Greg Meer Horton Mau Disalib untuk Menghidupkan Semangat Yesus Kristus

0
Disalib
Greg Meer Horton di atas kayu salib. (Foto: Supplied)

Manila – Momentum memperingati rangkaian penyaliban di tahun 2021, dilakukan dengan cara yang unik, salah satunya ada di Negara Manila.

Seorang pria bernama Greg Meer Horton yang berada provinsi Batangas, selatan Manila, melakukan aksi yang sangat dramatis yaitu memberanikan dirinya untuk disalib. Dua paku menusuk tangannya saat dia memejamkan mata dalam doa.

“Tindakan penyaliban ini adalah cara saya berkorban pada Pekan Suci ini. Saya biasa melakukan ini sebagai janji kepada Tuhan kita untuk pertobatan, tetapi tahun lalu itu ditunda karena pembatasan karantina. Jadi, tahun ini, saya mendorongnya bahkan sebelum Jumat Agung,” ungkap Horton, seperti dilansir dari ucanews, Kamis (1/4/2021).

Baca juga:  Polres Pandeglang Gandeng GPR Gelar Ibadah Seminggu Sekali

Sebelumnya, selama 8 tahun berturut-turut Horton selalu melakukan penyaliban. Tindakan penyaliban yang ia lakukuan selain untuk menghidupkan kembali semangat Yesus Kristus juga untuk mengajak pemerintah Filipina untuk mengatasi masalah sosial masyarakat.

“Inilah yang saya ingin otoritas pemerintah ketahui: Marilah kita semua berkorban dan biarkan kita melepaskan sesuatu yang membuat kita serakah terutama mereka yang bekerja dalam pemerintahan. Mari kita lepaskan kepentingan egois kita demi kebaikan semua,” ungkapnya.

“Jika kita ingin mencari solusi atas pandemi yang ada saat ini, solusi itu tidak boleh datang dari keinginan egois tetapi dari motivasi yang baik. Kita harus melepaskan keserakahan kita untuk kebaikan bersama,” tambah Horton.

Baca juga:  Gereja di Kanada di didenda karena menyelenggarakan Ibadah Tidak Menerapkan Protokol Kesehatan dengan Benar

Aksi Horton ini pun mendapatkan apresiasi dari anggota paroki Manila Joel Hababag. Menurutya aksi Horton telah memberikan kesadaran pada masyarakat tentang kehidupan Kristus.

“Penyembah yang disalib lebih dari sekedar tradisi. Beberapa bahkan mungkin mengatakan itu tidak masuk akal. Tapi yang membuatnya menjadi tradisi di antara orang Filipina seperti Horton adalah yang menarik. Tradisi mengarahkan kita pada refleksi – untuk menghentikan hidup kita dan memfokuskan kembali pada Kristus,” kata Hababag.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here