FGBMFI Region Papua Gelar Perayaan Paskah Lintas Umat Beragama

0
Paskah lintas umat beragama
Marawis Almuhujirin Koya Barat ikut mengisi perayaan Paskah Lintas Beragama. (Foto-foto: Tangkapan layar Youtube Jaya Tv)

Papua – Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) Region Papua bersama Persekutuan Gereja Gereja Papua (PGGP) dan FKUB Provinsi Papua menggelar perayaan Paskah Lintas Umat Beragama, Kamis (1/4/2021).

Perayaan Paskah yang mengambil tema “Memancarkan Kasih dan Damai Dari Papua untuk Indonesia” (Roma 12:18) ini digelar di sebuah hotel di Papua dan disiarkan juga secara live streaming.

Seperti namanya, perayaan Paskah ini tidak hanya diikuti oleh umat Kristiani saja, melainkan juga dari umat lain seperti Islam, Budha, Hindu. Hal tersebut terlihat dari doa bersama yang dipanjatkan para pimpinan umat beragama dan ada juga pengisi pujian marawis.

Ketua FKUB Provinsi Papua, Pdt. Lipiyus Biniluk di awal khotbahnya mengatakan bahwa mukjizat Tuhan masih ada dari dulu sampai sekarang. Ia berpijak dari kasus bom Makassar dan penyerangan yang terjadi di Mabes Polri.

Baca juga:  JPCC Worship Online Worship Night “Kau Ada”, Lebih dari 11 Ribu Orang Menyembah Tuhan Bersama

“Logika, kalau itu (teroris) sampai berhasil masuk ke tempat ibadah, bisa Anda bayangkan apa yang terjadi. Juga kalau ibu yang kemarin (di Mabes Polri) bisa masuk ke dalam (gedung), saya tidak bisa bayangkan apa yang akan terjadi,” katanya.

Pdt. Lipiyus menjelaskan bahwa Paskah adalah cara Tuhan untuk mengajarkan umat tentang kasih. Di Papua sendiri, kasih dari Tuhan telah menjamah sejak 166 tahun yang lalu.

Ketua Umum PGGP ini pun mengutip ayat dari Yohanes 3:16. Pdt. Lipiyus mengatakan bahwa ayat tersebut menggambarkan secara jelas tentang cinta kasih Allah kepada umat manusia yang menyerahkan anak-Nya untuk menebus dosa manusia.

“Darah anak domba Allah tidak dapat dibeli dengan uang, emas atau apapun. Darah domba Allah kita terima secara gratis,” tegasnya.

Baca juga:  Ripin Suma, SE., MA. : "Peluang Bisnis Itu Banyak, Yang Penting Mau Usaha."

Pdt. Lipiyus meminta umat untuk terus menyebarkan kasih tersebut ke semua orang. “Hai orang yang sudah merasakan cinta dan damai dari kristus, bawalah 1 jiwa bagi Dia sebelum Kristus kembali ke dunia. Saat ini sudah tidak ada lagi harapan di dunia karena sudah krisis, cinta damai sudah merosot karena keangkuhan manusia. Mari bersatu kepada kasih yang sebenarnya. Pancarkan kasih itu dari tanah Papua, Indonesia pasti aman,” pintanya.

Kasih, kata Pdt. Lipiyus adalah kunci dari segalanya untuk mencapai situasi yang penuh damai. Kasih bisa mulai dipancarkan dan sebarkan dari keluarga masing-masing. “Sayangi dan cintai suami/istri masing-masing. Masalah apapun yang kamu miliki, kasih yang akan mengubah,” katanya seraya mengajak umat untuk berdoa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here