Gereja di Kanada di didenda karena menyelenggarakan Ibadah Tidak Menerapkan Protokol Kesehatan dengan Benar

0

KANADA – Sebuah gereja Kanada dikenakan denda karena mengadakan kebaktian secara tatap muka. Hal ini terjadi karena adanya kebijakan pemerintah yang melarang pertemuan tatap muka dalam jumlah besar selama pandemi. Gereja Riverside Calvary of Langley, British Columbia menerima kutipan tersebut pada hari Minggu (03/01/2021) dilansir oleh Penticton Western News.


Melalui konfirmasi Langley Cpl. Holly Largy dari pihak kepolisian Royal Canadian Mounted mengatakan bahwa peraturan pembatasan massa berkumpul sudah diatur. “Karena melakukan pelayanan secara langsung dan bertentangan dengan Protokol Kesehatan pada hari Minggu ini. Selama ibadah jemaat tidak menerapkan protokol kesehatan selama kebaktian dengan tidak memakai masker dengan ketat,” ujar Largy.
Sebelumnya bahwa perintah yang melarang acara ibadah secara tatap muka dalam ruangan disahkan di daerah British Columbia pada 19 November 2020 menyusul peningkatan kasus pandemi COVID 19.

Baca juga:  Inspiratif! Kisah Para Petani Wonorejo Adakan Ibadah di Sawah Ketika Masa Panen


Seorang anggota jemaat gereja Riverside, yang tidak mau disebutkan nama, mengatakan larangan itu tidak relevan, hanya sepihak. “Saya mengerti mereka melakukan pekerjaan mereka, tapi itu berlebihan,” sitir jemaat tersebut.
Menurut dilansir oleh BC Local News, Pimpinan Pendeta Brent Smith mengatakan ada yang tidak suka mengenai acara kebaktian gereja secara tatap muka yang dilakukan oleh gerejanya. Brent merasa pihak mereka memiliki hak untuk beribadah. “Kami hanya percaya ada banyak ketidakkonsistenan dengan apa yang penting, dan kami hanya ingin menyembah Tuhan kita dengan cara yang aman dan alkitabiah,” kata Smith.

Baca juga:  Fidel Benedic Babu, Anak Yatim Berdoa untuk Indonesia Agar Diberkati


Dalam sebuah video YouTube yang diposting pada hari Minggu (03/01/2021), Asisten Pendeta Gereja Kalvari Riverside, Randy Dyck mengatakan percaya bahwa pemerintah akan menjadi lebih tegas dalam upayanya untuk mempertahankan control keamanan prokol kesehatan. “Setiap pemerintah memaksakan gaya hidup yang sangat berbeda dan sayangnya sangat tidak berkenan. Kenyataannya adalah bahwa Alkitab mengajarkan pemerintahan dunia yang anti-Tuhan dan yang akan menolak kitab suci,”ujarnya kepada media.


Melalui lansiran CBN News menghubungi langsung ke pihak Gereja Riverside Calvary of Langley pada hari Rabu (06/01/2021) untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut, hingga saat berita ini diturunkan tidak mendapatkan tanggapan mengenai masalah tersebut. (Jaya).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here