Duet Dr. Badikenita Br. Sitepu dan Audy Wuisang, Pimpin PIKI Periode 2020-2025

0
PIKI
Ketum PIKI 2020-2025 Dr. Badikenita Br. Sitepu dan Sekjen Audy Wuisang. (Foto-foto: Istimewa)

Jakarta – Dr. Badekenita Br Sitepu dan Audy Wuisang terpilih menjadi ketua umum dan sekretaris jenderal Persatuan Inteligensia Kristen Kristen Indonesia (PIKI) periode 2020-2025 dalam Kongres VI yang digelar di Gran Melia Hotel, Sabtu-Minggu (10-11/4/2021).

Kongres dengan tema “Tegakkanlah Keadlian” (Amos 5:15b) diadakan secara hybrid (online dan onsite) karena pandemi. Meskipun sempat mundur dari jadwal, pelaksanaan kongres ini tetap memenuhi ketentuan AD/ART PIKI.

Menurut Ketua SC Kongres VI PIKI, David Pajung, semua peserta kongres dipastikan terbebas dari Covid-19 berdasarkan hasil swab antigen. Kehadiran peserta secara onsite juga benar-benar dibatasi.

“Meski tahun 2021 Pemerintah RI telah melaksanakan vaksin, Kongres hanya akan digelar satu hari setengah untuk melokalisir penyebaran virus Corona,” kata David dalam rilis yang dikeluarkan DPP PIKI, 11 April 2021.

Ketum PIKI periode 2015-2020 Baktinendra Prawiro dalam sambutan pada pembukaan kongres mengungkapkan selama 5 tahun ini ia melakukan penataan organisasi secara internal. Ia juga tetap memberikan masukan kepada pemerintah terkait kemasyarakatan dan berbangsa berdasarkan hasil kajian yang dilakukan PIKI.

“Keberadaan PIKI yang didirikan tahun 1963, oleh DPP PIKI periode 2015-2020 dilakukan re-discovery, re-vitalisasi (29 DPD & 59 DPC), re-inventing; berdasarkan pikiran kritis dan kajian obyektif dengan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum.”

Baca juga:  Pelayanan Banten TOP yang Tidak Kenal Lelah

Baktinendra juga mengucapkan terima kasih kepada para kolega DPP PIKI yang telah bersama-sama ikut melayani.

Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang hadir secara virtual dalam pembukaan mengatakan pentingnya peran intelektual Indonesia untuk kemajuan bangsa dan negara.

“Secara sosiologis ada dua kelompok Intelektual, kelompok pertama adalah intelektual yang kiprah dan pemikirannya berpijak pada cita-cita keagamaan. Kedua, Intelektual yang netral agama; mereka sama-sama memiliki peran dan kontribusi besar dalam perjuangan dan pembangunan bangsa serta negara Indonesia. Untuk segala bidang; pembangunan bangsa ini dari generasi ke generasi seharusnya membangun budaya yang menghargai peran intelektual. Dalam kondisi apapun intelektual konsisten bekerja untuk bangsa, tidak menjadi intelektual tukang yang kerja berdasarkan pesanan, apalagi mengkhianati bangsa dan negara,” paparnya.

Selain itu ada pesan dan sambutan dari Hashim Djojohadikusumo (Ketua Dewan Kehormatan PIKI periode 2015-2020), Cornelius Ronowidjojo (Ketua Dewan Penasihat PIKI), Pos Hutabarat (Ketua Dewan Pakar PIKI) dan Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty (Sekretaris Umum MPH PGI).

Diakhir Kongres VI, PIKI juga memberikan 9 rekomendasi sebagai berikut:

Baca juga:  Membuka Sidang MPL PGI, Jokowi Ajak Umat Kristen Bantu Pemerintah

Pertama, mempertajam visi organisasi sebagai organisasi intelektual bertaraf internasional diikuti dengan kontektualisasi serta relevan terhadap perkembangan yang ada atau yang sedang berlangsung (kontekstual);

Kedua, menghimpun dan mendayagunakan potensi kaum inteligensia Kristen sebagai alat mencapai keadilan sosial dengan menjadikan Pancasila sebagai sumber Inspirasi pergerakan organisasi;

Ketiga, membentuk Lembaga penelitian untuk memperkuat internal organisasi serta memberikan sumbangsih pemikiran kepada pemerintah;

Keempat, membangun kemitraan strategis dengan Lembaga pemerintah dan swasta dalam rangka mensejahterakan masyarakat dan membela kepentingan masyarakat;

Kelima, mendirikan lembaga pendidikan dan kajian Kristen, sebagai media peningkatan kemampuan inteligensia umat Kristiani Indonesia yang memiliki Integritas dan berkarakter;

Keenam, mendukung Pemerintah dalam memperpanjang Otsus di Papua dengan bersama sama melakukan pengawasan agar pembangunan secara berkeadilan dirasakan oleh seluruh masyarakat Papua;

Ketujuh, mendukung Upaya cepat tanggap pemerintah pusat dan daerah dalam menangani bencana alam yang melanda wilayah di Indonesia;

Kedelapan, mendukung upaya pemerintah dalam menangani gerakan separatisme dan terorisme yang muncul dalam kehidupan berbangsa dan bernegara;

Kesembilan, mendukung upaya pemerintah dalam melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here