Hukum Bagi Orang Kristen yang Bertato, Dihapus atau Dibiarkan?

0
Tato dan Kristen
Ilustrasi : Masih banyak yang mempertanyakan bagaimana sikap ajaran Kristen terhadap tato, boleh atau tidak? (Foto: pexel.com)

Sebagian orang menganggap tato sebagai sebuah seni lukis tubuh yang keren. Sehingga orang-orang yang memiliki pemikiran seperti itu akan berlomba-lomba membuat tato, tidak hanya satu tapi bisa lebih.

Di kalangan anak muda Kristen sendiri, tato sempat jadi perbincangan yang hangat dalam beberapa minggu ini. Berawal dari seorang pria bertato yang mengatakan bahwa orang Kristen boleh mentato tubuhnya dengan mengambil beberapa ayat Alkitab sebagai pijakannya. Jika dilihat dari keterangan di bio instagramnya, pria tersebut menulis dirinya adalah seorang gembala di sebuah ministry.

Abraham Matuankotta, Elder di JKI Generation of Fire (GoF) Pondok Cabe mengatakan ajaran Kristen secara tegas melarang menggunakan tato. Alasannya tubuh setiap orang percaya adalah milik Tuhan.

“Garis bawahi milik Tuhan. Karena fokus di sini adalah bicara tentang hak dan kepemilikan Tuhan atas kita. Kira-kira apabila tubuh kita milik Tuhan, bolehkah kita menggunakan dan mendandaninya menurut suka-suka kita termasuk bertato hanya karena Firman Tuhan secara implisif melarang namun juga tidak eksplisif memperbolehkan?,” urainya.

Baca juga:  SMRC: Mayoritas yang Tidak Setuju Pembubaran FPI dan HTI Berasal dari PAN, PKS, PPP

Lebih jauh, dalam 1 Korintus 6:19-20 secara tegas Tuhan meminta setiap orang percaya untuk dapat merawat tubuhnya dengan baik dan tidak mencemarinya dengan hal-hal yang negatif. Menurutnya, tato adalah sebuah hal yang sia-sia karena jika dilihat secara medis, tato justru dapat merusak tubuh (kulit).

“Dengan mentato berarti kita ingin menambahkan sesuatu yang kurang dalam diri kita. Itu artinya kita sedang hina Tuhan secara tidak langsung. Jangan memperkaya dan memperindah tubuh lalu kita menggunakan ilmu cocoklogi firman Tuhan, itu sama saja sesat, salah, berdosa,” tegas Abraham.

Abraham menjelaskan memang ada ayat dalam 1 Korintus 10:23 yang mengatakan Tuhan memperbolehkan segala sesuatu. Namun, segala sesuatu yang dimaksud Tuhan adalah segala sesuatu yang sesuai dengan firman-Nya.

Baca juga:  Harapan PGI Terhadap GPM di Bawah Kepemimpinan Pdt. E.T. Maspaitella

“Kalau semua dibolehkan, berarti kita boleh mencuri dong? Tapi mencuri adalah sebuah kejahatan. Jadi pahami firman secara mendalam, jangan sepotong-potong,” katanya.

Bagaimana dengan orang Kristen yang terlanjur memiliki tato ditubuhnya? Abraham mengatakan, tato yang ada tidak perlu dihapus tapi juga jangan lagi menambah tato di tubuhnya.

“Memang ada orang yang bertato dan setelah itu baru mengenal Kristus. Kalau sudah terlanjur ya cukup, jangan lagi menambah tato,” jelasnya.

Menurut Abraham yang perlu dilakukan orang percaya yang sudah terlanjur mentato tubuhnya adalah memberikan edukasi bagi orang lain khususnya anak muda tentang bahaya dari tato. Termasuk memberikan edukasi tentang pandangan Kristen terhadap tato.

“Perlu edukasi yang baik. Jangan sampai ada mindset yang salah dari orang-orang ‘oh dia bertato, berarti orang Kristen boleh bertato ya’,” pesannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here