GKJ Layani Ibadah Paskah Pasukan Perdamaian PBB di Bangui, Afrika

0
Pdt. Sundoyo
Sekum GKJ sekaligus Pendeta Jemaat GKJ Brayat Kinasih, Pdt. Sundoyo. (Foto: Tangkapan layar kanal Youtube GKJ Brayat Kinasih)

Afrika – Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) mendapatkan kesempatan melayani para TNI Polri yang sedang melaksanakan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Bangui, Afrika Tengah, Minggu (4/4/2021). Ibadah Paskah yang digelar secara virtual ini dipimpin oleh Sekum GKJ Pdt. Sundoyo.

Di awal ibadah, salah satu pimpinan pasukan Garuda di camp memperkenalkan secara singkat siapa saja yang mengikuti ibadah Paskah. “Inilah anak-anak Tuhan yang sedang menjalankan misi perdamaian PBB. Ini adalah rekan-rekan dari TNI dan Polri. Dari Polri angkatan kedua, dan TNI angkatan yang ketujuh. Bagi kami ini ibadah Paskah yang luar biasa karena ibadah yang cukup jauh,” ungkapnya.

Sementara itu dalam firman Tuhan, Pdt. Sundoyo mengatakan bahwa Paskah adalah sebuah momentum yang ditandai dengan adanya perubahan. Perubahan bisa dimulai dari tingkah laku atau sifat, seperti ketika Yesus bangkit perilaku murid menjadi berubah.

Baca juga:  Dari Webinar Forum Keluarga Muda GKJ Nehemia, Pentingnya Pendidikan Seksual untuk Anak

“Kalau hidupnya belum berubah, berarti dia (kita) belum bertemu dengan Yesus yang bangkit itu,” katanya.

Pdt. Sundoyo menegaskan bahwa manusia Paskah adalah manusia yang mampu melihat keadaan dengan kacamata yang berbeda. Seperti kisah penulis lagu Kidung Jemaat 27 “Meski Tak Layak Diriku” Charlotte Elliott.

“Lagu ini adalah pengalaman pribadi dari penulisnya Charlotte Elliott yang diusia 28 tahun mengalami sakit sehingga lumpuh. Dia marah dengan Tuhan dan dirinya dan keadaan. Dia merasa kenapa Tuhan tidak menolong ketika dia sakit. Hal ini membuat dia membenci orang sekitarnya termasuk keluarga,” cerita pendeta jemaat GKJ Brayat Kinasih ini.

Lebih jauh, cara pandang Charlotte jadi berubah ketika bertemu dengan seorang hamba Tuhan yang mampu menyadarkan bahwa Tuhan melihat seseorang bukan hanya dari fisik semata, melainkan hati. “Kadang-kadang kita punya berkat yang tidak kita syukuri. Ini mengajarkan agar kita mampu melihat keadaan dengan sudut pandang Allah dan menjadi berkat dari sudut pandang itu,” katanya.

Baca juga:  GKJW Berikan Buah-buahaan Untuk Tenaga Medis Rumah Sakit di Malang

Pendeta jemaat GKJ Brayat Kinasih ini pun menyemangati para pasukan dengan terus mengingat Tuhan dan cinta dari keluarga yang berada di Indonesia.

“Saya membayangkan teman-teman orang yang jauh di keluarga, yang harus menjalankan tugas. Ingat bahwa ada banyak orang yang mendoakan seperti orang tua, pasangan, anak-anak, dan itu semua harus menjadi bagian yang harus selalu diingat. Supaya apa yang telah dicapai saat ini bukan hanya milik kita, tapi kita sadar ada berkat Tuhan sekaligus ada orang-orang yang mendukung serta mendoakan,” pesannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here