Dr. Florence Panggabean, CHt, Hadirkan Buku Hipnotis Plus

1

Dunia dibuat pusing oleh pandemi Covid-19. Adanya pandemi Covid-19 ini telah “merusak” sendi-sendi ekonomi dunia. Sekarang ini melihat perusahaan-perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja atau “pemecatan”. Semuanya menjadi tidak pasti, soal Covid-19 ini akan berakhir kapan.

Akibatnya, menimbulkan berbagai jenis perasaan, diantaranya stres, khawatir, cemas, marah, depresi, hingga rasa takut.

Dr. Florence Panggabean, CHt

Di tengah berbagai jenis perasaan itu, cobalah untuk membaca sebuah buku yang ditulis oleh Dr. Florence Panggabean, CHt, yang berjudul “Hipnotis Plus”, yang dapat membawa perasaan pembaca untuk tidak lagi memikirkan tentang Covid-19.

Sampul buku “Hipnotis Plus” terpampang foto dari penulis, berdampingan dengan gambar kepala seseorang yang transparan—sehingga isi kepala tampak terlihat.

Buku yang diterbitkan dan dicetak oleh CV. Media Cakrawala Global, Jakarta (Anggota IKAPI) ini dicetak pertama pada 2013 dan kedua, di tahun 2014 (revisi).

Buku “Hipnotis Plus”.

Ucapan terima kasih menjadi pembuka buku “Hipnotis Plus”. Lalu daftar isi mengurai bab demi bab yang berjumlah VIII bab, dengan judul-judul yang teratur dalam halaman-halaman sebanyak 145.

Di bab paling akhir, ditutup dengan bibliography penulis. Sedangkan di sampul buku paling belakang terurai catatan-catatan semacam kesimpulan dari buku, “Hipnotis Plus”.

“Hipnotis Plus” juga menerangkan bagaimana anda dapat menghipnotis diri sendiri dan memberdayakan diri anda menjadi pribadi yang lebih baik di segala bidang kehidupan,”kutipan yang ada di sampul belakang buku.

BACA JUGA  Maraknya Peredaran Narkoba Disaat Covid-19, Jefri Tambayong Meminta Tokoh Agama Tingkatkan Peran Penyuluhan

“Jangan takut melakukan kesalahan, semua orang pernah melakukannya. Teruslah belajar dan melakukan latihan-latihan,”

Saat berbincang-bincang dengan Dr. Florence Panggabean, CHt, di rumahnya yang berada di daerah Pulo Gadung, terungkap tempat kelahirannya di Palu, Desember 1974.,

Anak dari pasangan, dr. PASH Panggabean dan Magdalena Sirait, menyelesaikan fakultas kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) tahun 1993.

Lulus dari fakultas kedokteran, Dr. Florence Panggabean, CHt, praktik di antaranya, di apotek, di BPJS perusahaan, di Yayasan, di rumah sakit dan pernah praktik hipnoterapi. “Saya mengambil praktik hipnoterapi karena saya tertarik mempelajari tentang pikiran. Sejak kecil saya senang memperhatikan orang dan mencari tahu kelebihan seseorang. Itu sebabnya saya ambil imlu jiwa karena memang erat kaitannya dengan medis hipnoterapi,”ceriteranya.

Disinggung soal bukunya, Dr. Florence Panggabean, CHt, mengatakan sejak tahun 2006, timbul keinginannya untuk membuat buku hipnotis karena dipikirna ilmu tersebut bagus untuk di share. “Saya pikir seharusnya orang-orang tahu tentang mindset, pola pikir dan cara berpikir manusia. Pada tahun 2006, cuma jadi satu lembar folio karena memang tidak bisa menulis. Setelah itu, terhenti karena tidak tahu mau nulis apa lagi. Saya ingin melupakan untuk menulis buku, tapi suatu ketika saya mulai menulis dengan buat timeline di Kertas,”tuturnya, dan tidak terasa, pada tahun 2014 tiba-tiba di kepalanya keluar kata-kata.

BACA JUGA  Peduli Sesama, GKJ Pamulang Gandeng PMI Gelar Donor Darah

Saat itu juga, Dr. Florence Panggabean, CHt yang akrab disapa dokter Flo ini, menulis di notes hand phone. Setiap kata yang muncul dikepalanya langsung ditulis. “Saya ikuti saja apa yang ada di kepala. Kadang malem mau tidur, kadang lagi di mobil, pokoknya begitu muncul saya langsung ketik di notes hand phone,”paparnya.

Adiknya yang akrap disapa Keke, berkata agar catatan-catatan yang ada di notes itu supaya dijadikan buku. “Saya turuti, dan jadilah buku. Saya pikir dengan dijadikan buku maka dapat membagi ilmu kepada banyak orang. Itu sebabnya ketika saya jual atau bekerjasama dengan Gramedia, saya tidak mikir soal uang, intinya dapat berbagi ilmu,”jelasnya.

Bukunya, selain memang ada yang didistribusikan, dokter flo juga membagi-bagikan gratis kepada pasien-pasiennya yang memiliki beban pikiran. “Jadi idak semua pasien saya bagikan, hanya yang memiliki masalah dengan pikiran yang saya bagikan,”tegas dokter Flo yang seorang dokter umum. (Vifa 5).

1 KOMENTAR

  1. Saya melihat hypno sebagai hal yang sangat powerful, dan tidak boleh diajarkan secara sembarangan… Sebagai praktisi hypno, saya berharap buku ini hanya mengulas pemahaman saja, bukan mengajarkan teknik secara mendalam, karena pertanggungjawaban atas bagaimana orang yang belajar memperhunakan kemampuannya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here