Hidup ini adalah Kesempatan”: Lepas dari Overdosis, diselamatkan dan menjadi alat Tuhan untuk pelayanan.”

0
Ilustrasi : Kesaksian Iwan Tjahjadi

“Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan beri
Hidup ini hanya sementara”….

Lirik lagu di atas, mungkin tepat untuk mendasari tulisan kesaksian dari seorang bernama Iwan Tjahjadi. Pasalnya, pebisnis yang bergerak di bidang otomotif ini dalam kesaksiannya terungkap, sebelum terlibat melayani Tuhan, sempat pernah masuk dalam dunia kekelaman.

Lahir tahun 1969, dari keluarga yang mengenal Tuhan, Iwan Tjahjadi yang akrab di sapa Iwan mendapatkan kesempatan dari Tuhan untuk menempuh pendidikan di universitas yang ada di luar negeri.

Berbekal ilmu yang diperoleh di luar negeri, Iwan sangat percaya diri membangun bisnis di Indonesia, dengan terjun dalam dunia otomotif. Lewat kerja keras dan pertolongan Tuhan, ia sukses menjalankan bisnisnya.

Di saat sukses itu, Iwan mulai terjun ke dunia malam dan mengkonsumsi narkoba. Hasilnya, ia bukan makin sukses dalam bisnisnya. Sebaliknya, naywanya hampir saja melayang dikarenakan over dosis. “Hancur, itulah kata yang tepat. Ada beberapa kawan yang mengakhiri kehidupannya karena over dosis,”katanya.

“Saya mengalaminya overdosis, badan sakit semua dan tidak bisa bergerak sama sekali, tidak bisa berbuat apa-apa,”kenangnya.

Saat mengadapi over dosis itu, anatara hidup dan mati, Iwan tiba-tiba dari dalam hatinya semacam berbicara (suara) Tuhan yang memanggilnya untuk Kembali kepada Tuhan dan bertobat.

Baca juga:  Pelaksanaan Vaksinasi Selama 15 Bulan, Berlangsung 2 Periode

Mendengar suara hatinya itu, seketika Iwan sadar dan meminta ampun kepada Tuhan. Iwan berjanji untuk keluar dari dosa, dalam hal mengkonsumsi narkoba dan Kembali ke jalan Tuhan. Lewat janjinya itu, Tuhan memberikan kesempatan kepadanya untuk dapat melewati masa over dosis.

Setelah lewat masa over dosis itu, Iwan benar-benar menepati janjinya kepada Tuhan. Setiap hari hampir digunakan hanya untuk mencari Tuhan. “Rindu dan haus akan Tuhan” itu kata-kata yang tepat diungkapkan menjadi gambaran kehidupannya waktu itu.

Pada tahun 1998, Iwan sangat ingat, di mana mulai tertanam dalam Tuhan lewat sebuah gereja yang ada di Hotel (Mall) Ciputra, bernama Gereja Bethel Indonesia (GBI) Victorious Family (red.dahulu REM).

“Waktu itu saya dipanggil oleh Koordinator atau dikenal dalam GBI Victorious Family, Yang Mewakili Gembala Sidang (YMGS) Hotel Ciputra, (alm). Pak Heru, meminta saya untuk melayani. Saat itu saya tolak karena minder dan merasa belum pantas,”katanya.

Bahkan bentuk penolakkannya yang diakibatkan rasa belum pantas dan minder, Iwan harus rela tidak ber gereja di GBI Victorious Family selama 2 minggu. Tetapi yang Namanya Tuhan yang panggil, secepat apapun Iwan berlari, Tuhan pasti mampu membwanya kembali.

Baca juga:  Pandangan MUKI Melihat Toleransi Beragama di Indonesia Dimasa Pandemi dan penghujung tahun 2020

Saat penolakan itu, Iwan mengaku hatinya tidak ada damai sejahtera. Tetapi Ketika ia menerima tugas pelayanan, hatinya begitu damai. Pelayanan pertama di gereja yang dilakukan menjadi penerima tamu (jemaat).

Iwan Tjahjadi bersama istri dan kedua putrinya. (sumber : pribadi).

Tuhan melihat hati dan ketaatannya. Setelah sekian lama menjadi penerima tamu, berpindah menjadi koordinator ibadah sesi. Sekarang Iwan sudah menjadi Yang Mewakili Gembala Sidang GBI Victorious Family Hotel Ciputra.

Melayani Tuhan, Iwan menuturkan tidak melulu berjalan di atas “jalan tol” tetapi kadang Tuhan juga memberikan pengalaman berjalan di jalan yang berbatu bahkan yang berjurang. Seperti yang dialaminya, di mana bisnisnya harus mengalami pasang surut. “Tetapi harus diingat! Tuhan tidak akan membuat kita sampai tergeletak. Kalaupun tergeletak pasti Tuhan akan mengulurkan tangan untuk kita bangkit,”tegasnya.

Iwan berkata itu karena sudah melewatinya. Juga Iwan berkata di saat-saat kesulitan seperti sekarang yang diakibatkan oleh Covid-19, tetaplah percaya kepada Tuhan karena Tuhan tidak akan membiarkan umatNya yang selalu berharap kepadaNya.

Iwan berkata itu dengan menyitir firman Tuhan yang terdapat dalam Kolose 3: 23-24 (VIFA 6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here