Hamba Tuhan Boleh Berpolitik?

0
Tangkapan layar peserta seminar STT Pelita Kebenaran

Medan – Sekolah Tinggi Teologi (STT) Pelita Kebenaran, Medan menggelar Seminar Nasional Program Doktoral tentang Politik dari Teologi Biblika yang diadakan secara daring, Selasa (8/6/2021).

Ketua STT Pelita Kebenaran, Dr. Ir. Perlin Zebua dalam sambutan mengatakan seminar diadakan sebagai salah satu syarat mahasiswa program Doktoral agar dapat lulus.

Selain itu, Perlin berharap seminar ini dapat membuka pikiran para mahasiswa program Doktoral tentang politik dari sisi Alkitabiah.

Baca juga:  Setara Institute : SKB 3 Menteri Langkah untuk Menghapus Praktik Diskriminasi

Dr. Kejar Hidup Laia, pembicara tunggal dalam seminar itu menjelaskan sebagai hamba Tuhan jangan menjauhi politik. Hanya saja yang tidak boleh dilakukan adalah terlibat dalam politik praktis.

“Menjadi hamba Tuhan adalah panggilan khusus pribadi dari Allah yang harus dikerjakan dengan setia sampai akhir hayat. Fungsi hamba Tuhan adalah menyuarakan kebenaran Alkitab, mengembalakan jemaat, menjaga dan mengenal jemaat, doa syafaat bagi jemaat. Hamba Tuhan tidak pernah belajar khusus politik selama belajar Teologi (di kampus),” tegasnya.

Baca juga:  Kegiatan Baksos PT. Jasa Mega Sejahtera : Berbagi Kasih Menjadi Saluran Berkat

Namun, lanjut Laila, hamba Tuhan perlu membimbing serta mendorong jemaatnya yang memiliki panggilan dalam bidang politik untuk terlibat di dalamnya. Hal tersebut perlu agar fungsi garam dan terang bisa benar-benar terwujud.

“Hamba Tuhan menjadi penasihat, pembimbing. Hamba Tuhan mempersiapkan jemaat untuk terjun dalam politik. Garam dan terang artinya menyuarakan kebenaran, tidak korupsi dan hidup dalam kebenaran.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here