Henry Menerima Pertolongan Tuhan yang Sempurna

0

Pengalaman pertobatan setiap orang tentu berbeda-bedan dan memiliki keunikan tersendiri. Seperti pertobatan dari Henry Setianingtyas, mantan perwira menengah angkatan darat.

Awalnya Henry Setianingtyas menikah dengan seorang gadis berdarah campuran Manado dan Bengkulu bernama Feba Affan. Kesepakatan pasangan suami-istri ini untuk agama tetap menganut agama masing-masing.

Ketaatan sang istri kepada agamanya membuat Henry kagum karena sang istri menjadi istri yang teladan, menjadi penginjil, berkotbah tidak hanya di dalam negeri, tapi juga ke mancanegara.

Banyak hal yang disaksikannya, bagaimana penyertaan, pembelaan, pertolongan Tuhan di dalam keluarganya ketika mengalami masalah yang sangat kritis, melalui doa sang istri bersama anak-anaknya, memotivasi Henry untuk mengimbangi ketaatan sang istri untuk makin taat pada agamanya, supaya tetap kuat di dalam agamanya.

Namun karena sikapnya yang sangat menghargai toleransi beragama, riak-riak itu tidak pernah nampak, orang lain melihat bahwa pasangan suami-istri ini menjadi contoh yang baik sebagai gambaran mini kehidupan masyarakat Indonesia yang harmoni, saling menghormati dan menghargai ditengah perbedaan agama.

Dalam karier dan jabatan di kedinasannya, dia tata betul. Baik jabatan maupun pendidikan-pendikan untuk menunjang karier dan jabatannya berjalan mulus. Sejauh itu dia dapatkan jabatan-jabatan dan pendidikan yang tertinggi setingkat Lemhannas diselesaikannya di Jepang.

Henry sangat mengerti promosi-promosi yang diperolehnya tidak lepas dari doanya dan doa istrinya. Dalam hati yang terdalam, dia merindukan didalam rumah tangganya ada dalam satu iman agama, namun tidak pernah berpikir sedikitpun dari dirinya untuk pindah agama.

Henry beserta istri.

“Menjadi Kristen adalah dipilih. Bukan kita yang pilih, melainkan Dia yang memilih kita,”katanya dan menyitir firman Tuhan yang terdapat dalam Yesaya 41:9, “engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: Engkau hambaKu, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau…”

Saat keluarganya sedang dalam badai yang sangat hebat, dia merasa iba, terenyuh ketika melihat dimalam hari istrinya berdoa menangis bahkan meratap sendirian. Melihat fakta itu, dia membangunkan anak-anaknya bergabung, berdoa bersekutu dengan istrinya atau mama dari anak-anaknya.

Saat pujian dan penyembahan dinaikkan bersama-sama satu keluarga, anaknya mendapat karunia penglihatan yang luarbiasa. “Anak saya melihat ratusan malaikat dengan menggunakan pakaian emas dan membawa persembahan emas untuk diserahkan kepada saya, satu malaikat dengan membawa kertas siap mencatat nama saya. Kemudian anak saya berteriak, ini last call buat papa, ini last call buat papa,”ceritera anaknya yang diceriterakan kembali oleh Henry.

Saat mendengar teriakan anaknya, spontan saat itu Henry marah dan tersinggung. “Saya berteriak dengan berkata last call- last call, memangnya papa sudah mau mati. Anak saya terdiam, tapi istri saya memberikan response positif,”ceriteranya.

Baca juga:  Mukjizat Tuhan Menyelamatkan Nyawa Ros dari Kecelakaan Maut

Istrinya, memanggil nama sayang-sayang diantara mereka. “Mas, ini tidak main-main, Tuhan Yesus bisa pakai siapa aja, Dia bisa pakai anak kecil. Jangan nanti, tembok, binatang yang Tuhan pakai untuk bicara sama kamu. Kalau Tuhan Yesus adalah Tuhan dan juru Selamat,”kata istrinya yang diceritakan kembali oleh Henry.

Pada saat itu, sang istri langsung menarik tangannya, dan berkata, bagaikan ikrar atau janji, “Saya Henry, percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan juru selamat saya,”. Saat itu, Henry merasa aneh karena tidak terbesit untuk melakukan perlawanan atau penolakan. “Saya ikuti kata demi kata,”kata Henry.

Saat, kata-kata ikrar atau janji dipaling akhir, tiba-tiba anaknya kembali berkata “Papa, Mama, bukan cuma ratusan, tapi ribuan malaikat bersorak-sorai, menari dengan alat-alat musik yang dibawa,”. Mendengar itu istrinya berkata, “Mas, kamu sekarang imam dalam keluarga, berkati kita, doain kita…”

Saat itu, Henry ingin menolak dikarenakan tidak biasa berdoa secara Kristen. Istrinya kembali berkata, “Tidak masalah, tumpangin tangan Mas di kepala kami,” spontan Henry melakukan seperti yang dikatakan sang istri. “Di situ saya merasakan sesuatu yang berbeda, saya merasakan damai, sukacita yang luarbiasa. Sampai saya tersadar bahwa keputusan itu sangat beresiko terhadap karier dan jabatan saya,”katanya.

