GKST Berikan Trauma Healing pada Keluarga Korban Teroris MIT Poso

0
Trauma healing
Ilustrasi: Penanganan trauma (trauma healing) sangat penting untuk mengembalikan kondisi psikologis seseorang pasca mengalami kejadian yang mengguncang psikisnya. (Foto: Istimewa)

Poso – Peristiwa pembunuhan terhadap empat petani oleh kelompok teroris MIT di Desa Kalimago, Poso Sulteng tanggal 11 Mei 2021 menimbulkan duka mendalam bagi para keluarga korban.

Para pendeta di Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Klasis Napu, Kabupaten Poso memberikan pelayanan rohani berupa trauma Healing pada keluarga korban, Senin (17/5/2021).

“Sudah tentu dengan kejadian ini membuat warga di sana trauma begitu juga keluarganya. Makannya kami terpanggil untuk datang ke sana memberikan pelayanan,” kata Pdt. Thomas Tontosi, seorang pendeta senior di Klasis Napu.

Menurut Pdt. Thomas, Desa Kalimago lokasinya di bawah pegunungan dan mudah diakses oleh teroris dari tempat persembunyiannya.

Baca juga:  Mukjizat Tuhan Menyelamatkan Nyawa Ros dari Kecelakaan Maut

Hal itu disampaikan berdasarkan pengamatannya, karena tinggal di Lembah Napu, Desa Wuasa, Lore Utara, yang berjarak kira-kira 30 menit perjalanan dari Desa Kalimago.

“Kami menyadari keterbatasan aparat, sehingga tidak memungkinkan ada di setiap sudut hutan. Saya berharap jangan sampai kejadian ini membuat nilai kebangsaan kita tercabik-cabik,” ungkapnya.

Di sisi lain, pasca pembunuhan yang dilakukan kelompok teoris MIT, Ketua Umum GKST Pdt. Jetrozon Rense meminta Presiden Jokowi dapat memberikan keamanan bagi warga Poso, agar tidak terulang kejadian yang sudah berulang.

Baca juga:  PGI-PGLII Meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Merevisi Peraturan Pendirian Rumah Ibadah

“Kami meminta pemerintah pusat khususnya Bapak Presiden yang kami hormati untuk memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat di Wilayah dimana dari tahun ke tahun selalu terjadi pembunuhan secara sadis dan menimbulkan trauma di tengah masyarakat,” katanya.

Pdt. Jetrozon pun mengimbau masyaramat untuk tetap mendukung pemerintah dalam upaya memberantas kelompok teroris di Poso. Sekaligus mengajak masyarakat senantiasa waspada terhadap situasi sekitar.

“Air mata mereka adalah air mata kita semua. Duka mereka adalah duka kita semua,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here