Hari Sempulur: Kami Lebih Takut Kalau Mereka Tidak Makan!

0
Ilustrasi : Pelayanan Ps. Hari Sempulur.

Di tengah pandemi COVID-19 yang menyerang sejumlah negara tak terkecuali Indonesia, gerak orang mulai dibatasi untuk mencegah penyebaran virus. Masalah itu bagi kalangan berada mungkin masih dapat diatasi sebab mereka memiliki cadangan makanan, simpanan uang serta fasilitas yang memadai di rumah masing-masing.

Namun, pertanyaannya ialah bagaimana nasib orang-orang yang hidup dengan serba keterbatasan disaat keadaan semakin genting? Jangankan dalam situasi Covid-19, pada situasi normal saja dapur mereka hampir-hampir tidak berasap alias tidak ada yang akan dimakan.

Di masa sulit ini, di masa krisis ini, sikap gotong royong atau tolong menolong menjadi hal yang penting. Masyarakat yang berkecukupan ekonomi, diharapkan memiliki belas kasihan atau cinta kasih untuk membantu masyarakat yang kekurangan alias tidak mampu, sebut saja kaum marginal.

Melihat fakta itu, ada seorang bernama Hari Sempulur yang sudah sejak tahun 1995 mengulurkan tangan kasihnya kepada kaum marginal yang berada di Kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Baca juga:  Catat! Berikut Ini Beberapa Hal yang Bisa Diaplikasikan agar Gereja Ramah Anak

Terjun membantu kaum marginal bagi Harri Sampulur, tidak sebatas berbagi rejeki atau berkat tetapi sampai harus tidur bersama di emperan trotoar. Itu dilakukannya sampai tahun 2002, karena melihat tidak banyak masyarakat yang tertarik terjun dalam dunia pelayanan ini.

Masuk dalam dunia pelayanan marginal, Harri Sampulur menceriterakan pengalamannya, sampai ia berkali-kali merasakan diciduk oleh satpol PP.

Hari Sampulur, mengungkapkan orang-orang termarginal ini sangat mudah untuk diberikan perhatian, sebab kebutuhan utama mereka hanyalah bisa makan dihari itu dan hari-hari selanjutnya.

Secara ekonomi, Hari bukanlah orang yang memiliki kekayaan berlebihan. Hari hanya bermodalkan hati, turun berbagikan kasih kepada kaum marginal yang ada di trotoar jalan, yang tinggal di pinggir-pinggir rel kereta dan bantaran-bantaran kali serta kolong tol, diantaranya kolong tol yang ada di Penjaringan Jakarta Utara.

Baca juga:  Sulawesi Utara “ZONA MERAH”

Dalam temuan Hari, pemerintah selama ini sudah berperan aktif membantu kaum marginal yang ada, termasuk dalamn rencana membangun rumah-rumah singgah.

Hari berharap sekaligus meminta kepada masyarakat yang melihat kaum-kaum marginal, termasuk pemulung,untuk tidak memojokkan dengan ekspresi tubuh penghinaan. Tetapi sebaliknya hargai mereka, sebab dengan penghargaan yang kita berikan mereka akan merasa diterima, dan itu sebuah kepuasan bagi mereka.

Pada Kamis (27 Agustus 2020) Vifa Media mendapatkan kesempatan melihat Hari Sampulur saat berbagi kasih di kolong jembatan tol yang berada di Penjaringan, Jakarta Utara.

Saat itu, Hari Sempulur membagikan makanan, peralatan sekolah, pakaian layak pakai kepada anak-anak yang kurang mampu. Sedangkan untuk ibu-ibunya Hari memberikan pakaian laiak pakai.(Vifa 6/Vifa 9).

Simak berita selengkapnya di YouTube Chanel Vifa Media :

https://youtu.be/2mwzB02ipHc

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here