Sahat Sinurat dalam sambutan mengatakan saat ini banyak perempuan Indonesia yang berkiprah di berbagai bidang. Sudah seharusnya semakin banyak perempuan yang bangkit.

Baca juga:  Sidak ke Rawasari, Jokowi Cek Pelaksanaan PPKM Mikro

“Banyak perempuan-perempuan Indonesia yang saat ini berkiprah di berbagai bidang, sebagai pemimpin di perusahaan, birokrasi, sektor pendidikan, dan lainnya. Kita harus terus mendorong agar semakin banyak perempuan tangguh yang berperan dalam keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.

Di sisi lain, Koordinator Bidang Pembinaan Kelembagaan Promosi dan Kerjasama Peningkatan Produktivitas Direktorat Bina Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja, Astri Christafilia Litha menjelaskan, perempuan pada dasarnya mampu melakukan berbagai hal. Namun, semua itu diperlukan manajemen waktu yang baik.

“Peran ganda perempuan, di tengah keluarga dan masyarakat bukanlah sesuatu yang mudah dijalani. Kedua peran itu dapat berjalan dengan baik, bila perempuan mampu melakukan manajemen waktu serta menjaga diri tetap produktif. Seperti melibatkan diri di UMKM, aktif menulis, atau pun menjadi Youtuber,” kata Astri.

Baca juga:  Pentingnya Membangun Dialog Antar Agama yang Konstruktif

Sementara itu, Sekretaris PSW LPPM UKI Audra Jovani lewat penelitian yang dilakukan diskriminasi gender masih terjadi di Indonesia. Untuk itu ia mengajak para perempuan mampu mendobraknya lewat prestasi dan edukasi yang terkait dengan kesetaraan gender.

Senada, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DPP GAMKI Helen Diana Vida meminta para perempuan bangkit dan lawan dengan cara-cara yang positif. “Perempuan yang tangguh harus mau memberdayakan diri agar bisa memutuskan sendiri apa yang menjadi masa depannya,” pesan Helen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here