Ibadah Pengutusan dan Penerimaan Pendeta Dilaksanakan di GMIM Baitel Kema 2 Sulut

0
Foto bersama Pendeta, Vikaris dan seluruh Pelayan Khusus Jemaat Baitel Kema 2.

Kema Sulawesi Utara – “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu,”demikian sepenggal ayat firman Allah yang tertulis dalam kitab Lukas 10.

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai,”demikian bunyi firman Tuhan yang tercatat dalam kitab Yohanes 4.

Perintah Tuhan soal menjadi pekerjanya terus mendapatkan respon positif dari umat Tuhan dan gereja- gerja, khususnya yang ada di Indonesia. Salah satu bukti yang merespon, Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Minggu, (16 Mei 2021), di GMIM Baitel Kema 2 Wilayah Kema, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, dilakukan ibadah pengutusan dan penerima pendeta untuk pelayanan. Alias pekerja untuk menuai jiwa-jiwa buat kemuliaan nama Tuhan.

Karena dimasa pandemi Covid-19, GMIM melakukan protokol Kesehatan ketat bagi siapapun yang akan mengikuti ibadah pengutusan dan penerimaan pendeta ini. Semua yang akan mengikuti ibadah terlebih dahulu dilakukan pengukuran suhu tubuh, diminta untuk tetap menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker.

Baca juga:  71 Tahun PGI, Memaknai HUT dalam Kesederhanaan

Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) Kema, Pdt. Feby Willem  Sumampouw, S.Th., M.Pd.K,, langsung turun untuk melakukan pengutusan dan penerima pendeta, terhadap Pdt. Helti Makawowode, S.Th (Ny. Manapode) dari Jemaat Baitel Kema 2 di utus ke Jemaat Kalvari Parigi 7 Wonasa.

Begitupun dengan Pdt. Youdi Jhoni Jocom, S.Th, dari Jemaat Lembah Yarden, Kuwil diutus ke Jemaat Baitel Kema 2. Sedangkan, Vikaris Pdt. Putrisari F. Mangundap, M.Th, dari Jemaat Kota menara diutus ke Jemaat Baitel Kema 2

Firman Tuhan yang disampaikan Pdt. Feby Willem Sumampouw, S.Th., M.Pd.K, bertolak dari firman Tuhan, Ibrani 1 : 5 – 14. “Tuhan Yesuslah satu – satunya yang tertinggi dan yang terbesar dari siapapun di dunia ini.  Untuk itu teruslah mengandalkan Tuhan dalam hidup kita, Tuhan yang diutamakan bukan hal – hal yang lain,”katanya.

Baca juga:  Johny Simanjutak,S.H : Pemprov DKI Jakarta harus akui meningginya kenaikan kasus Covid 19

Dijelaskan juga, tongkat kerjaan Allah adalah tongkat kebenaran.”Gunakan tongkat kebenaran Allah untuk menjadi 1 pedoman agar hidup terus ada dalam kehendak dan kuasa Tuhan,”jelasnya.

Dilanjutkan dengan sambutan – sambutan yang disampaikan BPMJ (Badan Pekerja Majelis Jemaat), Baitel Kema 2 oleh Pdt. Cherly Roosje Dien, M.Th (Ny. Sumlang) dan perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Pnt. Bpk. Sinpersli M. Tapada, MSc

Pengutusan dan penerimaan pendeta ini siarkan secara langsung melalui facebook.com, Remaja Gema Kasih dan dilangsungkan secara onsite yang disaksikan tiga jemaat yaitu Jemaat GMIM Kalvari Parigi, 7 Manado, Jemaat GMIM Lembah Yarden, Kuwil dan Jemaat GMIM Baitel Kema 2. Juga hadir Camat dari Kecamatan Kema, Ibu. Vilma Anthonie, SH, MH.

Namanya pengutusan dan penerimaan pendeta, semua yang hadir terlihat gembira dan senang. Apalagi ada penampilan Group Masamper, Strem Bass dan juga dari jemaat masing – masing yang hadir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here