GKJW Merajut Kebersamaan Tanpa Kenal Lelah Bersilaturahmi

0
Kunjungan Pelayan Harian Majelis Daerah Besuki Timur (PHMD) dan Komisi Hubungan Antar Umat (KAUM) Daerah GKJW ke Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Banyuwangi. (Foto : dok. gkjw.or.id)

Banyuwangi – Kunjungan silaturahmi Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW), dalam hal ini Pelayan Harian Majelis Daerah Besuki Timur (PHMD) dan Komisi Hubungan Antar Umat (KAUM) Daerah, kepada lembaga lintas agama rutin dilakukan untuk terlibat aktif merawat kebersamaan.

Tetapi kunjungan silaturahmi, kali ini Rabu – Kamis (19 – 20 Mei 2021), terasa istimewa karena dilangsungkan saat nuansa lebaran Idul Fitri 1442 H/2021. Selain itu, adanya beberapa  penyesuaian pada pelaksanaannya, mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Biasanya kegiatan seperti ini melibatkan pengurus KAUM di sepuluh Jemaat yang ada di MD Besuki Timur, tetapi kali ini hanya  KAUM Jemaat yang dekat dengan lokasi. Seperti, KAUM, Jemaat Banyuwangi, Jemaat GKJW  Wenorejo, dan Jemaat Ranurejo,

Seperti dilihat dihalaman resmi GKJW, Kunjungan pertama, Rabu (19 Mei 2021) ke kantor Muhammadiyah Daerah Banyuwangi, disambut Ketuanya, Dr. H. Mukhlis, M.Si dan jajaran pengurus lain.

Pertemuan yang sudah berkali-kali ini berjalan begitu “cair”. Berbagai macam topik yang dibicarakan, diantaranya profil diri, organisasi masing – masing sampai yang serius, seperti membahas kemungkinan-kemungkinan adanya kerjasama dalam membangun kerukunan dan bangsa serta daerah.

Bahkan terungkap, Muhammadiyah  sudah selesai dengan hal-hal yang seharusnya tidak perlu diperdebatkan lagi, dan sedang berfokus untuk merajut persaudaraan pada segala dimensi yang dikenal dengan sebutan Ukhuwah Wathaniyah, Ukhuwah Basariah, Ukhuwah Insaniyah.

Lebih dari itu, Muhammadiyah juga tidak sebatas sedang berfokus pada bidang keagamaan saja, tetapi juga bidang kesehatan, sosial, ekonomi, pendidikan, politik dan kebangsaan.

Untuk bidang kesehatan, Muhammadiyah berupaya membangun Rumah Sakit-Rumah sakit yang siap melayani siapa saja. Untuk bidang sosial, Muhammadiyah mendirikan panti-panti asuhan yang menampung anak-anak terlantar maupun berkebutuhan khusus (disabilitas). Sedangkan untuk bidang ekonomi, Muhammadiyah berupaya membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan dengan peningkatan ekonomi umat.

Baca juga:  Terkait Hibah Lahan GKI Yasmin, YLBHI Siap Dampingi untuk Ajukan Gugatan

Untuk bidang pendidikan, Muhammadiyah membangun sekolah-sekolah mulai dari PAUD sampai dengan Perguruan Tinggi dengan mengusung semangat pluralitas. Begitupun untuk bidang politik dan kebangsaan, Muhammadiyah membentuk departemen khusus yang bertugas memberikan wawasan politik dan kebangsaan kepada umat, menciptakan dan mendorong kader-kader politik untuk berjuang dalam kiprahnya, ataupun sekedar memberikan pertimbangan tertentu pada sikap politik yang akan diambil Muhammadiyah ketika diperhadapkan pada suatu isu politik yang terjadi.

Pertemuan dengan Muhammadiyah diakhiri dengan rombongan dari MD Besuki Timur menyerahkan bingkisisan/parcel Idul Fitri sebagai bentuk cinta kasih. Begitupun pihak PD Muhammadiyahpun menyerahkan cindera mata sebagai kenang-kenangan atas kunjungan ini. Seperti biasa dalam pertemuan, dan sudah menjadi kebiasaan, foto Bersama kedua Lembaga agama tingkat daerah tersebut.

Rombongan GKJW dari kantor Muhammadiyah “bergeser” ke kantor Nahdlatul Ulama Banyuwangi, yang disambut oleh ketuanya juga, KH. Ali Makki Zaini, Rais Syuriyah PCNU, KH Zainullah Marwan beserta pengurus lainnya.

Hal yang terjadi dalam berbagai pertemuan, kedua belah pihak saling memperkenalkan diri, berguyon yang makin mempertegas ketika bicara kebangsaan, sekat perbedaan menjadi hilang dan abai.

Gus Makki demikian panggilan KH. Ali Makki Zaini, menyampaikan dengan logat kekhasannya, wujud nyata dari sebuah kerukunan umat beragama, dalam hal ini Kristen dan Islam yang sesungguhnya tidaklah hanya ditentukan dari sering tokoh-tokoh besar lembaga keagamaan bertemu.

Pertemuan seperti itu menjadi percuma kalau hanya sifatnya formalitas dan seremonial belaka. “Percuma kalau hasil pertemuan itu tidak disampaikan dan ditularkan ke umat yang ada di akar rumput. Kerukunan yang sesungguhnya adalah kerukunan yang terjadi pada tingkat akar rumput, yaitu umat yang ada di bawah. Ketika mereka, baik umat Kristen ataupun umat Islam bisa saling mengundang dan menghadiri Kenduri (Slametan), ketika bisa saling utang-utangan dhuwit, dan lain sebagainya.”paparnya seperti yang dilihat gkjw.or.id

Baca juga:  Menyelenggarakan Kuliah Online Memiliki Tantangan Lain

Pada kesempatan ini juga rombongan dari GKJW MD Besuki Timur memberikan penjelasan tentang bagaimana GKJW sebagai salah satu lembaga/ormas keagamaan yang ada di Jawa Timur, saat ini fokus pada perjuangan menciptakan perdamaian di tengah pluralitas, menjadi berkat bagi semua ciptaan. Atau dilingkungan Nahdlatul Ulama dikenal dengan semangat mewujudkan rahmatan lil alamin.

Penjelasan dari GKJW ini diharapkan dapat memperjelas alias tanpa curiga dalam upaya merajut persaudaraan yang sejati.

Seakan tidak pernah kenal Lelah, kunjungan silaturahmi berlanjut esok harinya, Kamis (20 Mei 2021). Kalau dihari pertama mengunjungi pimpinan – pimpinan lembaga-lembaga Agama, di kantor masing – masing, di hari kedua mengunjungi Pondok Pesantren – pondok pesantren yang terdapat di wilayah Kabupaten Situbondo yang lokasinya berdekatan dengan keberadaan Jemaat Wonorejo dan Jemaat Ranurejo.

Pondok Pesantren yang dikunjungi, antara lain, Miftahul Ulum Pandean -Wonorejo,  Assalam Bindung Banyuputih dan Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Karena masa pandemic, maka diberlakukan Protokol Ksehatan yang ketat, disetiap Pondok Pesantren yang dikunjungi.

Pada pertemuan itu GKJW berkesempatan menyampaikan bingkisan selamat Idul Fitri dari KAUM Majelis Agung GKJW.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here