Hati yang Gembira Jadi Kunci Kesembuhan Pdt. Timotius Arifin dari Covid-19

0
Ilustrasi : Pdt. Timotius Arifin (Foto Facebook Timotius Arifin)

Hati yang gembira adalah obat merupakan judul lagu lawas yang sudah banyak diketahui banyak orang. Liriknya cukup simple tapi memiliki makna yang mendalam. Lagu tersebut mengajarkan umat Tuhan untuk terus bersukacita apapun kondisi yang sedang dialami. Sebab ketika hati gembira makan pikiran dan kesehatan juga akan tetap dalam kondisi yang prima.

Apa yang ditulis dalam lirik lagu tersebut rupanya benar adanya. Ini dialami sendiri oleh Gembala GBI ROCK Pdt. Timotius Arifin Tedjasukmana yang berhasil sembuh dari Covid-19 hanya dalam waktu beberapa hari.

Acara : “Kingdom Culture – CORONA REVIVAL, Kesaksian Kesembuhan Pdt. Timotius Arifin dari Covid 19” yang tayang di Youtube Channel ROCK Ministry TV. (Foto : GBI Rock Ministry YouTube Chanel).

Hal tersebut ia kemukakan dalam sebuah video berjudul “Kingdom Culture – CORONA REVIVAL – Kesaksian Kesembuhan Pdt. Timotius Arifin dari Covid 19” yang tayang di Youtube Channel ROCK Ministry TV. “Sebelum dinyatakan positif saya mengalami demam 39,3 derajat dan diswab tanggal 31 Oktober,” kata Pdt. Timotius seperti yang dikutip vifamedia.

Baca juga:  Charity Concert Penabur Children Choir Diramaikan dengan Penyanyi Berprestasi di Kancah Internasional

Ketika dinyatakan positif tanggal 1 November, pendeta yang saat ini berusia 69 tahun ini justru merasa biasa saja alias tidak takut sama sekali. Justru respon dari pihak keluarga yang menurutnya cukup heboh karena mengkhawatirkan dirinya. Pihak keluarga sampai ingin mengevakuasi dirinya ke Surabaya, tapi tawaran itu ditolak Pdt. Timotius.

“Waktu dinyatakan positif, sementara batuk saya tetap paksa memuji Tuhan. Saya terus mengundang Tuhan datang menjamah saya. Saya sama sekali tidak takut dan khawatir karena punya pengalaman sudah pernah menang (sembuh) secara mukjizat belasan tahun lalu,” tuturnya.

Pdt. Timotius dirawat di RSPTN Udayana Bali. Kondisinya saat itu cukup mengkhawatirkan karena saturasi oksigen yang ada dalam tubuhnya berada di bawah normal dan diharuskan masuk ke ruang ICU. “Ketika mendengar mau dimasukan ICU saya hanya berkata ‘I See You (Tuhan) – aku akan bertemu dengan Tuhan’. Lalu saya hanya nyanyi ‘You Raise Me Up.’ Ketika saya nyanyi itu saturasi saya naik dan tidak jadi masuk ICU,” ceritanya.

Di tengah kondisinya yang bisa dibilang dalam masa yang cukup berbahaya, Pdt. Timotius hanya berserah kepada Tuhan dan senantiasa tetap tenang. Ia teringat pengajaran yang selalu diajarkan kepada jemaatnya untuk tidak pernah takut. “Selama 9 bulan ini saya selalu ajarkan jemaat untuk tidak takut. Dan saya juga memberi singkatan COVID yaitu CHRIST OVERCOMES VIRUS INFECTION AND DISEASES,” jelasnya.

Baca juga:  KEPITING CAK GUNDUL, MENJADI KESUKAAN PARA PENCINTA KULINER KEPITING

Tanggal 3 November, suami dari Pdm. Fifi Sarah Yasaputra ini kembali menjalani tes swab. Kesokan harinya tanggal 4 November, hasil tes swab menunjukkan dirinya negatif. Untuk lebih memastikan lagi, tanggal 5 November ia kembali menjalani tes swab dan esoknya tanggal 6, hasilnya tesnya kembali menunjukkan negatif. “Sebenarnya saya sudah ingin pulang, tapi dokter katakan saya untuk istirahat dulu dan saya keluar pada hari kedelapan,” katanya.

Mengetahui hasil tes swabnya negatif, Pdt. Timotius tidak henti-hentinya bersyukur kepada Tuhan. Ia yakin bahwa kesembuhan yang dialaminya bisa terjadi karena kasih karunia Tuhan. Setiap harinya ia tidak lupa untuk terus memuji Tuhan dan minta dipenuhi Roh Kudus. “Ketika kita manut, saya jamin jamahan Tuhan datang,” katanya dan menegaskan Tuhan Yesus tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang. (Kontributor: LN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here