HUT ke-90, GKJ Gelar Ragam Kegiatan Virtual Mulai Hari Ini

0
HUT GKJ ke-90
GKJ mengadakan berbagai kegiatan dalam rangka HUT yang ke-90 secara virtual

Salatiga – Tahun ini Sinode Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) akan memperingati HUT yang ke-90. Seperti tahun sebelumnya, peringatan HUT akan diisi dengan berbagai kegiatan. Hanya saja tahun ini seluruh kegiatan digelar secara virtual untuk mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai Covid-19.

Ada 3 rangkaian kegiatan dalam rangka HUT GKJ ke-90. Pertama, Webinar Gereja Digital Senin, (15/2/2021) pukul 18.00-20.30 WIB. Kedua, Loka Karya Membangun Ibadah Daring, Selasa (16/2/2021) pukul 18.00-20.30 WIB. Ketiga atau puncak kegiatan yaitu Ibadah HUT Sinode GKJ ke-90, Rabu (17/2/2021) pukul 17.00 WIB. Semua kegiatan akan ditayangkan melalui Channel Youtube Sinode GKJ.

“Bersekutu tanpa bertemu” adalah tema yang diusung GKJ dalam perayaan HUT di tengah pandemi. Menurut Ketua Bapelsin XXVIII GKJ Pdt. Aris Widaryanto tema ini merupakan sebuah refleksi bahwa persekutuan harus tetap berjalan meskipun di tengah kondisi yang sulit sekalipun.

Baca juga:  Bishop TD Jakes : Gunakan Gereja dan Kelompok Keagamaan untuk Mendorong Orang Afrika-Amerika Menggunakan Vaksin COVID

“Melalui media digital yang telah berkembang pada saat ini, kita bisa mengembangkan persekutuan dan pelayanan bersama dan bagi banyak orang. Melalui media digital kita bisa terhubung dan berkomunikasi dengan siapa saja dan kapan saja,” ungkap Pdt. Aris dalam keterangannya yang diterima Vifamedia.

Pdt. Aris mengatakan di lingkungan GKJ media digital sudah mulai digunakan sejak tahun 1990-an. Itu semua dimulai dari berbagai rapat yang diselenggarakan secara teleconference, hadirnya website Sinode GKJ, database GKJ dan gagasan marketplace GKJ.

“Melalui berbagai media tersebut kehidupan bergereja GKJ turut berkembang tidak saja bersifat maya, tetapi juga nyata sebagaimana terwujud dalam relasi dan aksi-aksi yang konkret dalam penyelenggaraan tugas panggilan gereja, baik untuk tujuan pewartaan Kabar Baik maupun untuk tujuan pemeliharaan iman warga gereja,” katanya.

Baca juga:  Sudah Merasa Toleran? Cek Indikator Berikut ini Para Milenial

Lebih jauh, dalam PPA (Pokok-Pokok Ajaran) GKJ 2019, P-J 162 dijelaskan bahwa tanpa disadari gereja saat ini terhisap ke dalam arus kebudayaan yang senantiasa berubah. Untuk itu diperlukan kesiapan dari gereja untuk mengikuti zaman tanpa menghilangkan ajaran firman Tuhan.

“Adaptasi merupakan sebuah kemestian yang harus dijalani oleh gereja meski harus tetap berada dalam bingkai ajaran untuk selalu bersikap kritis dan bertujuan membangun iman,” jelasnya.

Pdt. Aris berpesan agar setiap umat GKJ senantiasa bersyukur dan merawat persekutuan meskipun saat ini terbatas oleh keadaan. “Mari terus bersemangat dan bersyukur dengan tetap merawat dan memperkembangan persekutuan sekalipun tanpa bertemu, berjabat tangan apalagi berpelukan,” pesannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here