GAMKI: Luka Papua Adalah Luka Semua

0
GAMKI saat perayaan Paskah dan Dies Natalis ke-59
GAMKI saat perayaan Paskah dan Dies Natalis ke-59

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) melalui Wasekum Yanuserius Zega mengatakan Papua adalah Indonesia sehingga luka Papua adalah luka bangsa Indonesia juga.

Hal tersebut ia sampaikan untuk menanggapi pernyataan Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane yang beberapa waktu lalu mengatakan Papua hanya bagian kecil dari Indonesia. Neta mengkritik kenerja Baintelkan Polri yang hanya fokus pada Papua saja.

“Saat ini, masih ada ribuan pengungsi yang belum kembali ke rumah karena konflik kekerasan yang terjadi di daerah mereka. Luka dan sakit yang dirasakan masyarakat di Tanah Papua juga luka dan sakit yang dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia,” kata Yanuserius di Jakarta, Senin (7/6/2021).

Baca juga:  Membuka Sidang MPL PGI, Jokowi Ajak Umat Kristen Bantu Pemerintah

Lebih jauh, Yanuserius berkata persoalan Papua tidak boleh dianggap sebagai persoalan yang kecil. Pasalnya. “Kami ingatkan, layaknya tubuh, ketika ada satu bagian tubuh yang terluka dan tersakiti, sekecil apapun itu, seluruh tubuh juga akan merasakan sakit yang sama. Apa yang dilakukan Baintelkam adalah bagian dari menyembuhkan luka Papua, agar seluruh tubuh yang bernama Indonesia dapat sembuh dan kembali sehat,” tuturnya.

Kepala Departemen Pembangunan SDM Papua DPP GAMKI, Bernard Rumpeday berharap Negara dapat menfasilitasi dialog intensif antara tokoh agama, tokoh adat, perwakilan masyarakat dan pemuda Papua.

Bernard menjelaskan dialog perlu agar pemerintah bisa mengetahui apa yang diinginkan dan keluh kesah masyarakat Papua terkait beragam persoalan yang terjadi di sana. “Dengan melakukan dialog dan mendengar suara jeritan hati dari rakyat Papua, kami berharap Pemerintah dapat secara objektif melakukan kebijakan yang tepat dan adil untuk menyelesaikan secara tuntas persoalan yang masih terjadi di Tanah Papua,” katanya.

Baca juga:  10 Kota Paling Toleran Versi Setara Institute, Salah Satunya ada di Jawa Tengah

Katanya lagi, persoalan Papua hanya bisa selesai dengan pendekatan dialog dan kemanusiaan. “Pemerintah saat ini harus melakukan dialog dengan berbagai tokoh dan perwakilan masyarakat Papua. Dialog ini perlu dilakukan, namun harus dengan orang-orang yang tepat dan memahami konteks persoalan Papua agar resolusi damai yang abadi dapat tercapai di atas Tanah Papua,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here