DPP PIKI Mendesak Aparat Keamanan Segera Menuntaskan Kasus Pembataian Sadis di Sigi

0
Pos Pelayanan Bala Keselamatan yang Dibakar

Polisi memastikan 8 orang pelaku pembantaian sadis dan pembakaran rumah dan tempat beribadah – pos pelayanan Gereja Bala Keselamatan, di Desa Lembatongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulteng, Jumat (27/11/2020), pukul 10.00 Wita, dipimpin kelompok Ali Kalora. 

Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) dengan tegas berkata peristiwa itu sangat memilukan dan sekaligus membangkitkan emosi kemanusiaan. “Peristiwa itu mempertontonkan secara vulgar sebuah perilaku barbar. Prilaku yang sangat biadab dan layak dikecam oleh semua orang beradab,”demikian isi dari pernyataan sikap PIKI yang dikirim Sekretaris Jendral PIKI, Audy WMR Wuisang, S.Th, M.Si kepada vifamedia.

Ilustrasi : Logo PIKI

DPP-PIKI juga mengungkapkan turut berduka dan berprihatin yang sangat mendalam terhadap semua keluarga yang sedang berduka. Termasuk warga masyarakat sekitar yang tersentak serta mengalami shock akibat kejadian maha biadab tersebut. 

“Seluruh sahabat pelayanan atau khusus jemaat Gereja BALA KESELAMATAN di Desa Tongoa, yang tersentak akibat kejadian teror yang sangat memprihatinkan tersebut. Kami mendoakan penghiburan yang sejati kepada sekalian umat dan jemaat Bala Keselamatan serta keluarga yang berduka,” demikian pernyataan sikap DPP PIKI yang dikeluarkan, Jakarta, 30 November 2020

Baca juga:  Kapolda Papua Paulus Waterpauw Bicara Soal Pemuda dan 1 Timotius 4:12

Melihat sering terjadi peristiwa barbar dan biadab di Provinsi Sulawesi Tengah, DPP PIKI menegaskan beberapa point. Pertama, adalah keharusan bagi pemerintah dan aparat keamanan untuk sesegera mungkin mengusut serta menuntaskan kasus ini. Menindak tegas para pelaku pembantaian biadab tersebut dan juga memastikan keamanan bagi masyarakat dengan menjamin tidak akan terulang kembali peristiwa yang menyeramkan sebagaimana yang baru saja terjadi.

Puing-puing rumah ibadah (Pos Pelayanan) Gereja Bala Keselamatan yang dibakar

Kedua, memastikan proses trauma healing bagi keluarga dan jemaat Bala Keselamatan di lokasi kejadian dan juga normalisasi kehidupan masyarakat di sekitar desa Tongoa, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

Ketiga, mendorong peran tokoh agama, tokoh adat dan tentu tokoh masyarakat untuk

bersikap proaktif dalam upaya penanggulangan gerakan-gerakan melegalkan cara-cara terror yang sungguh menodai nilai-nilai luhur agama, budaya maupun kebangsaan. Sekaligus memastikan tidak ada lagi toleransi dan perlindungan terhadap gerakan yang sangat merusak keamanan dan mencederai rasa kemanusiaan.

Baca juga:  Ketum GBI Ajak Umat Kristiani Bersatu, Berdoa Untuk Keluarga Korban Pembunuhan Sadis di Sigi

Keempat, mengajak gereja-gereja dan umat Kristen untuk tekun berdoa sambil terus membangun relasi horizontal dengan sesama umat beragama sebagai prasayarat hidup bersama secara damai di lingkungan negeri tercinta, Indonesia.

“Kami sadar bahwa pemerintah dan aparat penegak keamanan sudah berusaha keras dalam upaya penegakkan keamanan di daerah Poso dan Sulawesi Tengah. Karena itu, kami terus berdoa dan juga mendukung langkah pemerintah memastikan terciptanya keamanan dan ketentraman masyarakat di NKRI,”.

DPP PIKI berharap pernyataan sikapnya dapat menjadi perhatian pihak terkait dalam penyelesaian masalah pembantaian warga dan pembakaran rumah ibadah di Desa Lemban Tongoa, Sulteng.

Demikian pernyataan sikap DPP PIKI yang ditandatangani oleh Ketua Umum, Baktinendra Prawiro, MSc, M.H, dan Sekretaris Jendral Audy WMR Wuisang, STh, MSi.(NBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here