Dr. Michael Wattimena, SE., M.Si Minta Pilkada Serentak 2020, Ditunda 3-6 Bulan Untuk Kepentingan Kesehatan Masyarakat Indonesia

0
ilustrasi : Dr. Michael Wattimena, SE., M.Si Minta Pilkada Serentak 2020, Ditunda.

Jumlah kumulatif kasus positif virus corona (Covid-19) setiap hari bertambah. Sampai berita ini diturunkan, Selasa, (22/09/2020) bertambah 4.071, bila ditotal tercatat 252.923 positif, 184.298 sembuh, 9.837 meninggal.

Dikuatirkan kumulatif kasus positif Covid-19 ini akan meningkat tajam dan dapat mengambil nyawa banyak anak bangsa Indonesia, dalam proses pagelaran Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) tingkat Provinsi dan Kabupaten Kota yang akan berlangsung pada Desember 2020 nanti.

Dari kekuatiran itu, mulai terdengar suara dari berbagai elemen bangsa ini untuk meminta pemerintah dapat menunda pagelaran PILKADA. Diantaranya yang meminta penundaan PILKADA, ormas Islam seperti Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) dan PP Muhammadiyah.

Dr. Michael Wattimena, SE., M.Si, mencermati dinamika pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, yang secara faktual telah diwarnai dengan banyaknya orang terpapar Covid-19, tidak hanya masyarakat, termasuk Paslon peserta Pilkada dan Ketua KPU RI Arief Budiman, serta banyak lagi komisioner penyelenggara pilkada.

BACA JUGA  Pandangan MUKI Melihat Toleransi Beragama di Indonesia Dimasa Pandemi dan penghujung tahun 2020

“Sungguh prihatin melihat banyak sudah yang menjadi korban Covid-19, terkait dengan pelaksanaan pilkada serentak 9 Desember 2020 ini” ujar Michael sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (MPO GAMKI), dalam keterangannya kepada media Selasa (22/9/2020).

Dr. Michael Wattimena, SE., M.Si,
Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia

(MPO GAMKI).

Keprihatinan Michael mengingat juga, jadwal pelaksanaan pilkada serentak, akan memasuki masa kampanye.

“Hingga sekarang tingkat keparahan pandemi Covid-19, masih tinggi dan hampir merata disemua daerah, sebentar nanti akan dimulai masa kampanye, janganlah pilkada ini memunculkan klaster ataupun menjadi episentrum penyebaran virus Covid-19,” harap pria yang pernah menjadi DPR RI dua periode.

“Saya pikir apa yang disuarakan oleh tokoh-tokoh kita, termasuk suara keprihatinan ormas-ormas keagamaan, yang meminta penundaan pelaksanaan pilkada serentak, perlu mendapat perhatian serius pemerintah dan penyelenggara pilkada. Ada baiknya pelaksanaan pilkada serentak 9 Desember 2020, dapat dipertimbangkan ditunda, setidaknya untuk waktu 3-6 bulan ke depan,” terang Michael pemegang gelar akademik Doktor bidang manajemen perubahan.

BACA JUGA  GKSI Gelar Sidang Sinode Terapkan Protokol Kesehatan Ketat Pada Peserta Sidang

Penundaan pelaksanaan pilkada serentak, setidaknya selama 3-6 bulan ke depan, diharapkan Michael sebagai momentum penataan ulang persiapan dan kesiapan pelaksanaan pilkada serentak, secara khusus terkait tertib disiplin penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Janganlah pilkada serentak ini, menjadi klaster ataupun episentrum baru penyebaran virus Covid-19, bisa jadi ada daerah-daerah yang saat ini, relatif sudah terkendali penyebaran virus Covid-19, justru jangan sampai nantinya menjadi daerah pandemi, kita kan harus fokus dan prioritas kesehatan dan keselamatan, DPR sebagai representasi rakyat harus mendengar jeritan hati rakyat,” pungkas Michael, yang juga Ketua DPP Partai Demokrat. (Vifa5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here