Ev. Dharma Pongrekun Ingatkan Manusia ‘Diprogram’ untuk Memancarkan Kemuliaan Tuhan

0
Para jemaat di GBI Victorious Family Hotel Ciputra

Jakarta – Minggu (30/5/2021) bertempat di Victory Room lantai 6 Hotel Ciputra, Jakarta Barat, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Victorious Family yang digembalakan Ps Abraham Conrad Supit kembali menggelar ibadah secara onsite.

Tentunya ibadah tersebut diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan, misalnya setiap jemaat yang hadir wajib memakai masker dan tidak sedang demam/sakit. Begitu juga dengan para pelayan yang melayani.

Selain itu, ibadah juga disiarkan secara online melalui kanal Youtube ACS TV, Facebook Abraham Conrad Supit dan Instagram @psabrahamconradsupit.

Adapun pembicara yang membawakan firman Tuhan pada pukul 09.00 dilayani Ps Imam Darmawan, pukul 11.00 Ev. Komjen Pol. Dharma Pongrekun, pukul 13.00 Ps Johan Lumoindong, pukul 15.00 Ps Reo Panggabean dan pukul 17.00 Ps Petra Fanggidae.

Ev. Dharma Pongrekun dalam khotbahnya mengatakan saat ini banyak umat yang berkompromi dengan hal duniawi. Hal itu membuat kasih Tuhan menjadi terhalang dan tidak terlihat.

Baca juga:  3 Cara Kalahkan Godaan Dosa

“(Banyak yang bilang) ‘kalau saya enggak begitu, saya enggak makan’, ‘kalau saya enggak gini, saya enggak dapet uang.’ Orang harus ingat bahwa hidup bukan hanya dari roti saja tapi juga dari firman yang keluar dari mulut Tuhan,” paparnya.

Lebih jauh, Ev. Dharma berkata umat harus mau mendengarkan firman-Nya, seperti yang tertulis dalam Matius 12:35.

“Kalau kita fokusnya kepada Tuhan makan akan mengeluarkan atau menghasilkan yang baik pula, begitu pun sebaliknya, kalau hanya fokus pada dunia maka akan menghasilkan yang buruk. (Dunia) menggiring kita sehingga jauh dari kebenaran firman Tuhan,” tegasnya.

Katanya lagi, umat juga harus mau dengar-dengaran hal yang baik, yang berasal dari firman Allah (Ibarani 4:12). Ketika mendegarkan hal-hal yang baik, itu akan tertanam di dalam hati dan terbawa dalam perilaku.

Baca juga:  PGI Menghimbau Warga Gereja Terus Ikut Memutus Mata Rantai Penularan Covid-19

“Jadi setiap mendengar, perkataan akan ditangkap telinga lalu masuk ke dalam pikiran (hati) dan (secara tidak sadar) kita akan memperkatakan hal (yang sering didengar). Akarnya ada di hati, seperti pohon mati, ia mati dari dalam dulu,” tuturnya.

Ev. Dharma menjelaskan ketika mampu fokus dan dengar-dengaran dengan Tuhan, secara otomatis seseorang akan bisa memancarkan kemuliaan Tuhan. Hal itulah yang sebenarnya diinginkan Tuhan dari hidup setiap umat-Nya.

“Ingat kita ini sudah ‘diprogram’ oleh Tuhan untuk memancarkan kemuliaan Tuhan. Maka itu sadari terus akan hal ini, agar kita bisa terus selalu memancarkan wajah Tuhan,” pesannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here