HUT ke-67 Tahun YPK GMIBM

0
GMIBM
Ketua Sinode GMIBM Pdt CH Raintama memberikan penghargaan secara simbolis kepada para ketua jemaat non pendeta periode 2015-2020. (Foto-foto: Tangkapan layar Youtube Sinode GMIBM)

Kotamobagu – Yayasan Pendidikan Kristen Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow (YPK GMIBM) usianya sudah mencapai 67 tahun. Dalam rangka syukur, YPK GMIBM mengadakan ibadah syukur pada Jumat (9/4/2021) yang diadakan secara onsite dan disiarkan secara live streaming melalui Youtube Sinode GMIBM.

Ibadah yang dipimpin Wasekum GMIMB Pdt. MSM Weno-Pelealu turut dihadiri Ketua Sinode GMIBM Pdt CH Raintama, pengurus YPK GMIBM dan para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum YPK GMIBM Sjultje S Kamasaan mengatakan pijakan pelayanan YPK terambil dari Amsal 22:6 ‘Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu.’

Menurutnya, Amsal 22:6 merupakan amanat agung untuk mendidik anak-anak agar sesuai dengan firman-Nya.

“Tujuan dari YPK adalah membangun pendidikan Kristen yang menolong serta membangun kehidupan peserta didik di atas batu karang supaya ketika datang badai atau gelombang, anak-anak tetap kuat dan bisa beridir dalam iman serta pengharapan,” kata I Gede, membacakan sambutan tertulis dari Sjultje yang berhalangan hadir karena masalah kesehatan.

Baca juga:  Kesiapan BPK Penabur Menghadapi Era Digital

Sjultje mengungkapkan saat ini YPK GMIBM memiliki 47 satuan pendidikan yang terdiri dari 26 PAUD, 12 SD, 4 SMP, 2 SMA, 2 SMTK dan 1 SMK. Sedangkan di sisi tenaga pengajar YPK GMIBM memiliki 33 guru tetap yayasan, 10 pegawai tetap yayasan dan 200 guru honorer atau ASN. “Jumlah siswa yang kami layani saat ini ada 3.500 peserta didik. Ini merupakan aset berharga yang Tuhan anugerahkan bagi YPK GMIBM,” jelasnya.

Sjultje berterima kasih kepada sinode maupun jemaat yang terus mendukung dalam doa, dana maupun telah mempercayakan pendidikan anaknya kepada YPK GMIBM. “Juga terima kasih kepada para guru yang telah mengabdi lingkungan YPK GMIBM,” ucapnya.

Sementara itu, Pdt CH Raintama mengatakan YPK GMIBM adalah sebuah yayasan pendidikan yang sudah tahan uji dan tahan banting. “Bisa sampai umur 67 tahun menandakan bahwa pengelolaan YPK GMIBM itu tahan uji, banting dan mampu melewati badai,” katanya.

Pdt Raintama meminta YPK GMIBM terus adaptif terlebih dimasa pandemi saat ini. Para tenaga pengajar yang ada di dalamnya juga diminta untuk terus memperlengkapi diri supaya tidak kaget apalagi tertinggal dengan kecepatan teknologi yang berkembang.

Baca juga:  15 Desember 2020, Batas Akhir Penyelesaian Pelatihan Prakerja

“Saya mengusulkan kepada YPK GMIBM supaya ada bulid from in, bagaimana metode, pola pengelolaan pendidikan Kristen dibentuk dalam aplikasi yang dibangun dari kebutuhan internal GMIBM,” tuturnya.

Di sisi lain, Pdt Raintama juga mengingatkan kepada para tenaga pengajar supaya tidak lupa untuk selalu menekankan pembelajaran moral dan etika. Hal itu penting supaya para peserta didik tidak melenceng dari nilai-nilai Kristiani.

“(Penting) Supaya ketika anak-anak lulus dari YPK GMIBM tetap terus pada bingkai moral dan etika seperti Firman Tuhan,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Pdt Raintama juga memberikan penghargaan kepada para ketua jemaat non pendeta periode 2015-2020. “Penghargaan ini bukan pada nilai tapi pada rasa terima kasih GMIBM kepada bapak atau ibu yang sudah dengan sukarela melayani,” tegasnya.

Diakhir, panitia juga mengumumkan hasil lomba festival seni YPK ke-67 yang diikuti dari tingkat TK sampai SMA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here