Dr Michael Wattimena, SE., MM Memberikan Apresiasi Keputusan Gubernur DKI Jakarta Memberlakukan PSBB Ketat

0

Mulai Senin (14 Septermber 2020), Gubernur DKI Jakarta, H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D, berkata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan “menarik rem darurat” pada masa berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi menuju “New Normal”, dan memberlakukan kembali penerapan PSBB ketat sebagaimana diberlakukan mulanya pada Maret 2020.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria dalam keteragan persnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (9/9/2020) malam.
(sumber : pemprov dki jakarta)

Dengan adanya pemberlakukan PSBB ketat ini, pemerintah DKI Jakarta masih memberikan kelonggaran pada 11 bidang kerja untuk dapat beraktifitas, diantaranya, distribusi bahan pangan atau makanan minuman, energi, komunikasi dan teknologi informatika, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu dengan standar protokol kesehatan yaitu jaga jarak, pakai masker dan sering cuci tangan di air mengalir, serta menyediakan desinfektan.

Sedangkan di luar 11 bidang itu, berbagai aktifitas diminta untuk dilakukan dari rumah atau dikenal dengan istilah Work From Home (WFH), diantaranya, kegiatan sekolah, aktifitas masyakarat di tempat umum seperti taman kota, mall, pasar bahkan kegiatan peribadatan di rumah ibadah

Baca juga:  Natal MORE Marketplace Indonesia : Menjadi Sinar dan Terang ditengah pandemi

Keputusan ini diambil, kata H. Anies Rasyid Baswedan, yang akrab disapa, Anies, telah mempertimbangkan sejumlah faktor, yakni ketersediaan tempat tidur rumah sakit yang hampir penuh dan tingkat kematian yang tinggi.

“Tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta, kecuali untuk menarik rem darurat sesegera mungkin,” ujar Anies.

Ketua Mejelis Pertimbangan Organisasi (MPO) DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Dr. Michael Wattimena SE, MM, mengapresiasi keputusan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Ketua Mejelis Pertimbangan Organisasi (MPO) DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Dr. Michael Wattimena SE, MM

“Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang akan memberlakukan penerapan PSBB ketat, ini kebijakan yang ‘wise’, mengingat semakin tingginya penderita Covid-19, sementara ketersediaan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, saat ini tidak memadai daya tampungnya” ujar pria yang pernah dipercaya menjadi Ketua Umum DPP GAMKI selama dua periode.

Lebih dari itu, Dr. Michael Wattimena SE, MM, akrab disapa, Michael, memuji langkah-langkah yang telah diambil oleh Anies dalam menyikapi perkembangan penyebaran Covid-19.

Baca juga:  Menag Yaqut Cholil, Mengutip Matius 22 : 27 – 40 di Pemaparan Materi Sidang MPL-PGI

“Menurut saya, Gubernur Anies mengambil langkah cepat dan tepat, dalam mensikapi perkembangan pandemi Covid-19 di DKI Jakarta, dan itu sesuai dengan arahan Bapak Presiden RI, Joko Widodo, beberapa hari sebelum Gubernur Anies memutuskan memberlakukan PSBB ketat” jelas pemegang gelar akademik Doktor bidang Manajemen Perubahan tersebut.

Keputusan Anies, memberlakukan Kembali PSBB ketat, sebaliknya banyak mendapat kritikan, dengan alasan akan berdampak memperburuk perekonomian, dan memicu resesi, Michael Wattimena yang juga pernah menjadi Anggota DPR RI selama 2 periode, menerangkan kondisi Indonesia saat ini memang sudah dalam fase resesi, bila dilihat dengan tolok ukur tingkat pertumbuhan yang sudah dua kwartal minus.

“Kalau dari tolok ukur dua kwartal ini kita kondisi minus, maka menurut penjelasan Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani, kita memang sudah masuk resesi. Yah, sebagaimana dijelaskan Ibu Menteri, kita harapkan kwartal ini kita bisa bangkit, pertumbuhan ekonomi kita bisa kembali positif, namun bila tidak, menurut saya, kita akan masuk fase depresi ekonomi” ucap Michael.

Menutup keterangannya, Michael mengajak masyarakat, warga gereja khususnya, untuk membantu pemerintah, dapat bersama-sama menjaga diri, disiplin menerapkan protokol kesehatan, untuk sementara hindari, ataupun jangan lakukan pertemuan-pertemuan fisik, termasuk juga peribadahan, agar dapat diadakan secara online. (Vifa5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here