Holiday tapi Safety dari Covid 19,Bagaimana caranya?

0
ilsutrasi : tema dari dialog update RSDC yang bertema “Libur Aman Tanpa Bepergian” yang dipandu oleh Egiet Hapsari.

Jakarta – Indonesia yang sudah mengalami Pendemi Covid 19 sejak awal Februari 2020 tentu mempunyai pekerjaan rumah yang banyak. Bertambah banyaknya cluster baru akibat buka tutup kebijakan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di setiap daerah, menjadi alasan utama kenapa pandemi ini belum berakhir.

Himbauan Liburan Aman dan Nyaman dari Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Kepala BNPB Indonesia, Letjen TNI Doni Monardo. Sumber : YouTube BNPB Indonesia.

Di penghujung tahun 2020, dimana memasuki masa liburan panjang Natal dan Tahun Baru, seperti kebiasaan masyarakat untuk bepergian liburan, baik itu pulang kampung (mudik) ke kampung halaman untuk merayakan hari raya atau sekedar menikmati liburan panjang. Namun keadaan pandemic yang masih memanjang bahkan semakin bertambah kasusnya, membuat hal ini  meningkatkan pergerakan dan timbul kerumunan masyarakat yang pad akhir berdampak pada amplifikasi kasus Covid-19 di Indonesia.

Jika kasus pertambahan Covid 19 terus berlanjut maka akan berpengaruh terhadap fasilitas dan layanan kesehatan, bahkan kasus kematian akibat Covid-19 yang terus meningkat. Di tingkat nasional, kasus kematian meningkat 3% dibandingkan dengan minggu lalu _(Keterangan Pers Jubir Pemerintah Terkait Perkembangan Penanganan Covid-19 – Kamis (17/12/2020).

Tentunya dengan pengalaman ini harus menjadi alarm untuk kita semua. Karena itu, perubahan perilaku dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan mutlak dilakukan. Jadi, bagaimana liburan aman dengan meminimalisir resiko penularan Covid-19? . Hal ini menjadi tema dari dialog update RSDC yang bertema “Libur Aman Tanpa Bepergian”

Talkshow dilaksanakan pada hari Rabu (23/12/ 2020) dari Media Center Graha BNPB, Jakarta, pada pukul 13.00 WIB disiarkan secara LIVE melalui TV Pool dan Radio Pool dengan hak siar yang dapat dipakai untuk seluruh media.

Hadir sebagai narasumber pada hari ini adalah Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S.,M.A.R.S., M.H yang menjabat sebagai Koordinator RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, kemudian Dr. Sonny Harry B Harmadi yang menjabat sebagai Ketua Bidang Perubahan Perilaku STPC 19. Acara yang dipandu dengan host Egiet Hapsari menerangkan bagaimana masyarakat yang hendak berlibur panjang bisa mengetahui informasi yang akurat dan efektif mengenai situasi akhir dari pandemic di Indonesia saat ini. Para awak media yang mengikuti siaran juga dapat interaktif an bertanya langsung melalui Zoom Meeting yang disediakan oleh panitia.

Baca juga:  Agama Minoritas menjadi Pemimpin Negara
Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S.,M.A.R.S., M.H yang menjabat sebagai Koordinator RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta. Sumber : Youtube BNPB Indonesia.

Dalam pemaparannya, Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono mengatakan bahwa masyarakat harus patuh dan taat akan protokoler Kesehatan 3M yang sidah dihimbau oleh pemerintah. Disamping itu pula, Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono mengatakan bahwa jumlah tempat fasilitas untuk perawatan maupun isolasi diri sudah mulai terbatas, sehingga sudah banyak mereka yang dalam status Orang Tanpa Status atau OTG reaktif. “Dahulu masih bisa ditampung di wisma atlet, sekarang hanya tersedia satu tower di wisma atlet, 3 tower lainnya dalam skala besar dan sedang bagi penderita positif covid.  Artinya melonjaknya angka yang menderita covid 19 yang positif harus menjadi perhatian semua pihak, “ paparnya kepada media. Ia juga menerangkan bahwa garda terdepan yang merawat para pasien covid 19 juga harus diperhatikan, karena merekalah yang berjuang agar tingkat kesembuhan dari covid 19 bagi masyarakat harus naik.

Baca juga:  Inovasi Lembaga Alkitab Indonesia di Era Digital
Dr. Sonny Harry B Harmadi selaku Ketua Bidang Perubahan Perilaku STPC 19. Sumber : YouTube BNPB Indonesia.

Hal serupa juga dipaparkan oleh Dr. Sonny Harry B Harmadi selaku Ketua Bidang Perubahan Perilaku STPC 19. Dalam minggu ini saja, Dr. Sonny Harry B Harmadi memaparkan bahwa sudah 18 % angka kenaikkan kasus dan tentunya bisa menjadi alarm bagi masyarakat. Ia mengatakan juga ketika bercermin dari kasus setelah hari raya Idul Fitri yang lalu, kasus kenaikan akibat dari covid 19 naik menjadi 69-93 % sejak dari tanggal 6-28 Juni 2020. Penurunan kesadaran untuk menjalankan protocol Kesehatan akibat saat berlibur menjadi pemicu untuk terjadinya kenaikkan jumlah kasus. “Perlu ada kepatuhan yang tinggi di masyakarat. Kadang tingkat pengetahuan tentang bahwa covid 19 sudah tinggi di masyarakat, namun berbanding terbalik dengan tingkat kepatuhan yang rendah. Perlu pengawasan yang ketat, jika tidak ketat, bisa jadi garda terdepan pun bisa jebol kalau masyarakat yang dibawahnya tidak mau patuh dan sadar,” ujarnya untuk menghimbau masyarakat.

Grafik perubahan perilaku kesadaran menjaga protokol kesehatan. Sumber : YouTube BNPB Indonesia

Diakhir acara, para narasumber menghimbau kepada masyarakat jangan kendor akan protocol Kesehatan dan selalu waspada secara konsisten. “Setiap masyarakat yang hendak merayakan hari raya dan beribur panjang, maupun para petugas garda terdepan yang sedang bertugas, walaupun harus menunda untuk berlibur dan berhari raya secara beratap muka akibat pandemic ini, harus tetap semangat, tetap gembira sehingga imunitas dari tubuh kita bisa terjaga dan aman, “ ujar Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono memberikan himbauan kepada masyarakat. (Jaya).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here