Apa yang ada dibenaknya, yang tidak diungkapkan saat itu, ternyata diketahui oleh anaknya. “Papa tidak usah takut ataupun kuatir, Tuhan Yesus bertanggung jawab. Tuhan Yesus sudah perintahkan malaikat-malaikatnya untuk menjaga Papa siang dan malam. Keberangkatan papa ke Pakistan yang menjadikan papa menjadi jendral,”kesaksiannya.

Pada tanggal 12 – 19 Desember 2014, apa yang dikatakan anaknya terjadi, dimana Henry ditugaskan berangkat ke Pakistan. “Selama dalam penugasan itu iman saya juga semakin bertumbuh,”

Sekembali dari Pakistan, Henry sampaikan kepada istrinya, “Sayang, aku tidak mau jadi Kristen yang biasa-biasa. Aku mau segera di babtis. Istri saya langsung merespon positif, dengan menghubungi pendeta dan semua keluarga serta teman-teman sepelayanannya,”buka Henry.

Tepat 4 Februari 2015, Henry di baptis dengan disaksikan banyak orang dengan sukacita luarbiasa. “Mereka foto-foto dan mereka apload di facebook tanpa pernah menyadari bahwa itu merupakan awal pencobaan yang saya alami,”.

Pada 5 Februari 2015, Henry menerima Surat Keputusan (Skep) jabatan promosi jendral. “Betapa dahsyatnya dampak dari sosial media sepeti facebook, foto-foto prosesi pembaptisan saya yang diupload tersebar tanpa batas, tanggal 6 Februari 2015 saya mendapat surat teguran dari atasan,”tuturnya

“Perintah atasan supaya saya diproses BAP sepanjang saya duduk dalam jabatan tersebut. Keputusan sepihak, saya tidak pernah mendapat putusan salah atau apapun, namun yang saya terima jabatan saya diganti dengan pejabat baru berpangkat bintang satu, sedangkan saya tidak ada jabatan sampai dengan pensiun tidak pernah mendapatkan pangkat jendral,”.

Baca juga:  Ini Pesan Profetik Dibalik Lirik Lagu-lagu Doa bagi Indonesia

Secara manusia, Henry kecewa. Namun bila ditanya sekarang, Henry malah bersyukur. “Saya bisa bertekun baca alkitab, saya bisa melanjutkan pendidikan teologia S-3. Itu satu bukti, bahwa menjadi Kristen Tuhan yang pilih, bukan kita yang pilih. Setelah saya sudah ada di dalam Kristen, saya semakin mengerti bahwa Kristen bukanlah sekedar agama. Tapi memang memberikan suatu kepastian keselamatan,”katanya dan merasa bangga dengan keputusannya menjadi seorang Kristen, apalagi Tuhan Yesus sendiri yang berkata Dialah jalan dan kehidupan. Itulah sebuah perkataan kepastian keselamatan.

Memutuskan menjadi pengikut Tuhan Yesus Kristus bukanlah hal yang mudah bagi Henry. Tentu memiliki konsekwensi, diantaranya promosi jabatan lewat pendidikan yang telah ditempuhnya, yang mestinya jabatan tertentu sudah di dalam genggaman, harus hilang atau lepas. “Secara akademi, pendidikan yang paling tinggi saya sudah jalani dan lulus. Teman-teman semuanya yang melihat, termasuk pengalaman yang terjadi sebelumnya, bahwa sudah pasti saya akan mendapatkan kenaikan pangkat, tapi kenyataannya itu tidak terjadi. Secara manusia, saya melihat itu sebagai hukuman,”tuturnya dan menambahkan, walau tidak berhasil memperoleh jabatan yang memang diinginkannya tetapi Tuhan tetap menolongnya, memberkatinya dan menolong rumah tangganya makin bisa bersama karena melayani Tuhan bersama saat ini.

Henry mengaku, semakin lama ia mengikuti Tuhan, semakin memahami jalan-jalan Tuhan, dengan mengutip firman Tuhan yang terdapat dalam Filipi 3:8, “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,” dan menambahkan, sebuah kebanggaan karena dapat menyelesaikan pendidikan teologia dengan menjadi lulusan terbaik, dengan predikat cum laude.

Lewat pengalamannya yang diperoleh sebelum menjadi pengikut kristus dijadikan hikmah untuk mengiring Yesus Kristus. “Dalam institusi saya yang dahulu, saya punya semangat, kedisiplinan, semua didikan dari militer. Semua itu memberi saya bekal untuk bertahan mengiring Tuhan dalam kondisi apapun,”terangnya.

Henry menguatkan pembaca, apapun yang dihadapi tidak perlu takut dan khawatir, percaya akan kekuatan yang Tuhan kasih kepada kita dan serahkan segala kehidupan kita, Tuhan pasti pelihara kita secara sempurna, sebaliknya kendalikan diri dan memotivasikan diri untuk terus menjadi berkat. Karena tujuan Tuhan kepada kita sangat jelas, yaitu dengan penyertaan roh kudus yang memampukan kita untuk menjadi saksi dan membawa banyak jiwa menjadi murid Tuhan Yesus Kristus. “Ini Amanat Agung yang menjadi tanggung jawab kita orang yang percaya, kepada Tuhan Yesus Kristus.” tegasnya mengakhiri kesaksiannya. (Vifa6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here